<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959</id><updated>2012-01-16T11:36:23.724+07:00</updated><category term='Tokoh Muslim'/><category term='Keutamaan Keutamaan'/><category term='Serba Serbi'/><category term='Hikmah dan Kajian'/><category term='25 Nabi dan Rasul'/><category term='Iman dan Takwa'/><category term='Iptek'/><category term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>muslim info</title><subtitle type='html'>semoga bermanfaat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muslim-info.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4888941567301350371</id><published>2011-12-29T23:42:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T23:42:10.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Penolong Misterius</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang pulanglah!" kata Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4888941567301350371?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4888941567301350371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4888941567301350371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/12/penolong-misterius.html' title='Penolong Misterius'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8496386569362418920</id><published>2011-12-29T23:30:00.003+07:00</published><updated>2011-12-29T23:36:13.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Pohon Iman</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ls04EgAHy18/TvyVUdhx5SI/AAAAAAAAAJo/8I_2O2zttz4/s1600/pohon_web.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ls04EgAHy18/TvyVUdhx5SI/AAAAAAAAAJo/8I_2O2zttz4/s320/pohon_web.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Iman Santoso, Lc &lt;br /&gt;Keimanan yang kokoh menjadi perisai bagi setiap muslim. Dan hal ini hendaknya menjadi sebuah kelaziman. Sehingga keimanan itu betul-betul bak perisai kuat untuk menahan lajunya serangan musuh yang senantiasa datang silih berganti. Perisai ini wajib selalu berada di tangan setiap muslim. Ia tak boleh lepas sekejappun. Apalagi hilang, tak berketentuan arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan yang diumpamakan perisai itu berawal dari kekuatan tauhid yang tertanam dalam sanubarinya. Tauhid yang kuat dan bersih dari berbagai penyimpang. Ia diasaskan dari kalimat yang baik (kalimatun thayyibah) yang terikat dalam jiwanya. Kalimat yang baik dari kekuatan tauhid ini lantaran persaksian dan komitmen loyalitasnya pada Sang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;‘Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini tiada duanya di muka bumi ini. Ia tumbuh subur dan berkembang pesat dan mampu melawan serangan hama dan penyakit. Sehingga ia menghasilkan buah yang tak pernah henti. Malah menumbuhkan pohon-pohon lainnya. Itulah pohon keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Syajaratul Iman (Pohon Keimanan) lantaran keimanan yang kokoh laksana sebuah pohon yang selalu memberikan manfaat yang amat banyak. Buahnya dapat dikonsumsi oleh setiap makhluk yang menginginkannya. Dahannya dapat menjadi sarang serta tempat bertengger burung-burung. Daunnya yang lebat menjadi tempat berteduh musafir yang lewat dan akarnya menyimpan persediaan air untuk bumi yang tandus. Inilah pohon keimanan yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim Al Jauziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Allah swt. menyerupakan pohon iman yang bersemi dalam hati dengan pohon yang baik. Akarnya menghunjam ke bumi dengan kokoh dan cabangnya menjulang tinggi ke langit. Pohon itu terus menerus mengeluarkan buah setiap musim. Jika engkau renungkan perumpamaan ini tentulah engkau menjumpainya cocok dengan pohon iman yang telah mengakar kokoh ke dalam di dalam hatinya. Sedang cabangnya berupa amal-amal shalih yang menjulang ke langit. Pohon itu terus menerus mengeluarkan hasilnya berupa amal shalih di setiap saat menurut kadar kekokohannya di dalam hati. Kecintaan, keikhlasan dalam beramal, pengetahuan tentang hakikat serta penjagaan hati terhadap hak-haknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para ulama penafsir Al-Qur’an, mereka berpandangan bahwa yang dimaksud dengan pohon yang baik itu adalah pohon kurma. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits riwayat Ibnu Umar r.a. Dalam kitab shahih Ar Rabi’ Ibnu Anas mengatakan bahwa orang mukmin itu pokok amalnya menghunjam ke bumi sedang buah amalnya menuju langit lantaran keikhlasannya dalam beramal. Ibnul Qayyim mengatakan, “Tidak ada perbedaan di antara ke dua pendapat itu karena makna yang dimaksud tamsil ini adalah sosok orang mukmin sejati. Sedang pohon kurma adalah sebagai gambaran yang menyerupainya dan dari diri orang mukminlah sebagai sosok yang diserupakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon-pohon keimanan ini tumbuh dan berkembang bahkan menumbuhkan pohon lainnya. Syaikh Muhammad Ahmad Ar Rasyid dalam kitabnya Ar Raqa’iq menggambarkan bahwa pohon-pohon itu bak laksana kumpulan tanaman taman nan indah. Setiap orang yang melihat pasti ingin berteduh di dalamnya. Setiap melihat buah mesti tangan ingin menjamahnya. Pokoknya taman itu amat menarik hati. Pohon-pohon yang tumbuh di taman nan menawan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syajaratut Tha’ah (Pohon Ketaatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat kamu berteduh di bawah pohon iman itu kamu dapat mencium aroma wewangian bunga yang semerbak di dekatnya. Itu bersumber dari sebuah pohon yang disebut sajaratut tha’ah, yakni pohon ketaatan. Ia menjadi saksi terhadap keridhaan Allah saat dilimpahkan di hari turunnya ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (Al-Fath: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berteduh di masa sekarang akan senantiasa mendapatkan ketenangan hati dan tidak mudah goyah karena faktor terhalangnya mendapatkan sesuatu atau tertinggal olehnya. Ia tetap tabah menunggu kemenangan yang akan diraihnya. Ia juga berada dalam arus gerakan Islam untuk selalu menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya. Ia setia dengan beban yang terpikul di pundaknya. Dengan sikap itu ia mampu meruntuhkan mercusuar kesesatan. Sedang ia telah menyatakan janji setia kepada Islam untuk mati sebagai tebusannya. Pohon ketaatan ini bersumber pada akar pengabdian yang utuh pada Sang Maha Pencipta. Sudah semestinya pohon ketaatan itu tumbuh subur di hati setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syajaratut Tirhab (Pohon Penyambutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini dinamakan pohon penyambutan. Ini untuk menyambut mereka-mereka yang sedang berjuang untuk mempertaruhkan hidupnya agar meraih kemuliaan di sisi Rabbnya. Jika Allah memilih untuk menimpakan musibah kepadamu sebagai jalan untuk meraih anugerah keridhaan-Nya. Dan kamu pun mengalami cobaan berat hingga memaksamu berlindung di bawah Syajaratut Tirhab, pohon penyambutan. Ini dilakukan untuk mencari ketenangan di bawah naungannya seraya menggerakkan pokoknya agar melimpahkan sebahagian dari berkahnya kepadamu. Dan engkau melakukan sikap sebagaimana yang dilakukan Ibunda Maryam a.s. Ketika bumi terasa sempit olehnya. Maka terdengarlah suara yang menyeru kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” (Maryam: 25-26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka engkau mendapat makan dari buahnya yang telah masak dengan rasa puas tanpa berlebihan. Di sana engkau beroleh minuman yang segar dari sungai kecil yang mengalir di hadapanmu dengan mencidukkan kedua tanganmu kepadanya tanpa harus bersusah payah. Pohon ini berdiri pada pokoknya yakni kecintaan untuk menghariba kepada Rabbul Izzati. Dengan penuh ketaqwaan dan keyakinan akan perjumpaannya. Bagi seorang muslim sejati mendekatkan diri untuk menghariba kepada Allah swt. menjadi keharusan. Agar ia senantiasa dalam kondisinya yang prima. Tidak lapar dan tidak pula kehausan. Ia dapat memenuhi hak dan kebutuhan hidupnya dalam memperjuangkan ajaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syajaratul Wafa’ (Pohon Kesetiaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah tanda kecintaan. Dan kecintaan merupakan prasyarat dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan kecintaannya. Nabi Muhammad saw. mempunyai tanaman sendiri sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits, bahwa banyak pohon yang menyaksikan beberapa peristiwa dari perjalanan hidupnya yang mulia. Sebagai isyarat yang menunjukkan adanya hubungan ini. Terkadang sebagai gambaran untuk menyadarkan orang yang lalai. Di antaranya adalah syajaratul wafa’, pohon kesetiaan. Sebagai tanda adanya komunikasi di antara ruh-ruh yang selalu ingat. Pohon ini dapat mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada yang berhak menerimanya serta mengakui kebaikan yang diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah batang pohon kurma yang merintih saat ditingalkan. Jabir bin Abdullah r.a. meriwayatkan, “Dahulu ada sebatang pohon kurma yang digunakan oleh Nabi saw. untuk pijakan tempat berdirinya. Setelah dibuatkan mimbar untuk Nabi, kami mendengar dari batang kurma itu suara rintihan seperti rintihan unta yang sedang hamil besar. Hingga Nabi saw. turun dari mimbarnya lalu meletakkan tangannya pada batang itu barulah batang pohon itu diam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang pohon itu mengeluarkan suara rintihan seperti rintihan unta betina hamil besar. Peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat Nabi saw. Sebatang pohon yang diberikan penghormatan kepadanya lalu ia membalasnya. Manakala ditinggalkan, ia merasa sedih sehingga kesedihannya itu melahirkan suara rintihan. Sekarang tiada seorangpun di antara kita melainkan di rumahnya terdapat kitab hadits. Seakan-akan Nabi saw. berdiri di hadapannya mengajarkan urusan agama dan mengajarinya hukum-hukum syariat Islam. Maka sudah selayaknya bagi manusia seperti kita berterima kasih dan membalasinya dengan ketaatan dan kesetiaan pada ajaran yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mendapatkan pelajaran yang amat bagus dari sebatang pohon kurma. Maka kita sebenarnya yang amat patut melakukan hal itu dan menterjemahkannya dalam sikap kita terhadap dakwah dan ajaran ini. Sepatutnya kita pun para muslim merintih karena tidak dapat berbuat banyak untuk memberikan kontribusi untuk kejayaan Islam sebagaimana orang-orang yang disebutkan Allah swt. dalam kitab-Nya. “Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (At-Taubah: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syajaratut Tsabat (Pohon Keteguhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhan menjadi hal yang amat urgen dalam mengemban amanah mulia. Karena godaan dan rintangan akan selalu dating silih berganti. Karena itu bagi seorang muslim sejati ia amat memerlukan pohon keteguhan. Engkau dapat berlindung dibawahnya di hari manusia berpecah belah karena kecenderungannya yang berbeda-beda. Engkau mencari selamat dengan meninggalkan semua golongan yang berpecah belah itu. ‘Sekalipun engkau harus menggigit akar pohon (yakni berpegang teguh pada prinsip meskipun hidup menderita).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berlindunglah pada pohon keteguhan ini untuk menggeraskan gigitannya. Seandainya engkau bayangkan keadaan yang sebenarnya tentulah hatimu menjadi ragu dan bergetar penuh kecemasan. Antara perasaan takut bila pegangannya mengendur lalu terbawa arus dan harapan untuk tetap bertahan demi mencapai keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akantetapi saripati cairan yang dikeluarkan oleh pohon itu membuat kamu segar karena mendapat minuman darinya. Sedang manusia saat itu menjulurkan lidahnya karena kehausan. Tenggorokanmu basah lagi sejuk, sehingga menambah keras gigitanmu terhadapnya, seakan-akan kamu menghisap keteguhan dan kekokohan darinya bagaikan bayi lapar yang sedang menyusu. Pohon keteguhan ini juga menjadi alat Bantu untuk menghadapi cobaan dan ujian komitmen dari berbagai rayuan dunia yang memikat. Dari pohon itu seorang muslim tidak akan goyah karena daya tarik material duniawi yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak seperti orang-orang yang lalai dari kesetiaannya karena tergoda oleh ikan-ikan yang bermunculan pada saat mereka harus menunaikan komitmen itu. “Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada disekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Al-A’raf: 163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syajaratul Unsi (Pohon Penghibur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini menjadi penghiburmu di saat kamu sendirian dan kelembabannya meringankan (membasahi) keringnya kesalahanmu. Pohon ini ditanam oleh Nabi saw. Saat beliau melalui dua kuburan yang sedang diadzab. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Nabi saw. Beliau mengambil sebatang pelepah kurma yang masih basah. Dan membelahnya menjadi dua bagian lalu menancapkan kepada masing-masing dari kedua kuburan itu satu bagian. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu?” Rasulullah saw. menjawab, “Mudah-mudahan adzab diringankan dari keduanya selama kedua pelepah ini belum mengering.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraidah Al Aslami r.a. memahami hal itu sebagai tuntutan yang dianjurkan. Oleh karena itu ia berwasiat agar ditancapkan di atas kuburannya nanti dua batang pelepah kurma. Orang-orang pun mengikuti jejaknya dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita tidak dapat terlepas dari dosa-dosa kecil yang mencemari keikhlasan amal kita atau dari keterpaksaan mengejar sisa-sisa yang ada di tangan ahli dunia dari harta yang memperdayakannya. Yang biasa dibarengi dengan begadang yang merusak kesehatan dan dirundung oleh kegelisahan yang membuat diri kita tidak dapat tidur. Sehingga tubuh ini menjadi lemah untuk persiapan kerja di pagi hari. Barangkali dengan meluangkan waktu sejenak untuk berteduh di bawah pohon ini agar dapat meringankan beban hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hiburan bagi seorang muslim sejati bukanlah dengan lantunan nasyid-nasyid dengan iringan bunyi musiknya atau juga bukan dengan tontonan yang melalaikannya. Akan tetapi hiburannya melalui dengan mengenang sejarah kehidupan umat terdahulu yang diabadikan kebaikannya serta mengingat akan janji balasan yang akan diberikan Allah swt. pada orang-orang yang beriman. Sehingga dapat menggambarkan kenangan indah di hatinya akan kehidupan orang-orang yang telah berada di negeri cahaya yang penuh berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Syajaratul Mufashalah (Pohon Pemisahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pemisahan ini menjadi saksi tentang sempurnanya akan kebersihan sarana yang digunakan oleh seorang muslim dalam mencapai tujuannya yang bersih. Demikian itu terjadi ketika ada seorang musyrik yang ingin bergabung memberikan bala bantuan kepada pasukan kaum muslimin dalam perjalanannya menuju medan Perang Badar. Orang musyrik itu memberikan bala bantuan atas dasar fanatisme golongan untuk membela kaumnya. Ketika pasukan kaum muslimin sampai di sebuah pohon besar yang menjadi rambu jalan sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat ‘Aisyah r.a.. Lalu orang musyrik itu hendak bergabung. Maka Nabi menoleh kepadanya dan mengatakan, “Kembalilah kamu, aku tidak meminta bantuan dari orang musyrik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketetapan ini terus berlaku sebagai prinsip yang tidak pernah ada pengecualiannya. Kecuali hanya dalam kejadian-kejadian yang terbatas dan langka. Oleh karena itu prinsip ini tetap menjadi pijakan dalam amal dakwah kita agar tidak mengemis meminta-minta balas bantuan dari orang yang memusuhi dakwah. Apalagi potensi yang dimiliki umat masih melimpah ruah untuk didayagunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Syajaratul Istighfar (Pohon Meminta Ampunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon istighfar berupa pohon anggur yang banyak buahnya. Apabila ada seorang tamu yang mampir ke rumah pemiliknya, maka ia akan memetik setangkai buah itu lalu disodorkan kepadanya untuk mencicipinya. Setelah itu tentu sesorang yang bertandang itu akan merasakan kepuasan yang teramat sangat. Kemudian pada hari yang lain. Isteri pemilik kebun anggur itu mengatakan kepada suaminya, “Cara seperti itu tidak etis kepada tamu, sebaiknya engkau ikut memakan separuh jamuanmu guna menyenangkan hatinya dan sekaligus sebagai penghormatan padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminnya menjawab, “Besok aku akan lakukan hal itu.” Keesokan harinya, setelah tamunya memakan separuh hidangan yang disajikan kepadanya, lalu lelaki pemilik kebun itu ikut serta memakannya. Tatkala ia mencicipinya terasa anggur itu masam dan tidak enak untuk dimakannya, ia pun meludahkannya dan mengernyitkan kedua alisnya keheranan atas kesabaran tamunya yang mau merasakan buah seperti itu. Namun tamu itupun menjawabnya, “Sesungguhnya aku telah memakan buah ini dari tanganmu sebelumnya selama beberapa hari dengan rasa manis, tetapi sekarang ini aku tidak suka memperlihatkan kepadamu rasa tidak enak pada buah ini sehingga membuatmu menyesali pemberianmu yang lalu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebutkan di atas ini bukanlah kisah ngawur melainkan sebagai tamsil perumpamaan yyang dibuat untuk para muslimin yang ingin Islam jaya di muka bumi ini. Karena itu dengarkanlah baik-baik. Hal ini merupakan ungkapan kisah yang dijabarkan kepadamu untuk mendekatkan kepahamanmu kepadanya agar mudah kamu cerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun di antara orang-orang yang ada disekitarmu yang terpelihara dari kesalahan dan benar selalu adanya. Oleh karena itu jika ada saudaramu yang berbuat kekeliruan, maka janganlah kekeliruannya itu mendorongmu untuk mendiamkannya tidak mau bergaul lagi dengannya. Tidak sabar terhadapnya atau mendiskreditkannya. Bahkan jangan pula kamu mencelanya, melainkan bersabarlah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahanlah emosimu. Dan kamu harus memaafkannya dalam hatimu karena mengingat kebaikannya yang terdahulu dan perilakunya yang baik dan penghormatannya kepadamu. Karena barangkali dia dapat membantumu untuk bertaubat atau menolongmu saat kamu belajar sebagai pelayan pendamping atau teman begadangmu atau dia mengajarkan kepadamu suatu bidang pengetahuan yang diajarkan Allah kepadanya dan hal-hal baru yang belum kamu ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Syajaratuz Zuhud (Pohon Zuhud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau telah beroleh faedah dan menebarkan keadilan, maka sudah saatnya bagimu untuk membaringkan diri di bawah sebuah pohon yang ramping lagi banyak buahnya dan bunganya. Keindahannya memukau pandangan orang yang melihatnya dan membuat orang yang menikmati keindahannya berdecak kagum karena selera penanamnya begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pohon zuhud. Yaitu pohon yang bersemi di dalam hati. Jenisnya lain dari yang lain. Belum pernah ada seorang pun yang menanam hal yang semisal itu sehingga terlihat sangat indah. Penanamannya menggambarkan pohon itu bagai syair berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud telah menanamkan pohon dalam kalbuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah membersihkannya dari bebatuan dengan susah payah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyiraminya sesudah menancapkannya ke bumi dengan air mata yang dialirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala di melihat burung-burung perusak tanaman terbang mengelilingi pagarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengusirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidur di bawah naungan yang rindang dengan hati yang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengusir semua yang mengganggunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku berjanji setia kepada Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Bai’atur Ridwan dilakukan di bawah pohon untuk memberikan janji setia. Rasakanlah kamu menjadi salah seorang di antara mereka yang melakukan hal itu. Dan kamu bersama di tengah-tengah mereka. Dirimu dipenuhi oleh semangat bai’at janji setia sampai mati di jalan Allah swt. demi membela ajaran ini tegak di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Syajaratul Hilm (Pohon Penyantun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya setiap mukmin telah memahami seni menanam pohon keimanan dan telah menanamkan pohon Kesantunan dalam dirinya. Jadilah diri Anda seperti pohon yang berbuah. Manusia melemparinya dengan batu sedang Anda melempari mereka dengan buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya itu gambaran yang baik. Karena sesungguhnya kebanyakan manusia cepat cenderung kepada kejahilan sehingga mendorong mereka untuk mendustakan para penyeru kebaikan dan menyakiti mereka dengan cara batil. Seandainya seorang dai bersikap jahil seperti orang jahil itu dan membalas keburukan dengan keburukan semisal, niscaya akan lenyap dan pudarlah nilai-nilai kebajikan itu. Sebenarnya sikap yang harus diambil seorang dai adalah berlapang dada, mengharapkan pahala Allah dan memohon ampunan bagi kaum yang tidak mengerti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ahmad Ar Rasyid menandaskan bahwa pohon keimanan itu mesti diberi pupuk dan disiraminya di setiap waktu. Dirawatnya dengan baik agar tidak dimakan hewan yang mendatanginya atau dihinggapi hama penyakit. Ia pun perlu diselamatkan dari tangan jahil manusia yang sering usil untuk memetik buahnya sebelum masanya. Ia perlu penjaganan yang ekstra agar pohon-pohon itu memberikan buahnya bagi dakwah ini. Itulah Tsamaratud Da’wah (Buah Dakwah). Yakni kader-kader dakwah yang militan yang menyediakan dirinya untuk melayani dakwah ini dan berkhidmat terus demi tegaknya ajaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pertumbuhan kader ini terus tumbuh dari berbagai segmen dan usia secara seimbang, maka dakwah ini akan mengalami tingkat produktivitas yang amat tinggi. Intajiyatud Da’wah (Produktivitas Dakwah). Dengan begitu mewujudkan misi utama dakwah ini untuk mencapai perubahan nilai dan norma akan semakin terealisasikan. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’: 107). “Dan peranglah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (Al-Anfal: 39)&lt;br /&gt;Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/pohon-iman/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8496386569362418920?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8496386569362418920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8496386569362418920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/12/pohon-iman.html' title='Pohon Iman'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Ls04EgAHy18/TvyVUdhx5SI/AAAAAAAAAJo/8I_2O2zttz4/s72-c/pohon_web.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8970656379192254535</id><published>2011-12-15T18:57:00.002+07:00</published><updated>2011-12-16T14:15:49.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Perjalanan Panjang Seorang Perempuan Yunani Menemukan Jalan Islam</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6JLWqhnts4E/TunghPducpI/AAAAAAAAAJc/FhJKZAsvzyg/s1600/myrto.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-6JLWqhnts4E/TunghPducpI/AAAAAAAAAJc/FhJKZAsvzyg/s320/myrto.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beragam pertanyaan muncul dalam benak Myrto, perempuan asal Athena, Yunani, beberapa menit setelah ia mengucapkan dua kalimat syahadat, sebagai syarat syahnya ia menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myrto masuk Islam pada Agustus 2011. Itu artinya ia benar-benar masih menjadi seorang mualaf. Walau ia masuk Islam atas kesadaran dan pilihannya sendiri, Myrto tak bisa memungkiri pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah syahadat ini membuat saya menjadi seorang muslim? Apa sebenarnya muslim itu? Mudahkah menjadi seorang muslim? dan apa yang akan terjadi setelah saya menjadi seorang muslim? Bagaimana jika saya menyesali pilihan saya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu pikiran Myrto, beberapa menit setelah ia bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya butuh waktu 9 tahun untuk meyakini bahwa Tuhan itu aa dan memilih agama Islam sebagai cara untuk menyembah-Nya," ungkap Myrto mengawali kisahnya memilih Islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku telah melewati masa-masa sangat berat dalam hidupnya. Ia mengalami trauma yang berat saat masih usia anak-anak sampai masa pubertas dan dewasa, yang membuatnya merasakan kekecewaan yang dalam hingga ia benar-benar menolak mempercayai bahwa Tuhan itu ada, menolak kehadiran Tuhan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myrto juga merasa tidak puas melihat perilaku para pendeta di Yunani. Tapi ketidakpuasan itu yang lalu mendorongnya untuk mulai membaca segala hal tentang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Merasa tersiksa, lelah dan putus asa untuk menemukan semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya, awalnya saya memilik untuk membaca berbagai tulisan tentang agama, filsafat, dan sejarah. Saya pikir itu lebih baik daripada saya mencari jalan keluar dengan mendatangi tukang ramal, tukang baca kartu tarot, memakai narkoba atau menenggak alkohol," ujar Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perempuan yang dibesarkan dengan nilai-nilai tradisional keluarga Yunani kelas menengah, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebanggaan diri dan martabat, Myrto merasa tidak perlu menjadi bagian dari sebuah kelompok agama atau kelompok filsuf untuk memuaskan kebutuhannya akan kehangatan dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat mencintai dan menghormati identas kebudayaan Yunani yang mengalir dalam darah saya, dan saya tidak mau meniru atau memalsukan identitas atau kebangsaan yang lain," tukas Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pengalaman hidupnya yang pahit, membuatnya mulai mempelajari agama. Yang pertama ia pelajari adalah ajaran Kristen Ortodoks, lalu beralih ke yudaisme, Budha dan terakhir agama Islam. Saat mengenal dan mempelajari Islam, perlahan-lahan Myrto mulai meyakini adanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keyakinan saya terus menguat seiring berjalannya waktu. Pada beberapa titik tertentu, saya mulai mempertanyakan tentang konsep Trinitas, sebuah konsep yang akhirnya saya temukan jawabannya dalam agama Islam," tutur Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Yang saya tahu, Islam adalah agama yang dekat dengan lingkaran wahyu Ilahi. Islam berarti damai dan Muslim berarti orang yang menyerahkan dirinya pada Tuhan dan hanya pada Tuhan, tanpa penyesalan atau mencari keuntungan pribadi. 'Allah' bukan sebuah penemuan baru, itu hanya kata dalam bahasa Arab untuk menyebut Tuhan. Lambang bulan sabit bukanlah simbol mandi darah dan balas dendam, tetapi pengingat bahwa orang-orang muslim menghitung waktu berdasarkan bulan, bukan matahari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik pemikiran itu, Myrto merasa dirinya sebagai seorang penganut agama dan bukan seorang agnostik. Pada saat itu, ia sempat pindah ke Inggris untuk melanjutkan kuliahnya. Di negara itulah ia bertemu dengan orang-orang yang ramah dan baik, dan mayoritas orang yang dijumpainya itu adalah muslim, hingga menikah dengan seorang lelaki muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu apakah semua itu pertanda. Tapi setelah itu saya membaca lebih banyak lagi tentang Islam, dan menjadi lebih fokus pada Islam. Selain membaca, saya menonton film-film dokumenter, menghadiri ceramah agama Islam, mengunjungi museum-museum Islam dan ikut kursus belajar agama Islam," papar Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan itu datang, apakah saya ingin menjadi bagian dari agama yang memiliki banyak penafsiran yang beragam pada isi kitab sucinya? apakah saya mau menjadi bagian dari komunitas agama minoritas di negara saya? dan sederet pertanyaan lainnya yang membuat hatinya bimbang untuk memutuskan untuk masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Myrto mengaku pernah kecewa, bukan pada agama Islamnya atau Al-Quran-nya, tapi pada penganut Islam-nya sendiri. Namun ia menyadari bahwa ia tidak bisa menyalahkan agama dimana ia menemukan jawaban atas semua pertanyaannya selama ini tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lalu memutuskan untuk memulai hidup sebagai seorang muslim untuk beberapa waktu lamanya, untuk melihat bagaimana rasanya dan melihat apakah hidup sebagai muslim itu berat," ujar Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah ia mengetahui sendiri bahwa Islam bukan agama yang kaku, yang mengekang orang seperti dalam penjara. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat kebaikan, menghindari perbuatan buruk, salat sebanyak yang bisa dilakukan, begitu pula dengan berpuasa, menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang, meningkatkan kemampuan diri dengan belajar setiap hari, dan berusaha untuk menjadi yang terbaik setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah kehidupan seorang muslim, dan saya jadi yakin bisa hidup sebagai seorang muslim. Saya langsung meninggalkan kebiasaan makan daging babi dan minum minuman beralkohol, dan saya mengenakan jilbab," imbuh Myrto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya, setelah perjalanan yang panjang, saya membulatkan tekad untuk bersyahadat. Mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah," tandasnya. (kw/nmac)&lt;br /&gt;sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8970656379192254535?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8970656379192254535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8970656379192254535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/12/perjalanan-panjang-seorang-perempuan.html' title='Perjalanan Panjang Seorang Perempuan Yunani Menemukan Jalan Islam'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6JLWqhnts4E/TunghPducpI/AAAAAAAAAJc/FhJKZAsvzyg/s72-c/myrto.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1442953809660715332</id><published>2011-07-23T18:20:00.004+07:00</published><updated>2011-07-25T23:40:35.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Perempuan Jerman, "Membaca Al-Fatihah, Jantung Saya Berdebar Hebat"</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-b59XDBHxZy4/Ti2ccSAHBWI/AAAAAAAAAJU/yg0wHABJIOQ/s1600/Syahadat.gif" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="139" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-b59XDBHxZy4/Ti2ccSAHBWI/AAAAAAAAAJU/yg0wHABJIOQ/s320/Syahadat.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  Khadija Acuna Pihan, perempuan asal Jerman ini bersyahadat pada tahun 2005. Pilihannya menjadi seorang muslimah membuatnya harus "kehilangan" seluruh keluarganya yang tidak bisa menerima keislamannya. Namun ia yakin, suatu saat Allah Swt akan mengembalikan keluarganya dan memahami mengapa ia memilih masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam adalah jalan kebenaran yang akan saya jalani. Sekarang, setiap kali saya berdoa, saya merasa sedang bicara pada Tuhan, dan Tuhan sedang mendengarkan saya," kata Pihan mengawali cerita di awal ia menjadi seorang muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, Islam adalah satu-satunya agama yang memiliki ajaran yang jelas. "Siapa yang membaca Qur'an dengan hatinya, akan menemukan sebuah agama yang terang. Saya meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan dan saya bahagia menemukan jalan saya dengan-Nya. Saya yakin sudah melakukan tindakan yang benar dengan masuk Islam. Saya bersyukur, Tuhan menuntun saya ke jalan yang benar," ujar Pihan yang memilih nama Islam, Khadija setelah bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acuna Pihan lahir dan dibesarkan dalam ajaran Kristen. Ia dan keluarganya rajin ke gereja. Namun, saat datang ke gereja dan mendengar cerita pendeta bahwa Yesus adalah anak Tuhan, selalu terpintas dalam pikiran Pihan mengapa pendeta ini bicara seperti itu dan Pihan tidak mau mengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membaca doa yang saya pelajari sejak saya berusia 7 tahun. Tapi saya merasa tak seorang pun mendengarkan doa saya, bahkan Yesus. Mengapa orang-orang ini datang ke gereja dan setelah itu para lelaki pergi ke restoran untuk minum minuman keras, lalu para perempuan bertengkar dengan mereka karena pulang dalam keadaan mabuk. Inikah ajaran Kristen?" tanya Pihan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihan yakin pasti ada hal lain yang diajarkan agama. Ia pun mempelajari berbagai agama. "Banyak agaman yang aneh. Orang menyembah Buddha sebagai Tuhan atau menyembah matahari, sapi, bunga, bahkan setan. Hal semacam itu bukan agama saya," batin Pihan ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu menemukan buku tentang Nabi Muhammad Saw. dan mengetahui bagaimana Rasulullah Saw. menyebarkan agama Islam serta betapa berbahayanya hidup sebagai seorang muslim di zaman itu. Pihan juga membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw, mulai dari silsilah keluarganya, kehidupan rumah tangganya dan siapa saja istri-istri beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak bisa berhenti saat membaca buku itu, sehingga saya membaca semua buku-buku itu dalam satu hari. Buku yang saya baca menceritakan tentang kitab suci Al-Quran yang berisi firman-firman Allah dan rasa ingin tahu saya tentang Quran pun muncul," ujar Pihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya membaca surat Al-Fatihah, jantung saya berdebar hebat. Saya terus membaca surat-surat lainnya dan saya hati saya tenang saat membacanya. Ketika saya membaca surat Maryam dan mengetahui apa yang tertulis di surat itu, saya jadi paham mengapa saya tidak bisa memercayai apa yang dulu dikatakan pendeta di gereja," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Dalam Kristen, kami belajar bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan kami harus berdoa padanya. Itulah yang kami lakukan selama ini. Lalu, saya membaca Quran yang usianya sudah ribuan tahun, dan isinya selalu sama bahwa Yesus hanya seorang nabi seperti juga Nabi Muhammad Saw serta nabi-nabi lainnya. Quran juga menyatakan bahwa Tuhan tidak punya anak dan kita dilarang menyembah Tuhan yang lain kecuali Allah Swt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dalam Quran yang membuat Pihan beralih ke agama Islam. Selain itu, yang membuatnya meyakini Quran, meski kitab suci itu sudah berusia ribuan tahun, isinya tidak berubah. Berbeda dengan kitab suci umat Kristiani, Kita Perjanjian Lama isinya berbeda dengan Kitab Perjanjian Baru, padahal dalam ajaran Kristen disebutkan bahwa Tuhan mengatkan "Jangan mengubah kata-kata ku kecuali aku perintahkan kalian mengubahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kristen memiliki 10 ajaran suci. Salah satunya adalah dilarang membunuh manusia. Tapi ketika orang-orang Kristen datang ke Amerika Selatan, mereka membunuh banyak orang Indian karena orang-orang Indian itu menolak masuk Kristen. Hal yang sama dilakukan orang-orang Kristen di Afrika," papar Pihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, bagaimana mereka mengajarkan kita jangan membunuh, jika mereka sendiri membunuh. Semua itu membuat saya ingin pindah agama. Saya capek dengan kebohongan ajaran Kristen dan saya menemukan Islam satu-satunya agama yang memiliki ajaran yang jelas ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam membawa kembali kebebasan dalam jiwa saya dan saya bahagia sejak awal saya masuk Islam. Islam adalah hidup saya. Tanpa Islam saya bukan apa-apa, dan jika Allah Swt memalingkan wajah-Nya, saya tak mampu hidup," tandas Pihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber: eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1442953809660715332?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1442953809660715332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1442953809660715332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/07/perempuan-jerman-membaca-al-fatihah.html' title='Perempuan Jerman, &quot;Membaca Al-Fatihah, Jantung Saya Berdebar Hebat&quot;'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-b59XDBHxZy4/Ti2ccSAHBWI/AAAAAAAAAJU/yg0wHABJIOQ/s72-c/Syahadat.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4529884876900107515</id><published>2011-03-18T01:37:00.002+07:00</published><updated>2011-03-18T01:53:47.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan Keutamaan'/><title type='text'>Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wVn9u4fW8hQ/TYJYJY6Qg7I/AAAAAAAAAI8/MztjDB7z-ww/s1600/Alkahfi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="213" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-wVn9u4fW8hQ/TYJYJY6Qg7I/AAAAAAAAAI8/MztjDB7z-ww/s320/Alkahfi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” (HR Hakim 3349)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Muaz Ibnu Anas Al-Juhari, daripada bapanya, daripada Nabi SAW baginda bersabda:&lt;br /&gt;...“Sesiapa membaca dari Surah Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya daripada kepala hingga kakinya dan sesiapa yang membaca keseluruhannya, maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah SAW Bersabda:&lt;br /&gt;"Barangsiapa membaca Surah Al Kahfi pada hari Jum'at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya" (HR-Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://agusckurniawan.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4529884876900107515?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4529884876900107515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4529884876900107515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/03/keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-pada.html' title='Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum&apos;at'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wVn9u4fW8hQ/TYJYJY6Qg7I/AAAAAAAAAI8/MztjDB7z-ww/s72-c/Alkahfi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-904845977721432924</id><published>2011-03-17T20:58:00.001+07:00</published><updated>2011-03-17T21:16:19.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan</title><content type='html'>Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti,  tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh  manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari  berbagai jenis pnyakit. &lt;br /&gt;Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa  yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua  perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai  manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah  Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis  dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk  kesehatan diri dan pasien mereka.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan shalat. Ibadah  shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur  tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat  masing-masing. Misalnya: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyJEr6L7cI/AAAAAAAACAk/aCU5rT0r1_E/s1600/takbiratul_ihram.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569977552749718978" src="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyJEr6L7cI/AAAAAAAACAk/aCU5rT0r1_E/s200/takbiratul_ihram.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 194px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 180px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Takbiratul Ihram&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdiri  tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan  perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan  aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi  jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh  tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran  darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di  depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari  berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img height="183" src="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyJawH6tyI/AAAAAAAACA0/w1Q-Z1H6bi4/s1600/Ruku.jpg" width="200" /&gt; &lt;img height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyJa5cg0FI/AAAAAAAACAs/Xk17EVYSvpY/s1600/ruku.gif" width="200" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ruku’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ruku’  yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila  diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi  kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk  menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus  vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung  sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian  tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan  otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan  bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyKkcQo3PI/AAAAAAAACA8/43ottbS_rZM/s1600/iktidal.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569979197816364274" src="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyKkcQo3PI/AAAAAAAACA8/43ottbS_rZM/s200/iktidal.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 164px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;I’tidal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bangun  dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan  setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’  dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi  organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ  pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara  bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyLnpwnHmI/AAAAAAAACBE/5zQ0ar14UDI/s1600/sujud.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569980352491363938" src="http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyLnpwnHmI/AAAAAAAACBE/5zQ0ar14UDI/s200/sujud.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 150px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sujud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menungging  dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada  lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher  dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen  bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir  seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah,  tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi  seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi  wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi  kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyL1UQ7teI/AAAAAAAACBM/GXoAB8udYIs/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569980587239519714" src="http://3.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyL1UQ7teI/AAAAAAAACBM/GXoAB8udYIs/s200/7.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 154px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Duduk di antara sujud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Duduk  setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan  tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.  pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung  dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri  pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu  berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan  aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan  saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini  mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan  tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian  relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga  kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyMFVLubEI/AAAAAAAACBU/x_FHHR3K8II/s1600/gerakan-salam-dalam-salat.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569980862364019778" src="http://2.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyMFVLubEI/AAAAAAAACBU/x_FHHR3K8II/s200/gerakan-salam-dalam-salat.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 197px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gerakan  memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat  untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala  menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala  serta menjaga kekencangan kulit wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan sujud tergolong  unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri  serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari  sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh  dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini  mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih  untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung  berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak.  Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja  sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat  memicu peningkatan kecerdasan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap inci otak manusia  memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk  akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud  dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat  tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut  mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset  di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika  Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya  menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset  pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu,  gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun  peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan  melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan  lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota  tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud adalah latihan  kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh  bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah  kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan  wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga  memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam  posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah  otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus)  berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui  kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk  mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses  persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik  dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang  menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi  elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan  mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat  dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir).  Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum.  Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang  persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat  tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki  harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus  menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit  dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki  organ reproduksi di daerah perineum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, seluruh  gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan  sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin,  maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun  berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuru  penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul  “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan  Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi  itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran  pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya  beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar  shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan  ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud  mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada  imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi  positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk  menanggulangi masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, ulama melihat  ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya  permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas  yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara  kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi  tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya  antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul  24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau  jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang  tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,”  ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang  menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker  dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai  perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon  imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi  dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian  menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-904845977721432924?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/904845977721432924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/904845977721432924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/03/gerakan-shalat-bermanfaat-untuk.html' title='Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YfdaIo2lFZU/TUyJEr6L7cI/AAAAAAAACAk/aCU5rT0r1_E/s72-c/takbiratul_ihram.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-2861037736300967874</id><published>2011-02-09T19:40:00.000+07:00</published><updated>2011-02-09T19:40:28.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Melatih Diri Agar Senantiasa Berprasangka Baik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Endang TS Amir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, aku mendengar berita miring tentang  sikap tidak  amanah seorang ikhwan. Atas berita itu, aku merasa kecewa kepada ikhwan   tersebut. Aku menjadi tidak respek padanya. Aku terus ‘ngedumel’ dalam  hati. Kok bisa ya, padahal jenggotnya panjang, istrinyapun memakai  jilbab lebar. Aku terus berpikir, penampilan dan cara berpakaiannya  menunjukkan sang ikhwan  paham agama. Kok sampai?...&lt;br /&gt;Cukup lama aku tenggelam dalam pikiran buruk tentang ikhwan itu.  Hingga akhirnya, Allah mempertemukan kami dan kami terlibat perbincangan  cukup lama. (Tentu saja ikhwan tersebut didampingi istrinya). Dari  perbincangan itu, rasa respekku yang memudar akibat berita miring itu,  perlahan-lahan tumbuh lagi. Dan tak henti-hentinya aku beristighfar di  dalam hati di sela-sela perbincangan kami.&lt;br /&gt;Akupun bersyukur kepada Allah. Dengan skenarioNya, Allah melindungiku  dari  prasangka buruk yang berkelanjutan terhadap saudara seiman. Dan  atas kehendakNya, Allah bersihkan ikhwan tersebut dari segala  dugaan-dugaan yang tidak benar melalui ‘perbincangan’ kami. Karena dari  perbincangan itulah, aku jadi lebih paham tentang dirinya, bahwa  sesungguhnya orang-orang salah sangka terhadap ikhwan ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aku memiliki tetangga yang sudah bertetangga denganku lebih dari satu  tahun-tetangga tesebut baru pindah ke komplek tempat kami tinggal.  Jarak rumah kami sungguh dekat. Tapi aku belum pernah bertemu dengan  penghuni rumah tersebut, apalagi ‘ngobrol’. Dan setiap aku lewat di  depan rumahnya, kulihat pintu gerbangnya selalu di gembok. Kadang aku  lihat mobilnya wara-wiri di depan rumah, dan kami hanya saling   berlambaian tangan,  dan itulah ‘komunikasi’-ku dengan tetanggaku itu.  Terbersit dalam hati, kok begitu ya caranya bertetanggga. Sepertinya  nggak mau ‘kenal’ orang. Nggak pernah ‘nenangga’, rumah juga tertutup  rapat terus.&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, tetanggaku ini menghubungiku, ia minta tolong  agar dicarikan tenaga pembantu plus guru ngaji di rumahnya. Karena  urusan tersebut, aku jadi berkesempatan berkunjung ke rumahnya. Dan dari  kunjungan itulah, aku jadi lebih paham, mengapa ia tidak pernah  ‘nenangga’, mengapa pintu rumah tertutup rapat dan pintu gerbang  senantiasa digembok. Ternyata, si ibu ini memiliki 4 anak. 1 sudah  belasan tahun dan 3 orang masih balita. Dan anak kedua yang berumur 5  tahun, berkebutuhan khusus. Masya Allah, pantas saja, ia tidak bisa  bebas keluar rumah, pantas saja, rumah harus terus tertutup rapat  (anaknya yang berkebutuhan khusus, tidak bisa melihat rumah terbuka).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah…&lt;/em&gt;aku bersyukur, sekali lagi, Allah melindungiku  dari prasangka buruk yang berkelanjutan. DiciptakanNya scenario, yang  membuat aku dapat silahturrahim ke tetanggaku tersebut sehingga aku  mendapat jawaban atas prasangka-prasangka burukku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dua pengalaman berharga yang membuat aku tersadar diri. Kita memang  benar-benar tidak boleh berprasangka buruk. Jikapun kita menyaksikan  sikap atau sifat seseorang “yang tidak mengenakkan”, kita tetap harus  berpikir positif. Menyikapinya dengan cara pandang yang positif.  Berusaha melihat, mungkin ada alasan yang dapat diterima, mengapa si A  bersikap begini atau begitu.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada seorang ummahat yang kemudian diberi label “keras  dan mau menang sendiri”. Pada mulanya aku sendiri agak tidak nyaman  dengan sikapnya. Berangkat dari kesadaran tidak ingin berpikir buruk  tentang orang lain, aku sedikit-sedikit mencari tahu tentang dirinya,  berusaha lebih dekat dengannya. Walhasil, terjawablah teka-teki, kenapa  sang ummahat yang terlihat paham agama, lulusan pesantren, tetapi “keras  dan mau menang sendiri”. Ternyata, Ummahat ini berasal dari sebrang.  Orangtuanya hingga kini masih hidup dan bukan penganut agama islam.  Kemudian ia tinggalkan keluarganya demi memeluk islam. Sebagaimana  diketahui, orang sebrang memiliki hubungan kekerabatan yang kuat dan  erat. Bukan perkara mudah “pergi” meninggalkan orangtua dan kemudian  berpindah agama. Justru dengan sikap keras dan mau menang sendirinya  itulah yang membuat sang ummahat “kuat” meninggalkan orangtua dan agama  nenek moyangnya demi Islam. Artinya, secara pribadi memang ia typical  orang yang “keras”. Jika dilihat dari latar belakangnya, justru sifat  “keras” itu yang menjadi kelebihannya.&lt;br /&gt;Pada umumnya kita semua tahu bahwa berprasangka buruk itu dilarang.  Tetapi, dalam keseharian kita, betapa sulit menghindar dari perilaku  ini. Prasangka artinya membuat ‘keputusan’ sebelum mengetahui fakta yang  relevan mengenai objek tersebut. Padahal Allah berfirman,&lt;em&gt;”Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka! Karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Hujurat [49] : 12)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”  Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka  itu adalah perkataan yang paling bohong.”&lt;/em&gt; (HR. Muttafaq’alaih)&lt;br /&gt;Mustinya peringatan Allah tentang dosanya berprasangka buruk cukup  membuat kita berhenti dari perbuatan tersebut. Berprasangka buruk,  berkaitan erat dengan pola pikir negatif. Ketika menyikapi sebuah  masalah atau kejadian, mindset kita tertuju kepada hal-hal yang buruk.  Jadi hasilnya adalah prasangka-prasangka buruk yang berkembang. Dan ini  harus dibenahi.&lt;br /&gt;Saya menulis artikel inipun dengan niat, semoga tulisan ini menjadi  tausiah pribadi. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya ketika,  prasangka-prasangka buruk memenuhi hati dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu’alam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ummuali.wordpress.com/"&gt; Ummuali.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-2861037736300967874?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2861037736300967874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2861037736300967874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/02/melatih-diri-agar-senantiasa.html' title='Melatih Diri Agar Senantiasa Berprasangka Baik'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1076114499031769885</id><published>2011-01-19T13:02:00.002+07:00</published><updated>2011-01-19T13:04:55.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Mengapa Takut Bila Facebook Ditutup?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Syaripudin Zuhri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TTZ-uufvXvI/AAAAAAAAAIk/UswalSy5r1o/s1600/facebook.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TTZ-uufvXvI/AAAAAAAAAIk/UswalSy5r1o/s320/facebook.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bumi dunia maya menjadi gonjang ganjing ketika terdengar kabar bahwa  Facebook (FB) akan ditutup, dunia maya ini menjadi gempar seluruh  jagat  raya maya ini, banyak yang bertanya-tanya, mengapa dan bagaimana sampai  FB mau ditutup, sepertinya dunia nyata ini akan ada kiamat kalau FB  ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya dunia akan hampa tanpa adanya FB, rupanya banyak manusia  sudah 'menghamba' pada FB ini. Padahal ada atau  tidak FB dunia akan  berjalan seperti biasa, tapi para 'penghamba' FB  pada protes ketika FB  kabarnya akan ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha! Rupanya manusia sudah 'terjajah' oleh Facebook, ketika terdengar  kabar bahwa FB akan ditutup membuat orang-orang menjadi gerah, resah,  bahkan ada yang sampai paranoid, ketakutan yang tak beralasan.&lt;br /&gt;Aneh memang, sebuah sarana jaringan sosial telah 'membius' manusia  hingga berjuta-juta manusia terjaring di dalamnya, sampai-sampai ada  yang ajaib, ada yang chating di kantor dengan teman di sebelah tempat  duduknya. Mereka tidak bicara, hanya jari-jarinya &lt;i&gt;tat-tut-tat-tut&lt;/i&gt; di &lt;i&gt;keyboard laptop&lt;/i&gt; atau komputer, sambil terkadang cekikikan tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang dengan FB, orang bisa berjam-jam chating dengan orang di  seberang 'sana' padahal riilnya, hanya tetangga rumah, teman kantor  sebelah kamar atau bahkan teman seruangan, yang uniknya lagi chating  dengan teman di sebelah tempat duduk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila, manusia benar sudah dibuat tergila-gila dengan FB, apa lagi  sarananya ditambah dengan Blackberry. Bila chating dengan orang di  'sana' lintas daerah, lintas kota atau negara bisa dimaklumi, selain  menjaga silaturahmi, juga menambah persaudaraan di dunia maya.&lt;br /&gt;Tapi bila yang terjadi, dengan orang-orang di seberang 'sana' begitu  akrab, eh dengan orang orang yang riil di seberang 'sini' saling  bermusuhan, saling tidak menyapa, saling diam, sibuk dengan orang-orang  yang ada di 'sana'.&lt;br /&gt;Maka yang terjadi sosilisasi masyarakat menjadi 'terganggu' semuanya  akhirnya diam seribu bahasa. Bila ini terus berlanjut, manusia-manusia  bisa-bisa bukan lagi makhluk sosial, tapi menjurus kepada makhluk yang  begitu egoist, yang tak peduli lagi dengan orang sekelilingnya, mereka  asik dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Maka tidak heran ketika ada berita FB akan ditutup, banyak orang yang  resah, aneh. Dulu tak ada FB, orang biasa saja, mestinya bila FB tak  ada lagi, ya biasa saja. Loh kenapa pada resah?&lt;br /&gt;Itu makanya saya sebut diatas, manusia berjuta-juta orang sudah  'dijajah' oleh FB, jutaan Dollar, bahkan milyaran Dollar ditenggelamkan  dengan jaringan ini. Bahkan yang sudah tergila-gila FB, lebih baik tak  makan dari pada sehari tidak membuka FB. Dampak lainnya, yaitu tadi,  manusia menjadi 'diikat' oleh FB, bahkan ada yang menyebut 'Jamaah FB'  Lahirlah agama baru bernama FB!&lt;br /&gt;FB tetap netral, positif dan negatifnya tergantung pada penggunanya.  Namun kalau FB di tutup, banyak yang merasa dirugikan, karena FB sudah  menjadi ladang yang sangat menguntungkan bagi pemiliknya juga  penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun  pemiliknya hanya tinggal berkipas-kipas sekarang dan karena  yang menggunakan sudah jutaan orang di seluruh penjuru dunia, maka  siapapun pemiliknya tak akan menutup FB, kecuali bangkrut!&lt;br /&gt;Namun rasanya tak akan bangkrut, kalau 'Jamaah FB' terus menerus &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;  dan mengupload foto-foto atau tulisan mereka. Sekarang kalau ditanya,  siapa yang setuju FB ditutup? Saya yakin 99,99999 % banyak yang tak  setuju bila FB ditutup. Bukankah FB dulunya tak ada? Kalau pakai  analogi, dulu saat lahir kita tak punya apa-apa, ketika matipun kita tak  bawa apa-apa, lalu mengapa hanya karena FB pada resah bila ditutup? Nah  benarkan manusia telah 'dijajah' oleh FB?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya sebut 'dijajah' ? Ya itu tadi, rasanya kalau tidak buka  FB atau Kompasiana dalam satu hari, ada sesuatu yang hilang.  Jangan-jangan manusia lebih ingat FB, ketimbang Tuhannya! Jadi sudah tak  imbang, hubungan dengan Tuhannya lupa, hubungang dengan manusianya di  dunia maya berlebihan.&lt;br /&gt;Ya tunggu aja kehancurannya dan Allah punya cara sendiri untuk  mengingatkan hambaNya yang lupa kepadaNya. Lagi pula kalau FB ditutup  kan tidak kiamat! Bahkan bisa jadi membawa hikmah bagi yang kreatif,  bahkan mungkin penggemar Kompasiana makin banyak, anda membuat sesuatu  yang melibihi FB, mengapa tidak? Tapi ingat, jangan lupakan Allah!&lt;br /&gt;Banyak manusia yang sudah benar-benar jatuh kepada syirik dengan  adanya FB ini, ada yang yang begitu tergila-gila atau kecanduan FB,  hingga tiada hari dan waktu yang terluang kecuali membuka FB, di mana  sja dan kapan saja FB menjadi acuannya, ya sama kasusnya dengan  penggunaan internet secra umum.&lt;br /&gt;Yakh taka pa-apa juga kalau memang digunakan hal-hal yang positif yang membawa hikmah bagi kehidupan, tapi kalau hanya ber-&lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; ria dan &lt;i&gt;cekakak-cekikik&lt;/i&gt; tak karu-karuan, ya ampun!&lt;br /&gt;Yang lebih repot lagi seperti yang saya sebut di atas, ada yang  sampai paranoid, ketakutan luar biasa ketika kabar FB akan ditutup,  anehkan? Itu yang sya bilang dijajah, sudah 'menghamba' pada FB,  terlalu!&lt;br /&gt;Iya masa hanya gara-gara FB kabarnya mau ditutup, mereka yang pada  panas dingin, pada resah dan gelisah, padahal baru kabar, belum  benar-benar ditutup, jangan-jangan kalau ditutup banyak yang pinsan atau  pada bunuh diri, karena tak bisa bernansis ria lagi di depan khalayak  ramai.&lt;br /&gt;Aneh memang dunia sudah dijungkir balikan dengan adanya Internet ini,  yang positif tak ada masalah, seperti adanya Eramuslim ini dan web yang  sejenis, ini sangat positif, ada pertanyaan sedikit, megapa Eramuslim  tidak sekalian membuat kolom khusus yang menyediakan ruang &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;  bagi pembaca Eramuslim sekaligus tempat silaturrahim bagi pembacanya,  kan lebih menarik tuh, ya sekalian mengcounter FB, itu yang saya sebut  dengan kreatif di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan FB yang akan ditutup atau tetap dibuka, yang penting   bagi seorang muslim tidak tergantung pada apapun, kecuali Dia Yang Maha  Besar, Allah SWT. Coba kita ulang lagi, masa gara-gara kabar FB mau  ditutup pada gelisah dan resah, bahkan nyaris ketakutan, loh apa-apaan  ini?&lt;br /&gt;Masa tergantung pada FB, anehkan? Biasa-biasa sajalah. Mungkin ini  berlawanan arus dengan kebanyakan orang-orang, tapi tak apa-apa, biarkan   saya jadi musuh bersama, loh dari pada tak ada yang mengingatkan bahwa  FB itu bukan apa-apa, bukan Tuhan yang perlu disembah, diperhamba, jadi  mengapa takut FB ditutup? Mari katakan, "FB ditutup? Siapa takut!"&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;sumber:eramuslim.com &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1076114499031769885?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1076114499031769885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1076114499031769885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/01/mengapa-takut-bila-facebook-ditutup.html' title='Mengapa Takut Bila Facebook Ditutup?'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TTZ-uufvXvI/AAAAAAAAAIk/UswalSy5r1o/s72-c/facebook.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8391314223765185918</id><published>2011-01-18T11:57:00.000+07:00</published><updated>2011-01-18T11:57:53.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Istri Shalihah Penyejuk Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Ali Mustofa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah fitrah pada manusia. Ketika cinta itu bersemi, maka  dunia akan menjadi begitu indah. Ada yang bilang ”dunia serasa milik  berdua, sedang yang lain cuma ngontrak”. Cinta yang suci akan membuat ia  semakin dekat dengan Allah, karena memang cinta seperti ini dilandasi  atas dasar cinta karena Allah. Sebaliknya cinta yang tidak suci akan  semakin menjauhkan ia dengan Rabbnya.&lt;br /&gt;Seorang pria tentunya mendambakan seorang wanita yang baik untuk  menjadi pendamping hidupnya. Yang menaatinya, mampu mengurusi urusan  rumah tangga, mendidik anak, sebagai sekretaris sang suami, dan  lain-lain. Wanita shalihah yang akan berusaha selalu tampil mempesona  ketika dihadapannya. Hal ini digambarkan oleh Rasulullah Saw:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Saw bersabda &lt;em&gt;“Sebaik-baik  wanita adalah yang menawan hatimu bila engkau pandang, taat manakala  engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan  diri-nya ketika engkau tidak ada di rumah.&lt;/em&gt;”(HR. Ibnu Jarir dan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: &lt;em&gt;“Tidak ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh wanita, setelah hak Allah dan Rasul-Nya, yang lebih wajib daripada hak suami”&lt;/em&gt; (Majmu’ Fatawa. 32/260). Ketaatan istri ini adalah dalam rangka menaati Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Bagi para pengemban dakwah, mereka ingin seorang pendamping yang juga  siap men-support suaminya dalam melakukan tugas dakwah. Yang siap  menghadapi resiko apapun ketika menghadapi tantangan-tantangan dakwah,  yang tidak terlalu banyak menuntut, pandai bersyukur dan penuh  kesabaran. Disamping itu ia juga tidak melupakan tugas dakwahnya. Istri  yang akan menjadi pakaian dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Istri yang siap mengikhlaskan suaminya jika hendak pergi berjihad,  bahkan kalau diperlukan ia juga ikut turut serta dalam medan Jihad.  Sebagaimana para sahabiyah dahulu. Bukhari telah memberitakan dari Anas  ra. dia berkata: “Pada hari peperangan Uhud ramai orang Islam yang  terkocar-kacir dan terpisah dari Nabi Saw Dan aku lihat Aisyah binti Abu  Bakar dan Ummi Sulaim tergesa-gesa membawa kantung Qirbah (terbuat dari  kulit kambing) yang berisi air, memberi minum orang-orang yang dahaga  dalam pertempuran itu. Sesudah habis mereka pergi lagi mengisi air dan  memberi minum kepada tentara Islam yang berperang itu.” (Baihaqi 9:30).&lt;br /&gt;Ibnu Abbas pernah mengatakan pasangan hidup yang sholeh (Al-azwaju  shalihah) merupakan salah satu dari 7 indikator kebahagiaan dunia.  Sungguh, istri yang shalihah adalah idaman bagi para pria, karena  memiliki istri yang shalihah merupakan perhiasan paling baik dari dunia  beserta isinya. “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan  dunia adalah istri yang shalihah”. (HR. Muslim, Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Bagi para pria termasuk saya, berusahalah untuk menjadi pria yang  shalih, sehingga pantas mendapatkan istri yang shalihah. Yang siap  menunaikan kewajibannya sebagai suami, sebagai imam yang tangguh dan  terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8391314223765185918?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8391314223765185918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8391314223765185918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/01/istri-shalihah-penyejuk-hati.html' title='Istri Shalihah Penyejuk Hati'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5328006084074124268</id><published>2011-01-09T10:00:00.000+07:00</published><updated>2011-01-09T10:00:24.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Puasa membawanya kepada HIDAYAH ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TSkkquLoXJI/AAAAAAAAAIg/HqPV49XPiWA/s1600/wahyu-02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TSkkquLoXJI/AAAAAAAAAIg/HqPV49XPiWA/s1600/wahyu-02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;small&gt;by: &lt;strong&gt;suharyantoharyanto&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/small&gt; &lt;br /&gt;Entah mengapa saya selalu terharu jika membaca kisah-kisah mu’alaf.  Seandainya saya terlahir bukan dari keluarga muslim, apakah saya akan  menemukan hidayah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini saya kutip dari Swaramuslim.com, semoga bisa menginspirasi saudara-saudara kita yang lain.&lt;br /&gt;Hidayah datang lewat berbagai cara. Seperti yang dialami oleh  komedian bule Wahyu Suparno Putro Dale Collin Smith. Pria berdarah  Scotlandia namun berkewarganegaraan Australia ini mengaku memeluk Islam  lantaran ingin mengerjakan Salat Tarawih setelah ikut berpuasa Ramadan.  Berikut kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994 saya bekerja di Jogjakarta. Waktu itu saya dikontrak oleh  sebuah penerbangan swasta di Indonesia, di bagian manajemen. Saat itu  saya belum berkecimpung di dunia seni peran seperti sekarang ini. Kala  itu saya beragama Budha. Dalam ajaran Budha kita diharuskan untuk  belajar bertoleransi. Selama di Jogjakarta saya banyak bertemu dengan  orang-orang yang beragama Islam. Saya kadang suka ikutan puasa bersama  mereka saat Ramadan tiba. Alhamdulillah saya puasa full lho selama Bulan  Ramadan itu.&lt;br /&gt;Senang bisa puasa dan berbuka puasa bersama-sama mereka. Hanya saja  saya merasa ada sedikit yang kurang dalam melaksanakan semua itu. Karena  saya tidak bisa menjalani Salat Maghrib dan Salat Tarawih bersama  teman-teman saya itu. Apa yang saya kerjakan terhenti begitu waktu  berbuka puasa tiba. Hal itu berlangsung sampai tiga tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bangun Subuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga mengalami kejadian yang terbilang berbeda pula.  Setiap hari saya selalu terbangun ketika azan Subuh berkumandang. Itu  terjadi setiap hari tanpa terkecuali. Peristiwa itu akhirnya saya  tanyakan kepada bapak angkat saya. Kebetulan ketika saya mulai tinggal  di Jogja, saya bertemu dengan seorang bapak yang akhirnya saya anggap  seperti ayah sendiri. Jadi kalau saya ada apa-apa biasanya bertanya  kepadanya. &lt;br /&gt;Waktu itu dia menyarankan saya untuk menanyakan hal itu kepada  seorang ustadz yang biasa dipanggil Pak Haji, yang tinggal di belakang  rumah saya. Saat itu Pak Haji bilang kalau kita terbiasa bangun subuh  tanpa memakai jam beker, berarti malaikat mulai dekat dengan kita.  Sehingga kita suka terbangun ketika subuh tiba. Dari situlah saya  akhirnya mulai banyak belajar tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Tenang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar Al Quran dari Pak Haji. Setelah saya merasa benar-benar  mantap, akhirnya saya masuk Islam. Bukan berarti dalam agama Budha saya  tidak merasa tenang, tetapi saya merasakan kalau ajaran Budha lebih  mirip prinsip hidup daripada agama. Sementara Islam mengajari hubungan  vertikal antara hamba dengan Tuhannya. Jadi inilah yang membuat saya  merasa cocok dan merasakan adanya ketenangan setelah&lt;br /&gt;mempelajari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya, kenapa saya beragama Budha bukannya Kristen. Itu  mungkin disebabkan karena saya lebih tertarik dengan Budha. Kebetulan  kedua orang tua saya tidak beragama. Mereka menyerahkan urusan agama  kepada saya, mana yang saya rasa cocok ya silakan dipeluk. Dulu sewaktu  saya berumur sekitar sepuluh tahunan, di sekolah saya banyak mendapatkan  cerita tentang Gandhi. Beliau pribadi yang penuh kasih. Dan saya memang  menyukai pribadi orang yang seperti itu. Saya tipe orang yang tidak  bisa menyakiti orang. Saya tidak menyukai peperangan dan memukul orang.  Waktu itu saya berpikir misi Budha cocok untuk saya. Makanya saya pilih  Budha (Nyambung nggak ya sama Gandhi ? – amanah).&lt;br /&gt;Tapi selama itu saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam jiwa saya.  Dan sekarang saya sudah dewasa dan jauh lebih matang. Jadi melihat  segala sesuatunya tidak serba hitam putih saja. Namun ada sisi yang  lain. Saya tidak langsung menurut dan terpengaruh atas apa yang saya  baca. Saya melakukan sesuatu aras panggilan jiwa bukan hitam putih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masuk Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk Islam sekitar tahun 1999 di Jogjakarta, di sebuah mushola  di belakang rumah saya. Sewaktu saya berikrar masuk Islam, saya sempat  ditanya mengapa saya masuk Islam. Saya jelaskan kalau itu panggilan jiwa  saya. Mereke bertanya seperti itu karena di sana baru saja terjadi  suatu peristiwa, di mana terdapat suau kelompok orang yang masuk Islam,  tapi belakangan diketahui dia masuk Islam dengan tujuan untuk merusak  Islam dari dalam. Mereka bertanya apakah apakah saya termasuk kelompok  itu. Ya saya jawab bukan, karena saya juga baru mendengar ada kejadian  sepert itu untuk pertama kalinya. Saya katakan saya masuk Islam dari  hati nurani. Sewaktu saya membaca shahadat saya terharu sekali, sampai  menitikkan air mata. Saya merasa seperti ada yang menyentuh kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diberi nama muslim Wahyu oleh ayah angkat saya. Waktu itu saya  meminta untuk tidak diberi nama Muhammad, karena hampir semua orang bule  yang masuk Islam namanya Muhammad. Saya ingin berbeda. Saya juga  mencantumkan nama bapak angkat saya Suparno di belakang nama Wahyu,  untuk menghormati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kedua orang tua saya sudah meninggal dunia semua. Jadi saya  sudah menganggap beliau seperti orang tua saya sendiri. Mereka tinggal  di Jogjakarta saat ini. Setiap lebaran tiba, saya pasti merayakannya  bersama mereka. Kini keinginan saya hanya satu, ingin bisa  memberangkatkan haji keduanya. Setelah keduanya bisa berhaji, barulah  saya mempersiapkan diri untuk berhaji.&lt;br /&gt;Diambil dari kumpulan kisah mualaf tabloid Nurani, yang diterbitkan  ke dalam buku Hidayah Allah untuk Para Pendeta, JP Books, Surabaya,  Maret 2007. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;sumber: &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;http://suharyantoharyanto.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5328006084074124268?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5328006084074124268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5328006084074124268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2011/01/puasa-membawanya-kepada-hidayah-islam.html' title='Puasa membawanya kepada HIDAYAH ISLAM'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/TSkkquLoXJI/AAAAAAAAAIg/HqPV49XPiWA/s72-c/wahyu-02.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-2276059758690759776</id><published>2010-12-12T16:56:00.001+07:00</published><updated>2010-12-12T17:00:16.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Dunia Maya Memesonakannya</title><content type='html'>&lt;i&gt;Oleh&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Anung  Umar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia seorang ikhwan yang &lt;i&gt;iltizam&lt;/i&gt; terhadap din. Penghafal  Al-Quran yang juga sangat bersemangat dalam mempelajari sunnah Nabi,  mempraktekkannya dan mendakwahkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Bolehlah sebut dia sebagai aktivis dakwah. Dengan cahaya ilmu dan amal  yang menghiasi dirinya, maka tak bisa ditampik lagi, berbagai pujian pun  mengalir untuknya. Keluarga, teman-teman dan orang yang mengenalnya  memujinya.  “Saleh” , “zuhud” , “alim” dan berbagai atribut sanjungan  lainnya mereka sematkan untuknya.&lt;br /&gt;Demikianlah keadaannya. Sampai ketika ia telah mengenal internet, di  sinilah perubahan itu bermula. Ia yang walaupun latar belakangnya dari  sekolah umum, namun sejak mengenal dakwah dan tarbiyah sudah mulai  menjaga jarak dari lawan jenis, bahkan terputuslah komunikasi antaranya  dengan lawan jenis, kecuali bila darurat atau ada hajat yang perlu  ditunaikan. Tatkala ia membuka dan menjelajahi dunia maya, terkesiaplah  ia. Ia melihat dunia baru yang belum pernah dikenalnya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpana menyaksikan interaksi antara (sebagian) ikhwan dan akhwat  di “dunia baru” ini. Kalau hubungan antara (sebagian) ikhwan dan akhwat  terasa “dingin” di dunia nyata, namun di dunia maya, justru  “kehangatan”lah yang terasa. Sekat yang selama ini membatasi pergaulan  Ikhwan-akhwat dalam dunia nyata, seolah-olah tak teraba di dunia maya.   Para ikhwan yang selama ini  “kaku”, “jaim (jaga image)” di depan  akhwat, begitu juga sebaliknya, namun di dunia maya semua itu seakan  tinggal cerita. Yang ia saksikan justru “keramahan”: saling menyapa,  canda dan curhat mesra. ”Pesona” seperti inilah yang ia saksikan hampir  setiap hari di dunia maya. Terlihat “indah” memang. Namun, baginya  “pesona” itu hanyalah kamuflase atau fatamorgana yang menipu. Ia tak  menghiraukannya. Ia tetap istiqamah dalam ilmu dan amalnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, betapapun jernihnya kaca, bila selalu terkena debu maka  akan kusam pula akhirnya. Meskipun ia mengingkari “pesona” yang ada di  depan matanya, namun ketika “pesona” itu berulang-ulang disaksikannya  sehari-hari, tanpa disadari “pesona” itu meronai benaknya dan bergelayut  di hatinya. Jadilah “pesona” itu seakan magnet yang menariknya untuk  menghampiri dan menyambutnya.  Maka tatkala luapan “pesona” itu telah  tertambat kuat di hatinya dan membuncah di dadanya, tak sanggup lagilah  ia untuk menjauhinya . Ia pun menghampiri blog-blog para akhwat demi  “maslahat dakwah”. Ia buka chatting dengan lawan jenis untuk suatu  tujuan yang namanya “hidayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, ada “kehangatan” tersendiri baginya ketika itu. Maka ia  pun makin bersemangat memberikan faidah atau nasehat kepada lawan  jenisnya melalui komentar di blog maupun chatting. Demikianlah  seterusnya, nasihat demi nasihat selalu mengalir darinya. Setelah  berlalu beberapa waktu  dilanjutkan dengan “nasihat akrab”: nasihat  dengan sedikit canda agar menghilangkan “kekakuan”. Demikian seterusnya.  Sampai akhirnya ia mengunjungi blog-blog para akhwat dan chatting  dengan mereka hanya sekedar untuk bercanda, mengisi waktu luang dan  mengobati kejenuhan.&lt;br /&gt;Tanpa terasa adab-adab berbicara terhadap lawan jenis makin  dilalaikan. Ilmu dan amal yang selama ini dikerjakan mulai ditinggalkan.  Akhirnya pikirannya dipenuhi dengan “pesona dakwah“ yang dijalankannya.  Di hatinya tersemai rindu untuk bertemu dengan “mad’u”nya. Bila satu  hari saja tidak memberi “nasehat”, kegalauan mengurung hatinya dan  menyesakkan dadanya.&lt;br /&gt;Tak terasa hafalan Al-Qurannya pun terganggu. Kekhusyukannya dalam  membaca dan merenungi kitabullah pun mulai luntur.  Hari demi hari  berlalu terasa makin sulit baginya untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Quran  yang dibaca atau didengarnya. Ia tidak bisa lagi mencecap manisnya  menyelami Al-Quran seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Apa yang salah denganmu, ya akhi? Kenapa hatimu menjadi keras? Mana  air mata yang dulu meleleh di wajahmu tatkala ayat-ayat Allah  dilantunkan? Mana semangat beramalmu yang dulu membara tatkala  hadits  Nabi disebutkan? Apa penyebab semua ini, wahai saudaraku?&lt;br /&gt;Internet! Itulah jawaban dari semua pertanyaan tadi. Kamu telah  menjadi korban internet. Internet, chatting, facebook dan yang  semisalnya telah menjauhkanmu dari cahaya hidayah!&lt;br /&gt;Internet memang merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan Allah  kepada kita semua di zaman ini. Namun siapa yang menyangka jika  kenikmatan ini bisa berubah menjadi kebinasaan tatkala melampaui  batas-batas hukum-Nya atau digunakan untuk selain yang diridhai-Nya.&lt;br /&gt;Tak ada yang salah seorang ikhwan ingin mendakwahi atau memberikan  faidah kepada akhwat, begitu juga seorang akhwat ingin mendakwahi atau  memberikan faidah kepada ikhwan. Namun apa faidah yang ingin kamu  sampaikan jika ada “sesuatu”  pada hatimu tatkala menasehatinya? Apa  faidah yang ingin kamu sampaikan jika pikiranmu membayangkan sosoknya?  Apakah kata-kata mesramu itu bisa menunjukkannya pada hidayah? Apakah  candamu itu bisa mendekatkannya kepada Allah?&lt;br /&gt;Betul, di zaman salafus saleh memang ada surat-menyurat antara pria  dan wanita. Melalui surat, mereka saling menegur, menasehati, memenuhi  kebutuhan yang perlu diselesaikan. Akan tetapi, sudahkah kamu menyamai  mereka dari sisi ilmu dan ketakwaan? Apakah kamu telah meneladani mereka  dalam menjaga adab-adab berbicara terhadap lawan jenismu? Apakah  derajat ketakwaanmu telah menyamai mereka sehingga hatimu tak merasakan  “apa-apa” tatkala menasihati “mad’u”mu?&lt;br /&gt;Kalau jawabanmu belum, maka tutuplah “keindahan” dan “kerinduan”   yang telah kamu rasakan ini. Gantilah itu dengan keindahan tangismu  tatkala membaca ayat-ayat Rabbmu. Gantilah itu dengan kebahagiaan hatimu  tatkala mempraktekkan sunnah Nabimu. Gantilah itu dengan kerinduanmu  untuk bertemu dengan-Nya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu merasa kebiasaan barumu itu sebagai sesuatu yang lumrah  dan lazim, apalagi sampai menganggapnya sebagai  sesuatu yang perlu  diperjuangkan dan tidak semestinya dikekang, maka marilah kamu kami  mandikan, kami kafankan, kami shalatkan, lalu kami kuburkan. Karena  hatimu sudah beku, sekarat atau mati, meski masih bergerak jasadmu,  masih menatap matamu,dan masih berbicara lisanmu. innaa lillahi wainnaa  ilaihi raji'un…&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Muharram 1432/ 10 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;a href="http://anungumar.wordpress.com/"&gt;anungumar.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-2276059758690759776?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2276059758690759776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2276059758690759776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/12/dunia-maya-memesonakannya.html' title='Dunia Maya Memesonakannya'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-3080142784731130000</id><published>2010-12-03T19:53:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T19:53:37.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Life Doesn’t Mean To Be Beautiful All The Time</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Endang TS Amir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal seorang ibu yang energik dan selalu ceria. Teringat dahulu, setiap sore, saya melihatnya bermain volley. Atau di tiap minggu pagi, ia selalu ikut senam di kompleks sebelah. Pokoknya, ia terlihat sering beredar untuk kegiatan olahraga, karena hari-hari ia hanya disibukkan mengurus suami dan anak semata wayangnya.&lt;br /&gt;Keadaan berubah, kini tiap hari ia sibuk bekerja sebagai PRT paruh waktu. Istilahnya ia memegang “dua pintu” yang artinya ada 2 rumah yang menjadi tanggungjawabnya untuk diurus. Pagi-pagi ia sibuk mengurus urusan rumah tangganya sendiri. Jam 07.00 dia bekerja di rumah yang pertama hingga jam 12.00. Kemudian ia pulang sejenak, dan mulai bekerja di rumah yang kedua pada pukul 14.00 siang hingga menjelang maghrib. Itulah rutinitas hariannya kini. Hal itu ia lakukan karena suaminya sakit, kemudian diberhentikan dari tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;Suatu hari, aku yang tidak tahu tentang perubahan nasibnya bertemu;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, Mama A, mau kemana?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam Bu, saya mau kerja.” Jawabnya sambil senyum-senyum.&lt;br /&gt;“Kerja dimana?” Tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Di komplek . Sekarang saya kerja Bu. Soalnya suami saya sakit, jadi nggak bisa kerja lagi. Saya deh yang gantiin cari duit.” Jawabnya tetap dengan senyum dan tidak terdengar nada mengeluh.&lt;br /&gt;“Ooo, begitu…” jawabku sambil  bingung hendak merespon bagaimana atas berita dari Mama A ini.&lt;br /&gt;“Nasib nggak bisa ditebak Bu, sekarang lagi giliran saya. Roda kehidupan khan muter, nggak bisa kalo pengen seneng terus.” Jawabnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;. Nasibnya berubah. Tapi ada yang tidak berubah. Ibu ini tetap terlihat bahagia dan ceria. Rasa sadar, bahwa keadaan tersebut adalah “jatahnya”. Rasa sadar, bahwa kebahagiaan dan kesedihan disilihpergantikan, membuatnya tidak berduka cita atas nasibnya. Yaa…&lt;em&gt;Life doesn’t mean to be beautiful all the time&lt;/em&gt;. Saya bahagia mendengar jawabannya, dibarengi rasa kagum atas kerelaan ibu tersebut menerima nasibnya.&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita yang dapat menyadari hal tersebut? Umumnya kita tahu bahwa, roda kehidupan berputar, kadang dibawah, kadang diatas. Kadang senang, kadang susah. Kadang diberi kelapangan dan kadang diberi kesempitan. Tapi, jika benar terjadi hal yang buruk, siapkah? Jika benar terjadi hal yang menyedihkan, sanggupkah?&lt;br /&gt;Kita semua, lazimnya menginginkan yang terbaik, terindah, terenak dan segala ter-ter yang lain yang menyenangkan. Dan kitapun berharap hal tersebut berlangsung lama dan kalau bisa seterusnya. Salahkah? Tentu tidak. Namanya harapan, pastilah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tengoklah realitas. Merupakan &lt;em&gt;sunnatullah&lt;/em&gt;, bahwa segala sesuatu ada pasangannya dan ada masa berakhirnya kecuali Allah SWT. Pernahkan anda mengenal seseorang yang menyatakan bahwa ia tidak pernah merasa bersedih dan tidak mengenal kesedihan? Atau, pernahkah anda mengenal seseorang yang meyatakan bahwa ia tidak pernah merasa bahagia dan tidak mengenal rasa bahagia? Kalau saya tidak. Karena, walau sedikit, walau sebentar, kita pasti merasakan kebahagiaan ataupun kesedihan.&lt;br /&gt;Saya hanya pernah tahu, seseorang yang menurut pandangan saya enak sekali hidupnya. Sebutlah si D. Kalau mendengar riwayat hidupnya, sepertinya ia senang terus. Dari kecil hingga dewasa, ia tidak pernah hidup kekurangan. Apapun yang menjadi keinginan dan impiannya dapat dicapainya. Masalahpun tidak pernah menghinggapinya. Everything going well with her. Semua teman-teman, pada waktu itu, mau banget jadi si D. Waktu berlalu, satu persatu dari kami menikah, dan menyisakan teman saya si D itu, yang belum juga menikah hingga saat ini. Mungkin, kini, tidak satupun dari kami ingin menjadi dirinya. Sekali lagi, &lt;em&gt;life doesn’t mean to be beautiful all the time&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Inilah kehidupan. Ada senangnya, ada susahnya. Namun, beban hidup akan terasa lebih ringan, jika kita yakin akan ada akhirnya. Sementara kemapanan hendaknya membuat kita jadi lebih waspada, agar tidak kaget bilamana masa-masa sulit menghadang. Berusaha mempersiapkan diri untuk yang terburuk. Membekali diri, menyiapkan mental agar dapat tetap berpikir dan bertindak positif jika masa sulit benar-benar datang.&lt;br /&gt;Karenanya, lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan berharap dengan harapan terbaik yang kita inginkan, seraya memohon kepada Sang Penguasa agar memberi kita ketabahan, kesabaran dan jalan keluar termudah dan tercepat atas segala “kesulitan” hidup yang harus kita jalani.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Walahu’alam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ummuali.wordpress.com/"&gt;ummuali.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber: eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-3080142784731130000?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3080142784731130000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3080142784731130000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/12/life-doesnt-mean-to-be-beautiful-all.html' title='Life Doesn’t Mean To Be Beautiful All The Time'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1652116818679023830</id><published>2010-06-22T01:08:00.002+07:00</published><updated>2010-06-22T01:44:12.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari 100 Medan Pertempuran (1137 - 1193 M)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Posted by: Admin on Sunday, May 22, 2005 - 01:15&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;SULTAN SALAHUDDIN AL-AYYUBI, namanya telah  terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik  dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam  karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib  yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan  Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat  estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka  Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad  saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan  kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui "Siratun  Nabawiyah". Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di  kalangan umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung  menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri  pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia  baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci  Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan,  keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah  pimpinan Richard Lionheart dari Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling  panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat  manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan  membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah  Asia Barat yang Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Barat berkata, "Perang Salib merupakan salah satu bagian  sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani  menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga  ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka  mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa  sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan  sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas  dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala  bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang  melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang  dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The  Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari  tangan kaum Muslimin". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap cara dan jalan ditempuh", kata Hallam guna membangkitkan  kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang  Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari  segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri  dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville  mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan  kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan  melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak  terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara  Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah  yang tandus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan  kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta  menggeletar" demikian tulis pengarang Perancis Michaud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib  Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa  yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan  kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan  dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam  kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan  pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap  daerah yang mereka lalui" kata Marbaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat,  menurut keterangan penulis Mill "terdiri dari gerombolan yang nekat dan  ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya  menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya  mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah  mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian  besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi  Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan  pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi  kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui  pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya  kota Antioch. Mill menulis: "Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan  anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh  tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai  tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu  angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan  kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar  habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat  berharga, termasuk "Kutub Khanah" (Perpustakaan) Tripolis yang  termasyhur itu. "Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu  kehabisan tenaga," kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan  disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan  yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak  kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja  Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci  Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan  Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar  Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang  untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk  menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka  sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar  biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama  diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni  Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani  juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian  Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat  Raja Syria Nuruddin Mahmud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan  Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di  Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167  Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah  Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan  Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya  dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud  �memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai ringgi.� &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Aziz AI Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai  berikut: "Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih  dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari  pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh  Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir.  Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil  perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke  rahmatullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi  Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat  Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada  saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi  penguasa yang sesungguhnya di Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun  1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama  Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang  mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin  mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya  dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama  raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala  macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu  berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana  yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara  Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan  panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota  Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis.  Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya  bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang  sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi  yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut  kembali kota itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana  rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat  Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh. dan  mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka.  Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus  Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi,  kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara  Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud:  "Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani  memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan." Berlawanan dengan  syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald  dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat  istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan  siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh  yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta  menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak  memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun  kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit  Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali  sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus,  Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga  Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang  singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh  Sultan yang berhati mulia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota  Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam  puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan  serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh  perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani  itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi,  dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum  Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad  sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut  oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara  besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem  tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita  kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan  menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk  istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi  mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang  menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu  yang singkat. mengulangl lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman.  Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari  tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum peenyerbu itu  yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang  berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar  mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d'  Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa �di serambi  masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang  kuda prajurit.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib  berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka  peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban  dengan keganasan. �Semua tawanan� kata Michaud, �yang tertolong nasibnya  karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena  mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh  dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari  menara dan rumah kediaman; mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret  dari tempat persembunyiannya di bawah tanah; mereka dipancing dari  tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan  mayat.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah,  bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan  algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang  menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan  sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi  budak yang hina dina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: �Telah diputuskan,  bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan  oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh  hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya,  anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih.  Lapangan-Iapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok  Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki  dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh  belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di  Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali  kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem  pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani  untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan  meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan  sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan  itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat  pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak  mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: �Tuan  saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para  prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri  ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami.  Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana  Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan  penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu  dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang  berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta  bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan  serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang  sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem  dalam tangan tentara Salib satu abad sebe1umnya. Para komandan pasukan  tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada  tentara Salib yang telah dikalahkan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat  perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. �Banyak kaum  Nasrani yang meninggalkan Jerusalem,� kata Mill, pergi menuju Antioch,  tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan  perlindungan kepada mcreka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka  pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana  dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang  sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para  pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari  pengungsi ini, kata Michaud. �Seorang wanita karena putus asa  melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani  yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya,� kata Michaud.  Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum  Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan  mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre,  di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan  Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan  kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah  kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota  Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu  balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia  harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani  yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia  mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan  mengepung kota Ptolemais. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar  di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala  bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta  raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang  besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka  mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam  sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan  meninggalkan korban yang cukup besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan  gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota  suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka  secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin  besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya  menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan  makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui  bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan  dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas  kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu  penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh  kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di  hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan  Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin  yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150  mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang  berat terhadap tentara Salib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai  yang diterima oleh Sultan. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya  adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta  menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang  demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian  perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel  dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu" tulis Michaud  "di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak  lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam  pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta  kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan  Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya  tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa  dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh  karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan.  Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam  pertempuran ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan  kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah  sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid  di seluruh daerah yang diperintahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat  perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada  tanggal 4 Maret tahun 1193. "Hari itu merupakan hari musibah besar, yang  belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak  mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin" demikian tulis seorang penulis  Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat  Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti  usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang  sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa  kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam  pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih  sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan  keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang  menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju  perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik  pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman  dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan  Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah  tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan  golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam  serta dengan penuh kebajikan. "Di Eropa" tulis Philip K Hitti, dia telah  menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman  sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melapangkan kuburnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalahuddin al-Ayyubi, oleh Kwaja Jamil Ahmad (Lihat: Suara Masjid  No. 91, Jumadil Akhir-Rajab 1402 H/April 1982 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Preaching of Islam, oleh Thomas W. Arnold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Shalahuddin", kadang ditulis dengan ejaan: Saladin (biasanya oleh  Barat), Sholahuddin, atau Salahuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Saat ini, sineas Barat sedang membuat film berjudul "Kingdom of  Heaven". Film tersebut, terlepas benar atau tidaknya isi cerita,  berkaitan dengan tokoh Shalahuddin ini.&lt;br /&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hudzaifah.org&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1652116818679023830?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1652116818679023830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1652116818679023830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/06/shalahuddin-al-ayyubi-pahlawan-islam.html' title='Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari 100 Medan Pertempuran (1137 - 1193 M)'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5123680888518620613</id><published>2010-06-03T00:01:00.002+07:00</published><updated>2010-06-03T00:07:01.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman dan Takwa'/><title type='text'>Al-Qur`an Membawanya Terbang Ke Negeri Kanguru</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia masih berdiri penuh khusyuk di atas hamparan sajadah yang mulai  tampak lusuh itu. Sajadah yang telah bertahun-tahun menemani  tahajud-nya. Ia rasakan dirinya tengah berdiri di hadapan Allah yang  Maha Agung, yang melihat setiap gerak-geriknya, mendengarkan semua yang  ia ucapkan. Tuhan yang mengetahui segala isi hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matanya mengalir deras. Jiwanya berguncang hebat. Hampir saja ia  jatuh pingsan. Ayat-ayat yang ia baca membuat dadanya bergemuruh.  Perasaannya diaduk-aduk oleh keindahan ayat-ayat Sang Maha Pengasih.  Ketika ia membaca ayat-ayat tentang azab hatinya dipenuhi rasa takut  yang luar biasa. Ia membayangkan bahwa dirinya yang tengah diseret para  malaikat berwajah bengis ke jurang neraka. Ia merasa dirinyalah yang  dibakar di dalamnya. Begitulah setiap malam. Tak pernah absen. Tak  pernah tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa pada Tuhannya  dengan penuh rasa takut dan penuh harap.." (QS As-Sajdah: 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintanya pada Sang Pencipta telah melebihi segala cinta. Yang tak  terduakan oleh siapapun dan apa saja. Kerinduannya pada Sang Pemilik  Jiwa tak lagi dapat ia bendung. Air mata kerinduan selalu membasahi  taman hatinya. Saat di sepertiga akhir malam lah ia merasa dapat  melabuhkan penuh utuh rasa cinta yang menyesak itu pada Sang Kekasih.  Namun demikian, kerinduannya semakin memuncak dan tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tinggalkan kasur yang empuk demi merasakan nikmatnya bercinta dan  bermunajat dengan Penguasa Setiap Jiwa. Ia lawan rasa kantuk yang  bergelayut di pelupuk mata demi menumpahkan gejolak jiwa yang selalu  menyesak di dada. Ia tahan berdiri panjang di atas hamparan sajadah demi  mentababburi setiap ayat yang ia baca. Ia jatuhkan keningnya ke atas  bumi demi menghinakan dirinya di hadapan Tuhan yang Maha Mulia. Cinta  dan rindu telah membuatnya gila. Cinta dan rindu telah menjadikannya  mabuk dalam rasa yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah maha besar! Tidak ada yang lebih Agung dari Allah untuk disembah.  Kepada-Nya semua makhluk akan dikembalikan. Ia berdiri penuh tunduk di  hadapan Allah. Di hadapan Tuhan maha Agung yang ia cintai dengan segenap  hatinya. Ia merasa dirinya begitu kerdil dan hina di hadapan Allah. Di  hadapan Tuhan yang menciptakan langit bertingkat-tingkat. Di hadapan  Tuhan yang menciptakan gugusan bintang-bintang. Di hadapan Tuhan yang  menciptakan matahari, bulan dan segenap apa yang ada di jagat raya.  Setiap ayat yang ia baca, ia tadabburi. Ia resapi dalam-dalam maknanya.  Ia baca dengan penuh penghayatan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Alif laam miim.  Turunnya al-Qur`an yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari  Tuhan semesta alam. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia  Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya al-Qur`an itu adalah kebenaran  dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang  kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu, mudah-mudahan  mereka mendapat petunjuk. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi  dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia  bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya  seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka  apakah kamu tidak memperhatikan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik  kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut  perhitunganmu.Yang demikian itu ialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib  dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang membuat  segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai  penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari  saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke  dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran,  penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka berkata, "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam  tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan  mereka ingkar akan menemui Tuhannya. Katakanlah, "Malaikat maut yang  diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya  kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa  itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), 'Ya  Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami  (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh. Sesungguhnya kami adalah  orang-orang yang yakin'. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan  berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah  perkataan dari padaKu, 'Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu  dengan jin dan manusia bersama-sama'. Maka rasailah olehmu (siksa ini)  disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya  Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal,  disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisnya semakin pecah dan berderai. Ia seolah tak sanggup untuk  berdiri. Dadanya bergemuruh hebat. Rasa takut luar biasa mencekam  hatinya. Tubuhnya bergetar hebat. Ia menggigil. Ayat itu kembali ia  ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia  bersama-sama'. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu  melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang bernama Utsman itu tidak kuasa lagi melanjutkan bacaannya.  Tangisnya semakin deras. Ia ulangi lagi dengan sekuat tenaganya, tapi  tetap tak bisa. Nafasnya tidak beraturan. Dadanya semakin sesak. Ia  kerahkan lagi seluruh kemampuannya. Ia tak sanggup lagi untuk bertahan,  tiba-tiba ia rasakan tulang-tulangnya dilolosi satu persatu, ia jatuh  tak sadarkan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Assalamu`alaikum akhi Utsman, maaf jika sekiranya saya mengganggu,"  seorang pemuda memakai kopiah putih, berkacamata minus dan memakai baju  koko berwarna biru tua dan sarung cokelat mendekati Utsman yang tengah  khusyuk membaca Adzkar Pagi sambil menunggu waktu syuruq di Mesjid Nurul  Huda, Kawasan Gamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa`alaikum salam akhi Junaidi, apa kabar? Ada yang bisa saya bantu?"  balas Utsman penuh senyum dan ramah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Alhamdulillah sehat. Begini akhi, saya dapat info melalui Milis KMM  tentang tawaran jadi Imam Tarawih Ramadhan di Australia. Saya kira info  ini sangat bermanfaat buat akhi. Ini kertas pengumumannya saya print  tadi malam di warnet," lanjut Junaidi sambil memperlihatkan dua lembar  kertas pada Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman meraih dua lembar kertas itu. Ia baca sekilas. Ia amati isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaima akhi?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tawaran yang menarik. Terima kasih banyak infonya akhi. Insya Allah  saya akan coba mengikuti tesnya nanti. Mudah-mudahan Allah berkenan  memberi taufik-Nya pada saya untuk menjadi yang diterima, insya Allah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Insya Allah, akhi. Saya tidak meragukan kemampuan akhi. Saya sangat  yakin 100% akhi bisa lulus dalam seleksi nanti, insya Allah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Amin. Mohon doanya akhi."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Insya Allah akhi, mungkin itu dulu, saya harus pulang cepat, saya  hari ini ada tugas piket masak. Jika ada hal yang perlu saya bantu, akhi  nanti tinggal menghubungi saya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Insya Allah, terima kasih infonya dan juga bantuannya, semoga Allah  membalas kebaikan akhi, amin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Amin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Baik, saya pamit dulu ya, assalamu`alaikum," ucap Junaidi sambil  menyalami Utsman penuh hangat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Wa`alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh."&lt;/p&gt;Empat hari berlalu. Utsman dan Junaidi bertemu kembali di mesjid  Nurul Huda selepas shalat ashar. Saat itu Utsman tengah membaca Adzkar  Petang. Junaidi agak berat mendekati Utsman. Ia mencoba menahan diri  dengan mengulang hafalan al-Qur`an sambil menunggu selesainya Utsman  membaca Adzkar Petang. Setengah jam lebih berlalu. Utsman terlihat  selesai membaca Adzkar Petang yang menjadi rutinitas hariannya. Junaidi  segera menghampiri Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu`alaikum Utsman." &lt;p&gt;"Wa`alaikum salam akhi Junaid. Apa kabarnya?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Alhamdulillah saya sehat, semoga akhi juga sehat, amin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Alhamdulillah saya juga sehat."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bagaiman tentang tawaran kemaren. Jadi akhi ikut?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Insya Allah. Semua persyaratan sudah dikirim via email pada Panitia.  Tinggal mengikuti tesnya besok di Markaz PERSIS. Mohon doanya ya,  semoga saya sukses."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Insya Allah, saya akan bantu dengan do`a. Saya yakin akhi bisa  lulus."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bagaimana akhi begitu yakin pada saya?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Karena saya melihat tajwid akhi bagus sekali. Begitu juga iramanya,  mantap banget."&lt;br /&gt;"Dari mana akhi tahu kalau bacaan saya bagus?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ketika akhi jadi imam shalat jahr di mesjid ini dan sewaktu jadi  imam tarawih di mesjid ini juga."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Menurut saya, masih banyak yang lain yang lebih baik dari saya. Akhi  terlalu berlebihan menilai."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya kira, saya tidak berlebihan menilai. Ini betul-betul penilaian  yang natural, setelah saya coba bandingkan dengan bacaan teman-teman  yang pernah saya dengar. Mereka masih kalah jauh dari akhi. Saya cukup  terkagum dengan bacaan akhi. Saya merasakan akhi membaca dengan ikhlas,  penuh penghayatan dan tadabbur. Betul-betul mampu mengetuk hati dan  mengaduk rasa. Itulah yang saya rasakan setiap kali shalat di belakang  akhi saat akhi memimpin shalat jamaah. Tidak hanya saya yang merasakan  itu, tapi teman-teman lain juga merasakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya biasa saja akhi. Jika memang ada kebaikan, itu semua adalah  pemberian Allah semata."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ya, saya tahu itu adalah anugerah dari Allah pada hamba-hamba yang  Ia pilih di bumi untuk menjadi ahli-Nya. Satu lagi, sewaktu akhi jadi  imam dua hari yang lalu, ketika akhi membaca surat al-Qiyamah, seorang  kakek yang usianya saya taksir 60 tahun menangis tersedu-sedu mendengar  bacaan akhi. Sepertinya beliau begitu meresapi dan menghayati bacaan  yang ia dengar."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Alhamdulillah, semuanya adalah pemberian Allah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Boleh saya bertanya pada akhi?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Iya, silahkan. Saya akan menjawab sebisanya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bisa diceritakan bagaimana proses akhi menghafal al-Quran sampai  menjadi seperti sekarang ini?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Apa yang perlu saya ceritakan dan apa yang ingin akhi ketahui  tentang saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin bisa diceritakan masa lalu, bagaimana orang tua mendidik akhi  dan adik-adik akhi?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Baiklah. Saya akan sedikit bercerita pada akhi, mudah-mudahan ada  pelajaran yang bisa diambil, insya Allah. Saya tinggal di kampung,  tepatnya di sebuah kampung bernama Nagari Kamang-Hilir. Ayah saya hanya  seorang petani. Sehari-hari ke sawah dan ke ladang. Berangkat pagi  selepas shalat duha dan pulang sebelum ashar. Sedangkan Ibu saya seorang  Ibu rumah tangga. Alhamdulillah ayah dan ibu telah selesai menghafal  al-Quran saat masih sekolah tingkat Tsanawiyah. Bahkan sewaktu malam  pengantin mereka lewati dengan membaca al-Quran dari setelah isya  menjelang subuh. Niat mereka agar semua anak-anak yang lahir menjadi  penghafal dan pecinta al-Quran. Kami bersaudara berempat. Saya anak  pertama dan terakhir adalah perempuan. Sejak kecil saya telah diajarkan  membaca al-Quran. Tepatnya sejak umur 2 tahun saya telah diajarkan  mengenal huruf-huruf hijaiyah dan membaca al-Qur`an. Pada umur 6 tahun  saya telah selesai menghafal al-Qur`an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan adik-adik akhi?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Orang tua kami menerapkannya pada kami semua. Alhamdulillah pada  usia 6 tahun kami semua telah selesai menghafal al-Qur`an. Selanjutnya  dari umur 6-8 tahun kami mulai menghafal Kitab Sahih Bukhari. Pada usia  8-10 tahun kami menghafal Kitab Sahih Muslim. Dan dari umur 10-15 tahun  kami menghafal kitab-kitab hadits yang lain, seperti Sunan Abi Daud,  Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasai, dllnya. Sedangkan pada  usia 15-18 kami dimasukkan ke Pesantren. Disana kami belajar Bahasa  Arab, Tafsir, Hadits, Fiqh, Aqidah, Sirah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masya Allah, sebuah keluarga luar biasa. Dimana adik-adik akhi  sekarang?"&lt;br /&gt;"Adik saya yang nomor dua, sekarang belajar di Riyadh, Universitas Imam  Ibnu Su`ud. Adik yang nomor tiga tengah belajar di Fakultas Kedokteran  di Universitas Andalas, Padang. Sedangkan adik yang nomor empat atau  yang terakhir insya Allah tahun ini akan selesai dari Pesantren dan  rencana akan melanjutkan kuliah ke LIPIA Jakarta. Begitulah kami  digembleng oleh orang tua sejak kecil. Semua ini merupakan karunia dan  anugerah dari Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar-benar pembinaan yang luar biasa. Saya kagum dengan kedua orang  tua akhi. Semoga suatu saat nanti, ketika saya telah menikah saya dapat  mengikuti jejak orang tua akhi. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah, semoga terkabul akhi, amin. Mungkin itu yang bisa saya  ceritakan pada akhi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerita yang sangat menginspirasi dan menggugah. Saya yakin siapapun  yang mendengar kisah ini pasti akan terinspirasi. Sangat mencerahkan dan  patut dijadikan teladan. Sudikah kiranya akhi membacakan hadits-hadits  dari yang pernah akhi hafalkan tersebut, untuk memotivasi saya membaca  dan menghafal al-Quran, mudah-mudahan setelah mendengarkan hadits-hadts  itu saya semakin termotivasi dan giat menghafal al-Qur`an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah. Saya akan coba bacakan beberapa hadits. Dari Utsman  radhiyallahu `anhu berkata, Rasululllah shallallahu `alaihi wasallam  bersabda, "Orang yang terbaik diantara kalian ialah yang belajar  al-Qur`an dan mengajarkannya." Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari,  Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abdullah bin Umar radhiyalahu `anhu berkata, Rasulullah  shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Pada hari kiamat kelak akan  diseru kepada ahli al-Quran, 'Teruskanlah bacaan Qur`anmu dan  teruskanlah menaiki surga tingkat demi tingkat dan bacalah dengan tartil  seperti yang telah engkau baca di dunia, karena sesungguhnya tempat  terakhirmu adalah dimana engkau telah sampai pada ayat terakhir yang  kamu baca." Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Daud,  an-Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas`ud radhiyallahu `anhu berkata, Rasulullah shallallahu  `alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari  kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan adalah sama  dengan sepuluh kali lipat pahalanya. Saya tidak mengatakan bahwa  alif-lam-mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan  mim satu huruf." Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits lainnya adalah dari Mu`adz al-Juhani radhiyallahu `anhu berkata,  Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang  membaca al-Qur`an dan mengamalkan isi kandungannya, maka kedua orang  tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinarnya lebih  terang daripada cahaya matahari jika sekiranya matahari itu berada di  rumah-rumah kamu di dunia ini. Bagaimana menurut kalian mengenai orang  yang mengamalkannya sendiri?". Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan  Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhi Junaidi, sangat banyak hadits yang bisa dijadikan motivasi. Saya  hanya menyebutkan beberapa saja. Semoga dengan yang sedikit ini mampu  memotivasi akhi Junaidi."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Baarakallaahu fii ilmik, akhi alhabib. Saya sekarang sangat  tercerahkan dan termotivasi. Terima kasih banyak sudah berkenan berbagi  dengan saya. Saya merasa sangat beruntung bisa berkenalan dengan akhi  Utsman. Semoga persahabatan kita diridhai Allah dan berkekalan ke  akhirat nanti, amin."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Amin. Sama-sama akhi. Saya juga senang bisa berkenalan dengan akhi.  Banyak kebaikan yang bisa saya ambil dari akhi, alhamdulillah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ah, saya ini orangnya biasa saja. Gak ada apa-apanya dibandingkan  dengan akhi. Masih jauh dan masih banyak kurangnya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan terlalu merendah akhi. Tetap bersyukur dengan apa yang Allah  berikan, dan terus giat melakukan kebaikan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Iya, insya Allah. Sekali lagi terima kasih telah sudi berbagi dan  menyampaikan ilmunya, jazakumullahu khairan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Wa iyyak, akhi Junaidi," jawab Utsman penuh senyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mesjid Nurul Huda di Kawasan Gamik mulai lengang. Hanya beberapa  orang dari mahasiswa dan orang Mesir yang masih menetap di dalam Mesjid.  Mereka tengah membaca adzkar pagi, mentasmi` hafalan al-Quran dan  membaca buku. Utsman pun tengah sibuk berzikir pada Allah. Ketika waktu  syuruq telah masuk, 15 menit setelahnya Utsman shalat dua rakaat.  Shalatnya begitu khusyuk, tenang dan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ayat ia baca dengan penuh penghayatan. Sesekali ia menyeka air  mata yang menetes di kedua pipinya dengan jari-jari tangan kanannya.  Usai shalat sebuah SMS masuk ke Hp-nya. Ia buka sejenak SMS itu, dari  Haris Abdullah, Panitia Pelaksana Tes Imam Tarawih di Australia. Ia baca  pesan itu dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu`alaikum akhi Utsman. Alhamdulillah dari 13 orang yang ikut tes  kemaren akhi yang terbaik dan diterima. Selamat akhi. Kami berharap  kita bisa bertemu hari ini untuk membicarakan langkah selanjutnya di  Markaz PERSIS setelah Ashar. Baik, kami tunggu kedatangan akhi nanti,  terima kasih. Wassalamu`alaikum Wr.Wb."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustman tak dapat menahan rasa bahagianya. Ia lalu bersujud syukur,  menumpahkan kebahagiaan dan rasa syukurnya pada Allah, Sang Pemberi  Rizki. Tanpa terasa air matanya mengalir kembali. Segala puji bagi Allah  yang dengan nikmat-Nya menjadi sempurna kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Diantara yang menjadi inspirasi penulisan Kisah ini adalah pertemuan  dua hari yang lalu dengan sahabat saya yang mengikuti tes jadi Imam  Tarawih Ramadhan di Australia. Semoga dapat memotivasi kita semua, insya  Allah. Jika kita belum bisa mewujudkan saat ini, semoga anak dan cucu  kita kelak yang akan mewujudkannya. Amin.&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: eramuslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5123680888518620613?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5123680888518620613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5123680888518620613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/06/al-quran-membawanya-terbang-ke-negeri.html' title='Al-Qur`an Membawanya Terbang Ke Negeri Kanguru'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1110891737582921908</id><published>2010-06-02T23:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-02T23:09:56.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Ayat-Ayat Kauniyah Saat Daun Berguguran</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Syaripudin Zuhri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betapa banyak tanda-tanda atau ayat-ayat Allah SWT yang bertebaran di  alam semesta ini, karena sangat banyaknya hingga yang "terlihat" oleh  manusia kebanyakan adalah sesuatu yang " biasa" saja, seakan memang  seharusnya begitu adanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia menjadi kurang bersyukur atas segala macam nikmatNya atau  bahkan menjadi tak dapat "membaca" ayat-ayat Kauniyah yang ada di  dalamnya. Nah Karena saya di Moskow, maka saya mengajak sahabat semua  membaca ayat-ayat kauniyah yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini di Moskow sedang musim semi dan menjelang musim panas,   namun tak ada salahnya saya berbagi dengan sahabat-sahabat semuanya  mengenai musim gugur dan belajar pada musim gugur , yang memang  nuansanya seperti religius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasananya begitu menggugah suasana hati, terutama ketika daun-daun  berguguran dan saat melihat daun mulai berwarna kuning kemerahan, ada  suasana yang lain, ada suasana yang penuh keindahan dan terbentang lagi  ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaanNya. Mari kita lihat bait bait  berikut ini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika musim gugur tiba,&lt;br /&gt;Daun berguguran ditiup angin utara,&lt;br /&gt;Dengan girimis tipis,&lt;br /&gt;Disambut kabut bak tirai perawan suci,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daun berguguran satu demi satu menghujam bumi,&lt;br /&gt;Berputar putar bak penari sufi dari Turki,&lt;br /&gt;Melayang layang di udara sambil terus berputar berputar,&lt;br /&gt;Mengucap tasbih yang hanya dimengerti olehNya sendiri,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daun yang kuning kemerahan menebar keindahan ciptaan-Nya,&lt;br /&gt;Menari nari dihadapanmu menunjukkan kekuasaan Illahi,&lt;br /&gt;Yang kadang tertutup kabut cinta materi,&lt;br /&gt;Hingga tak mengerti bahwa itu adalah amanah illahi,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alhamdulilillah ya Illahi,&lt;br /&gt;Kau ajarkan kembali nilai pengorbanan,&lt;br /&gt;Dari daun yang berguguran yang rela menghujam bumi,&lt;br /&gt;Karena menopang pohon induknya,&lt;br /&gt;Dengan keyakinan akan kembali hijau di musim semi,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak apa kami berguguran,&lt;br /&gt;Asal kau tetap berdiri tegak menghujam bumi,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada musim gugur di belahan bumi utara,&lt;br /&gt;Ada musim semi di belahan bumi selatan,&lt;br /&gt;Di saat bersamaan musim gugur dan musim semi,&lt;br /&gt;Menari bersamaan membentuk keindahan alam,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada keindahan pada setiap musim yang diciptakanNya,&lt;br /&gt;Daun yang kuning kemerahan,&lt;br /&gt;Berjatuhan sambil melayang di udara,&lt;br /&gt;Berputar-putar bak penari darwis yang sedang fana,&lt;br /&gt;Sambil melantunkan tasbih,&lt;br /&gt;Yang dimengerti olehNya sendiri,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keindahan ciptaanNya,&lt;br /&gt;Kau temukan juga saat daun berguguran,&lt;br /&gt;Ntah berapa milyar daun berguguran di berbagai negeri,&lt;br /&gt;Telah menciptakan suatu tarian sunyi,&lt;br /&gt;Menimbulkan nyanyian simfoni yang bercitra tinggi,&lt;br /&gt;Bagi yang mengerti dan memahami ayat-ayat Illahi,&lt;br /&gt;Betapa besar ayat-ayatNya yang berteberan di jagat raya ini,&lt;br /&gt;Termasuk saat daun yang berguguran,&lt;br /&gt;Yang menari dan berputar sambil melayang dan bertasbih,&lt;br /&gt;Dengan caranya sendiri dan dimengerti oleh-Nya,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagitu banyak ayat-ayatnya bertebaran di muka bumi,&lt;br /&gt;Lalu nikmatNya yang mana lagi yang mau kau dustakan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah… seandainya kau mengerti,&lt;br /&gt;Ada Dia di balik setiap materi dan setiap kejadian yang terlihat alami,&lt;br /&gt;Namun kau terkunci mati,&lt;br /&gt;Karena mengejar materi yang tiada henti,&lt;br /&gt;Lalu kapan kau kembali,&lt;br /&gt;Pada Dia yang hakiki dan Abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daun yang berguguran,&lt;br /&gt;Mengajari kembali jiwa-jiwa suci,&lt;br /&gt;Bahwa ada hidup sesudah mati,&lt;br /&gt;Ada musim semi setelah musim dingin,&lt;br /&gt;Ada kehijuan mengganti dedaunan yang telah berguguran,&lt;br /&gt;Di musim semi nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lukisan ke MahabesaranNya di musim gugur telah kembali,&lt;br /&gt;Terpampang di setiap jalan yang kau lalui,&lt;br /&gt;Membuka ketentraman jiwa dan hati,&lt;br /&gt;Dengan daun yang berguguran,&lt;br /&gt;Memompa para seniman untuk berkraesi kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya illahi,&lt;br /&gt;Dedaunan telah gugur dan terus bertasbih memuji-Mu,&lt;br /&gt;Tasbih yang dimengerti oleh-Mu sendiri,&lt;br /&gt;Memuji illahi dengan ketabahan yang sangat tinggi,&lt;br /&gt;Dedaunan terus bernyanyi dipadang sunyi,&lt;br /&gt;Sambil terus bertasbih,&lt;br /&gt;Memuji karya illahi yang sudah mengabadi,&lt;br /&gt;Terukir tajam dalam bumi,&lt;br /&gt;Itulah karya Illahi,&lt;br /&gt;Yang bercitra tinggi tanpa henti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah bumi terus berputar dan musim terus berganti, dengan  belajar musim gugur, ada rasa optimis yang tinggi buat manusia yang mau  mempelajari tanda-tanda atau ayat-ayat yang datang dariNya, itulah  ayat-ayat kauniyah dari sekian banyaknya ayat-ayat kauniyah yang  terbentang di alam semesta ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat kauniyah yang terbentang di musim gugur adalah  salah satu sikap  yang mau berkurban untuk kehidupan bersama, diperlihatkan dengan sangat  jelas ketika daun-daun berguguran, agar pohon induknya tidak mati. Dan  pohon yang kelihatan mati tersebut, akan menghijau kembali di musim semi  dan akan sangat lebat di musim panas.  Allahu Akbar !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada filosofi yang terbungkus dalam musim gugur dan saat daun  berguguran. Itu ayat-ayat kauniyah baru di musim gugur, belum lagi ayat-  ayat kauniyah di musim dingin, musim semi dan musim panas. Banyak  sekali ayatNya yang terbentang di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negara yang mengenal empat musim, Allah lebih banyak "menebarkan"  ayat-ayat kauniyah-NYa di bandingkan dengan negara-negara yang mengenal  hanya dua musim, mengapa? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya karena disetiap musim yang berganti, kita akan dapat pembalajaran  baru dariNya, karena disetiap musim mempunyai karakter sendiri-sendiri.  Subhanallah. Dan itu membutuhkan waktu panjang untuk menulisnya, karena  itu, sekian dulu, lain kali disambung lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1110891737582921908?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1110891737582921908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1110891737582921908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/06/ayat-ayat-kauniyah-saat-daun-berguguran.html' title='Ayat-Ayat Kauniyah Saat Daun Berguguran'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4372289167465730297</id><published>2010-04-09T14:38:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T14:40:01.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Mereka Sahabatku</title><content type='html'>Kamis, 08/04/2010 06:24 WIB&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Noerwati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Arti sahabat...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia mencintai  untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan  Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadist ini sangat dekat dengan kami. Begitulah yang diajarkan sang  murrobi dalam masa-masa awal pendidikan tarbiyah. Hanya berempat saja  tetapi sama dengan delapan orang.  Rame, ekpresif dan suka bercanda  itulah kami. Bidadari-bidadari cantik kata sang murrobi.  Tujuh tahun  sudah tidak juga bertambah teman belajar kami. Sang murrobi sudah cukup  repot mendidik kami yang berempat sama dengan delapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu putih abu-abu dan sekarang masing-masing dari kami sudah bekerja  diperusahan-perusahaan dan sekolah-sekolah yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bsok ngaji  jam brapa...” ujar thia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“jangan besok dong.. ane kerja.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“eh... Hari minggu aja yach... kita hunting ke islamic book fair..  udah lama kan ga jalan-jalan..” ujar Lisa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya..iyaa... ntar aqu bilang umi dech.. ngajinya diganti rihlah aj  ke book fair.... “ Ujar Imah sang ketua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Oke.. hari minggu yach...  saya setuju..” ujar ku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah lama rasanya kami tidak jalan-jalan karena selama setahun ini  terlalu sibuk mempersiapkan pesta pernikahan ketiga sahabat-sahabatku  ini. Ya, mereka semua sudah menikah. Hanya tinggal saya saja yang belum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu tahun ini saya seperti dikejar waktu. Bagi saya yang bekerja  disebuah perusahaan advertising adalah suatu keberuntungan untuk kami.   Dimulai dari bulan Oktober 2009 pernikahan pertama kakak tertua sang  ketua. Mulai dari desain undangan sauvenir dan pernak pernik lainnya  mulai saya desain. Setelah selesai masuk bulan November kembali harus  buat undangan untuk kakak kedua sang sekretaris dan baru beristirahat  satu bulan Januari harus buat undangan lagi untuk kakak ketiga sang  bendahara. Selesai sudah tugas saya sebagai sahabat mengantarkan para  biadari-bidadari cantik ini menikah dan membangun rumah tangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulai banyak yang berubah, dulu kami sangat dekat saling bercerita,  curhat, sedih dan senang bersama, saling berkunjung, belanja, dan banyak  melakukan hal lain selalu bersama-sama. Kondisi  ini berubah ketika  satu persatu mereka menikah. Wajar memang rasa kehilangan itu begitu  besar saya rasakan. Dampaknya sulit membuat gerak saya menjadi sempit  dan serba sulit. Sulit untuk sekedar berkumpul atau saling berkunjung  atau bahkan pergi bersama-sama bahkan untuk sekedar menelpon atau SMS  saja rasanya mereka tidak sempat lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai manusia biasa rasa kehilangan itu sangat wajar saya rasakan.   Tapi disisi lain setiap manusia memang harus melangkah lebih maju dan  siap menatap masa depan. Tidak kalah penting adalah menyempurnakan  separuh agama dengan menikah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Candaan, ledekan, sindirian bertubi-tubi datang menyapa keseharian  saya dirumah maupun ditempat bekerja. Dan lebih-lebih ketika datang  waktu mengaji. Hanya saya yang tinggal pergi maupun pulang sendiri tanpa  diantar atau dijemput sang suami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesedihan itu kian menjalar dalam relung hati saya bukan karena saya  belum menikah tapi rasa kehilangan yang sangat besar dan harus belajar  kembali memahami posisi-posisi mereka saat ini. Marah rasanya jika  sedang bepergian menemani saya mereka disuruh pulang oleh suami hanya  karena belum masak dirumah sang suami belum makan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedih rasanya tidak bisa menemani saya karena harus ikut kegiatan  suami. Kesal rasanya harus pulang sendiri sementara pergi bersama-sama.  Puncaknya islamic book fair kemarin pergi berempat dan pulang berdua.  Itupun saya hampir saja pulang sendiri dari istora senayan karena  semuanya dijemput disana. Setelah melewati perdebatan panjang akhirnya  saya pulang berdua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah banyak menangis akhirnya berjalannya waktu saya mulai  memahami mereka. Bukankah kewajiban sebagai seorang istri memang harus  lebih diprioritaskan daripada hanya menemani saya jalan-jalan. Memang  sudah seharusnya mereka lebih patuh pada suami daripada harus menemani  saya untuk suatu keperluan. Keberuntungan mereka sudah punya suami yang  siap mengantar dan menjemput mereka darimanapun tempat mereka  berakivitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mulai lebih mandiri berusaha sendiri dalam banyak hal dan tidak  lagi harus bergantung dengan mereka. Mulai mencari sahabat-sahabat baru  dalam beraktivitas. Lebih dari semua ini memberikan pelajaran kepada  saya arti pentingnya menikah. Untuk pertama kalinya saya merasa iri  dengan teman-teman dan sahabat-sahabat saya semua yang sudah menikah.  Karena selama ini saya selalu merasa santai dan masih muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menikah berarti menyempurnakan separuh agama.  Membuat ibadah menjadi  punya nilai sempurna nilai kualitasnya lebih besar daripada yang belum  menikah. Mendatangkan banyak rizky. Menguatkan hafalan. Itulah yang saya  rasakan ketika sahabat-sahabat ini menikah. Mereka jauh lebih  bersemangat dan berkualitas lebih tinggi setelah menikah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baraakallah....selamat ya ukhti-ukhti cantik.... Allah ku titipkan  tiga bidadari cantik ku pada-MU... terima kasih Engkau memberikan mereka  suami terbaik... Lindungi dan jaga rumahtangga mereka agar mereka  selalu rukun dan damai sampai tiba masa berkumpul di surga....selalu  bersama-sama.. ^_^&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah juga menganugrahkan suami terbaik untukku juga untuk  para ukhti-ukhti yang belum menikah. Teruslah memperbaiki diri dan  menjaga diri dengan banyak kebaikan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4372289167465730297?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4372289167465730297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4372289167465730297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/mereka-sahabatku.html' title='Mereka Sahabatku'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5303552319886842846</id><published>2010-04-09T14:21:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T14:22:35.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Kapal Besar Itu Bernama Tawakal</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Muhammad Fatih&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada dua orang pengembara yang ingin melakukan perjalanan kesebuah  tempat. Untuk dapat mencapai tempat tersebut keduanya menaiki sebuah  kapal yang amat sangat besar. Di dalam kapal ada dua kelompok yang  terlihat sangat berbeda. Kelompok pertama, wajah mereka nampak begitu  cerah. Sedangkan kelompok kedua, wajah mereka nampak begitu pucat dan  kelelahan sambil memanggul banyak barang bawaan di pundaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana para penumpang lainnya yang ingin menempuh perjalanan  jauh, Kedua pengembara tersebut pun membawa barang-barang yang amat  berat. Ketika sampai di dalam kapal, pengembara pertama langsung  meletakan semua barang bawaan di lantai kapal. Sedangkan pengembara  kedua masih saja memikul barang bawaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembara pertama memberi tahu kepada pengembara kedua agar dia  meletakan barang-barangnya di lantai kapal. Karena dia sudah berada di  atas kapal yang sangat besar dimana dia bisa bebas meletakan barang  bawaanya dimana saja dia suka. Sehingga dia bisa beristirahat guna  mencapai tempat tujuan yang amat jauh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awalnya pengembara kedua tetap teguh pada pendiriannya untuk  tetap memikul barangnya sampai tujuan, dia khawatir barangnya akan  hilang dan rusak jika diletakan di lantai kapal. Di berpikir toh banyak  penumpang lain di sekitarnya yang walaupun barang yang dibawa lebih  banyak dan berat, tetap memanggul barang-barang bawaanya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Karena semakin lama kondisinya semakin lemah, dan pemilik  kapalpun telah memperingatkan kepadanya jika ia tetap tidak mau  meletakan barang-barangnya dikapal, dia akan dilemparkan kelaut sehingga  binasa. Diapun melihat banyak penumpang yang memanggul barang bawaanya  sendiri satu persatu mengalami kejaidan yang mengerikan. Ada yang  dilempar kelaut oleh pemilik kapal karena sudah berkali-kali diperingati  untuk meletakan barang bawaanya dia tetap tidak mau. Ada lagi yang  karena kelelahan akhirnya mati tertimpa barang-barang bawaanya. Ada lagi  yang karena tidak kuat membawa barang-barang bawaanya dia membunuh  dirinya sendiri. Akhirnya pengembara kedua meletakan semua barang  bawaanya di lantai kapal. Setelah meletakannya dia merasa lebih baik dan  lebih nyaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sobat tahukah kita kalo pengembara-pengembara itu adalah kita,  sedangkan barang-barang bawaan adalah beban-beban kehidupan kita dan  kapal besar itu adalah tawakal kepada Nya. Teramat banyak dari kita yang  begitu angkuh merasa diri sanggup memikul beban-beban kehidupan ini  sendiri. Tanpa pernah sadar bahwa sebenarnya Allah telah menyediakan  ruang besar tempat kita meletakan beban-beban kehidupan hidup kita yang  teramat sangat berat itu. Ruang besar itu bernama tawakal kepada Nya.  Betapa naifnya kita jika merasa bahwa kita sanggup mengatasi setiap  masalah kehidupan ini sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang mukmin adalah orang yang cerdas dalam memahami kehidupan ini.  Ia begitu mengenal karakteristik kehidupan ini yang penuh dengan cobaan  dan rintangan, walaupun demikian ia juga telah sangat paham bahwa semua  beban-beban itu tidak akan memberatkan kehidupannya jika ia  meletakannya di tempat yang telah Allah SWT sediakan. Seberat apaun  beban yang di amanahkan Allah SWT kepada nya segera ia letakan di tempat  bernama tawakal itu melalui sujud-sujud panjangnya, melalui  kesitiqomahannya dalam beramal baik, melalui sedekah-sedekahnya, melalui  munajatnya di sepertiga malam seraya dengan penuh semangat dan usaha  yang optimal terus berusaha menjalani kehidupan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita mau jujur terhadap diri sendiri, pastinya kita akan sadar  bahwa kita teramat lemah untuk menjalani kehidupan ini tanpa  pertolonganNya. Jika kita merasa kuat lantas mengapa kita tidak dapat  mengambil kembali sesuatu yang telah diamabil lalat dari makanan kita,  mengapa kita tidak menahan nyawa orang yang kita sayangi ketika  sakaratul mautnya, mengapa kita tidak bisa mengahadirkan kebahagian dan  ketenangan jiwa kapan saja sesuka hati kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika semua kita dapat memahami kehidupan ini dengan baik. Kita dapat  memahami bahwa Allah telah menyediakan ruang luas agar beban-beban  kehidupan itu tidak memberatkan kita. Maka tidak akan ada orang yang  hari-harinya nya dipenuhi dengan bermuram durja, kita tidak kan  mendengar banyaknya kabar seseorang mengakhiri kehidupannya dengan  menggantung diri atau meminum racun hanya karena tidak dapat membayar  hutang tiga ratus ribu rupiah yang harus dilunasinya, dan segala macam  bentuk keputusasaan lainnya akibat tidak pernah memahami makna kehidupan  ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sobat, akankah kita masih tetap angkuh untuk terus memikul  beban-beban kehidupan kita sendiri ataukah kita telah menyadari bahwa  kita teramat lemah untu memikul beban-beban itu sendiri, sehingga kita  akan segera meletakannya diruang yang Allah telah sediakan sipertiga  malamnya, di sujud-sujud ketika menghadapNya, di majelis-majelis  kebaikan hamba-hambaNya yang Shaleh. Tentunya hanya kita yang dapat  menjawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5303552319886842846?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5303552319886842846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5303552319886842846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/kapal-besar-itu-bernama-tawakal.html' title='Kapal Besar Itu Bernama Tawakal'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8810077034152538603</id><published>2010-04-09T13:59:00.001+07:00</published><updated>2010-04-09T14:03:19.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Nikmatnya di Penjara Militer Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77QsXsICnI/AAAAAAAAAH0/BM4VoP6fLCQ/s1600/sayyid-quthb.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77QsXsICnI/AAAAAAAAAH0/BM4VoP6fLCQ/s320/sayyid-quthb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458029259111533170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sampai hari ini tidak pernah berhenti pemerintah Mesir dari  memenjarakan kader dan tokoh-tokoh Ikhwan. Mereka mengalami penyiksaan  yang tiada bandingannya. Penyiksaan yang sangat kejam, dan terus  berlangsung, tanpa pernah berhenti. Rejim yang berkuasa di Mesir terus  mengirimkan kader dan tokoh-tokoh Ikhwan ke penjara-penjara militer.  Tujuannya yang berkuasa di Mesir, menginginkan agar Ikhwan berhenti  menjalankan misi dakwahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berhentikah misi dakwah Ikhwan? Tidak pernah. Mereka terus  mengajarkan dan mendidik masyarakat untuk memahami, menerima, menyakini,  dan mengamalkan Islam. Hampir seluruh pemimpin Ikhwan, mereka paling  sedikit pernah dipenjara selama 20 tahun. Tapi kehidupan itu dijalani  dengan penuh kesabaran dan tawakal. Mereka tetap kokoh dengan  cita-citanya. Tidak lantas mau menggadaikan keyakinan dan menukar dengan  hanya setitik kenikmatan dunia, berupa kekuasaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasan Al-Banna, meninggal ditembak di jalan, dan ketika dibawa ke  rumah sakit, tak ada dokter yang menolongnya. Saat dibawa ke kuburan tak  diizinkan pengikutnya mengantarkan jenazahnya, kecuali keluarganya,  anak dan isterinya. Selebihnya, penggantinya seperti Hasan Hudaibi, Umar  Tilminasi, Hamid Abu Nashr, Mustafa Masyhur, Ma’mun Hudaibi, Mahdi  Akif, dan sekarang  Muhammad Badie, mereka yang terpilih sebagai Mursyid  ‘Aam Ikhwan itu, pernah menjalani kehidupan di penjara dalam kurun  waktu yang panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak sedikit para tokoh Ikhwan itu, yang mengakhiri kehidupannya  dengan keyakinan yang teguh, dan menerima dengan penuh keikhlasan,  karena itu menjadi cita-cita tertinggi mereka, yaitu ‘al mautu fi  sabilillah asma amanina’ (mati syahid adalah cita-cita tertinggi kami).  Mereka telah membuktikan dengan tulus. Sayyid Qutb, di saat berada  ditiang gantungan, sebelum hukuman itu, dilaksanakannya, dibisiki oleh  pejabat Mesir, agar Qutb mau bersama-sama dengan Gamal Abdul Nasr, tapi  orang kedua sesudah Hasan al-Banna, di bidang pemikiran itu, memilih  digantung. “Aku tak akan pernah menukar keyakinanku dengan apapun”,  ucapnya sebelum digantung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak tokoh Ikhwan, seperti al-Qardhawi, Sayyid Qutb, Yusuf Hawasy,  Abdul Fatah Ismail, Muhammad Firgali, Yusuf Thala’at, Handawi Duwair,  Ibrahim Thayib, Muhammad Abdul Latif, Ali Audah, dan lainnya, mereka  bisa hidup dimanapun dengan penuh lapang. Tak ada yang syak atas janji  Allah Azza Wa Jalla. Maka, mereka dapat menerima kondisi apapun yang  mereka hadapi, termasuk pahitnya penjara militer Liman Turoh, yang penuh  dengan kekajaman itu. Mereka dicambuki, diadu dengan anjing yang besar,  digantung dengan hanya satu kaki, berbagai penyiksaan lainnya, tak  membuat mereka bergeming dengan ‘ghoyah’ (tujuan) yang hendak mereka  wujudkan, yaitu kehidupan akhirat yang penuh kemuliaan, dan mendapatkan  ridho dari Allah Azza Wa Jalla.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa para kader dan tokoh-tokoh Ikhwan mampu tetap bertahan dalam  kehidupan yang amat sulit itu? Tak lain, karena mereka  telah menjadikan  Al-Qur’an sebagai belahan hati, pelita cahaya dalam kesedihan mereka.  Mereka tak pernah lepas dengan al-Qur’an. Hampir setiap kader dan tokoh  Ikhwan telah menjadikan Al-Qur’an wirid harian mereka. Mereka selalu  membaca al-Qur’an.  Mereka menghafal al-Qur’an, mempelajari isinya, dan  terus berusaha memahami artinya. Luar biasa. Tak ada sel yang sepi dari  bacaan ayat-ayat al-Qur’an  yang dilakukan para ikhwan di dalam  sel. Mereka umumnya menguasai pembacaan al-Qur’an dengan baik, dan  mengetahui hukum tajwid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga mendekatkan diri pada Allah dengan membuat halaqah  al-Qur’an dan mengajarkan ilmu al-Qur’an yang mereka miliki. Maka, para  kader dan tokoh Ikhwan, yang berada dipenjara, ketika pagi, sore dan  malam, mirip suara lebah, dan menggetarkan hati. Al-Qur’an membimbing  mereka menjadi pribadi yang tangguh dan kokoh, menghadapi segala cuaca  dan badai kehidupan, dan tidak pernah bergeser, seincipun dari  prinsip-prinsip (mabda’), yang menjadi dasar perjuangan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai saatnya datang para penguasa itu, tidak suka melihat para  Ikhwan yang ada dipenjara militer itu, bisa menikmati hidup dengan  al-Qur’an. Bahagia bersama degan al-Qur’an. Seperti dikatakan Sayyid  Qutb, yang pernah dipenjara di Liman Turoh, yang mengatakan, ‘Betapa  nikmatnya hidup dibawah al-Qur’an’, ucapnya. Lalu, penguasa itu dengan  geramnya, masuk ke sel-sel, dan memerintahkan para Ikhwan merampas semua  mush’af al-Qur’an, kemudian mush’af al-Qur’an itu di kumpulkan dan  bakar.`&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapapun, mereka yang melihat dengan peristiwa itu, bertambah kuat  keyakinannya, dan semakin semangat menegakkan cita-citanya, sampai hari  ini, tanpa mau berkompromi dengan kebathilan,walau seincipun. Mereka  tetap hidup dengan al-Qur'an dan Sunnahnya. Wallahu’alam.  (mashadi/berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8810077034152538603?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8810077034152538603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8810077034152538603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/nikmatnya-di-penjara-militer-itu.html' title='Nikmatnya di Penjara Militer Itu'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77QsXsICnI/AAAAAAAAAH0/BM4VoP6fLCQ/s72-c/sayyid-quthb.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-3275342961962307928</id><published>2010-04-09T13:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T13:53:23.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Berapa Gaji Khalifah Islam?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika diangkat sebagai khalifah, tepat sehari sesudahnya Abu Bakar  r.a. terlihat berangkat ke pasar dengan barang dagangannya. Umar  kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkan bahwa di tangan  Abu Bakar sekarang terpikul beban kenegaraan yang berat. “Mengapa kau  masih saja pergi ke pasar untuk mengelola bisnis? Sedangkan negara  mempunyai begitu banyak permasalahan yang harus dipecahkan…” sentil  Umar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, Abu Bakar tersenyum. “Untuk mempertahankan hidup  keluarga,” ujarnya singkat. “maka aku harus bekerja.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kejadian itu membuat Umar berpikir keras. Maka ia pun, bersama  sahabat yang lain berkonsultasi dan menghitung  pengeluaran rumah tangga  khalifah sehari-hari. Tak lama, mereka menetapkan gaji tahunan 2,500  dirham untuk Abu Bakar, dan kemudian secara bertahap, belakangan  ditingkatkan menjadi 500 dirham sebulan. Jika dikonversikan pada rupiah,  maka gaji Khalifah Abu Bakar hanya sebebsar Rp. 72 juta dalam setahun,  atau sekitar Rp 6 juta dalam sebulan. Sekadar informasi, nilai dirham  tidak pernah berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun gaji khalifah sebesar itu, Abu Bakar tidak pernah mengambil  seluruhnya gajinya.  Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar,   “Aku ingin membeli sedikit manisan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Bakar menyahut, “Aku tidak memiliki uang yang cukup untuk  membelinya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istrinya berkata, “Jika engkau ijinkan, aku akan mencoba untuk  menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga aku dapat membeli  manisan itu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Bakar menyetujuinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit,  menyisihkan uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian uang  itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya.  Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada  suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Abu Bakar berkata, “Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata  uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan  kita.” Lalu Abu bakar mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan  oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, uang tunjangan  beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat wafatnya, Abu Bakar hanya  mempunyai sebuah sprei tua dan  seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada  penggantinya, Umar bin Khattab. Umar pernah mengatakan, “Aku selalu  saja tidak pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam beramal  shaleh.”(sa/berbagaisumber)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-3275342961962307928?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3275342961962307928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3275342961962307928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/berapa-gaji-khalifah-islam.html' title='Berapa Gaji Khalifah Islam?'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4818387907215718714</id><published>2010-04-09T13:38:00.001+07:00</published><updated>2010-04-09T13:42:38.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77LmSXLkfI/AAAAAAAAAHs/WxLvnyc7U_M/s1600/karen.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 304px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77LmSXLkfI/AAAAAAAAAHs/WxLvnyc7U_M/s320/karen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458023657044152818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lima bulan sebelum hari pernikahannya, Karen Meek shock mendengar  pengakuan Eric, tunangannya. Eric mengatakan bahwa ia sudah menjadi  seorang Muslim. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong buat Karen  yang seperti warga Rusia lainnya, tidak menganut agama apapun alias  ateis. &lt;p&gt;"Saya pikir ia (Eric) sudah mengalami cuci otak. Tiba-tiba saja ia  berhenti minum minuman beralkohol. Ia salat lima waktu sehari dan tidak  mau lagi makan daging babi," cerita Karen tentang perubahan perilaku  tunangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara Eric, yang semula penganut Kristen Baptis, tapi kemudian  menjadi seorang atheis, selama berbulan-bulan mempelajari Islam tanpa  memberitahu Karen, hingga akhirnya ia memutuskan menjadi seorang Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski shock Karen tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya  dengan Eric. Karen lalu mencari berbagai referensi, mulai dari buku  sampai video tentang Islam, untuk memahami agama baru yang dianut calon  suaminya. Tapi ia sama sekali tidak berharap akan masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya tumbuh dewasa dengan pola pikir bahwa agama adalah sesuatu yang  bodoh. Saya tidak percaya adanya Tuhan. Saya tidak memikirkan bagaimana  dunia ini diciptakan, dan terus terang, saya tidak peduli," ujar Karen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Karen mengakui bahwa agama Islam memberikan penjelasan paling  logis tentang Tuhan dan penciptaan alam semesta dan sulit bagi Karen  membantahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karen akhirnya menikah dengan Eric. Ia masih terus mempelajari Islam  dan untuk pertamakalinya ia mencoba menunaikan salat, saat suaminya  bekerja di kantor. Ia belajar salat sendiri dari sebuah buku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sampai pada titik ini, saya melakukan segala sesuatunya dengan  diam-diam. Saya tidak cerita pada Eric. Saya tidak mau memeluk agama  hanya karena suami saya memeluk sebuah agama. Saya ingin menemukan jalan  saya sendiri," ungkap Karen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Karena berlatar belakang atheis, saya lebih mudah menerima Islam  dibandingkan seorang Kristiani, karena dalam hal ini saya tidak perlu  melepas agama apapun," sambungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karen dan suaminya mulai sering melakukan pertemuan dengan komunitas  Muslim untuk belajar Al-Quran. Hingga akhirnya, Karen membulatkan tekad  untuk mengikuti jejak suaminya memeluk agama Islam. Karen pun  mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang muslimah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi pilihan Karen membuat orang tuanya kaget. "Suatu hari, ia datang  dengan mengenakan gaun panjang dan jilbab. Saya terkejut dibuatnya,"  kata ayah Karen, Ray Alfred.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alfred mengaku merasa asing melihat anak perempuannya ketika itu dan  ia merasa khawatir dengan keselamatan Karen saat terjadi serangan 11  September 2001 di AS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Anda ingin mencintai anak Anda, tapi ketika mereka melakukan sesuatu  yang asing bagi Anda. Hal ini sangat sulit," ujar Alfred, "Saya akan  memberikan apa saja asalkan ia tidak memeluk agama itu (Islam)."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu Karen mengungkapkan komentar serupa, yang terus terang mengatakan  bahwa ia tidak suka dengan jilbab yang digunakan puterinya. "Karen  adalah seorang gadis cantik dengan rambut yang indah," kata Jane Barret.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karen memahami kegundahan kedua orang tuanya mendengar ia sudah  menjadi seorang muslimah dan mengenakan busana muslim. Karena sendiri  mengaku butuh waktu berbulan-bulan sebelum ia memutuskan untuk  berjilbab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya hanya memakai jilbab jika pergi ke tempat-tempat yang saya rasa  tidak akan ada orang yang mengenal saya," ujar Karen sambil tertawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi sekarang, Karen selalu mengenakan jilbab kemanapun ia pergi,  termasuk ke tempat kerjanya dimana ia bekerja sebagai staf akuntan di  sebuah jaringan restoran.&lt;/p&gt; Karen mengatakan, memeluk Islam telah membuatnya melihat kehidupan  dengan cara pandang yang baru. "Dari seorang yang tidak percaya Tuhan  menjadi orang yang percaya Tuhan, rasanya sungguh luar biasa. Islam  membuka mata saya terhadap banyak hal yang selama ini saya abaikan.  Terutama, bahwa kehidupan adalah sebuah karunia," tukas Karen menutup  kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4818387907215718714?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4818387907215718714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4818387907215718714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/lima-bulan-menjelang-pernikahan.html' title='Lima Bulan Menjelang Pernikahan, Membawanya ke Islam'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S77LmSXLkfI/AAAAAAAAAHs/WxLvnyc7U_M/s72-c/karen.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1823675106030291671</id><published>2010-04-01T15:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T15:43:25.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan Keutamaan'/><title type='text'>Keutamaan Sedekah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;   Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT  mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Baginda menepis-nepis  lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman,  ''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?'' Nabi  Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu  apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.'' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kisah  di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang  dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada  keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan  bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang  meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Agar  rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah  SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah. Kata  Rasulullah SAW, ''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.'' Dalam  hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ''Setiap awal pagi, semasa  terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang  satu menyeru, 'Ya Tuhanku, karuniakanlah?ganti kepada orang yang  membelanjakan hartanya kerena Allah'. Yang satu lagi menyeru,  'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.''&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah  SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian  hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan.  Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya.  Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan  sebaliknya menahannya adalah celaka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang  mengamalkannya. Pertama, mengundang datangnya rezeki. Allah SWT  berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap  kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain  dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan,  ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.'' Kedua, sedekah dapat menolak bala.  Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya  bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.'' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Rasulullah SAW  menganjurkan, ''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.'' Keempat, sedekah  dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Kata Rasulullah SAW,  ''Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.'' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai  orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang  hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak  ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa  yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam  keadaan husnul khatimah (baik).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan  yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya,  masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Wallahu a'lam bis-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://sedekah.net/"&gt;http://sedekah.net/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1823675106030291671?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1823675106030291671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1823675106030291671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/keutamaan-sedekah.html' title='Keutamaan Sedekah'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1771762612741691970</id><published>2010-04-01T14:22:00.002+07:00</published><updated>2010-04-01T14:34:03.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan Keutamaan'/><title type='text'>Keutamaan Shalat Berjama'ah dI Masjid (1)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bagian pertama dari dua tulisan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;Shalat&lt;/strong&gt; adalah rukun  Islam kedua dan merupakan rukun Islam yang amat penting setelah  syahadatain. Shalat merupakan ibadah yang harus ditunaikan dalam  waktunya yang terbatas (shalat memiliki waktu-waktu tertentu) dan Allah  memerintahkan kita untuk selalu menjaganya. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="1.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/1.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/1.jpg?w=468" alt="1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya shalat bagi  orang mukmin ialah kewajiban yang tertentu (telah ditetapkan) waktunya.”  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS. An-Nisa:103)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-176"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="2.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/2.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/2.jpg?w=468" alt="2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jagalah shalat-shalat(mu)  dan shalat wustha, dan berdirilah untuk Allah dalam keadaan khusyu’.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS.  Al-Baqarah:238)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="pic13.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic13.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic13.jpg?w=468" alt="pic13.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Islam  dibangun diatas lima perkara: syahadat bahwasanya tidak ada ilah yg  berhak di sembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan  mendirikan shalat…” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Sungguh telah banyak  kaum muslimin yang meninggalkan shalat, baik itu yang tidak mendirikan  shalat sama sekali ataupun menyia-nyiakan shalat dengan mengakhirkan  waktu shalat. Allah Ta’ala telah mengancam orang-orang yang meremehkan  dan mengakhirkan shalat dari waktunya. Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="4.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/4.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/4.jpg?w=468" alt="4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Maka datanglah sesudah  mereka (sesudah orang-orang pilihan Allah) pengganti yang menyia-nyiakan  shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui  (akibat) kesesatannya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS. Maryam:59)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="5.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/5.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/5.jpg?w=468" alt="5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Maka kecelakaanlah bagi  orang-orang yang shalat. (Yaitu) mereka yang lalai dari shalatnya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS.  Al Ma’un:4-5)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dan hendaknya  orang-orang yang masih mempunyai iman di hatinya takut akan sabda  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Dari Jabir radhiallah anhu, ia  berkata:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="6.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/6.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/6.jpg?w=468" alt="6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya  (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan  shalat’.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Pada hadits Buraidah  radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="7.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/7.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/7.jpg?w=468" alt="7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perjanjian  antara kita dengan mereka ialah shalat, barangsiapa yang  meninggalkannya maka ia telah kafir.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Ahmad dan  Ahlus sunan mengeluarkannya dg sanad shahih).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Sesungguhnya shalat  adalah penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="8.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/8.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/8.jpg?w=468" alt="8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya  seseorang dari kamu jika sedang shalat, berarti ia bermunajat  (berbicara) kepada Tuhannya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.” (HR. Bukhari).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dalam hadits qudsy,  Allah Ta’ala berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aku  membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku dalam dua bagian. Bagi hamba-Ku  apa yang ia minta (akan diberikan). Maka jika hambaku mengucapkan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="9.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/9.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/9.jpg?w=468" alt="9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Segala  puji bagi Allah Tuhan semesta alam’, Maka Allah menjawab: ‘Hamba-Ku  memuji-Ku’. Jika ia mengucapkan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="10.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/10.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/10.jpg?w=468" alt="10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yang Maha Pengasih lagi Maha  Penyayang’, Allah menjawab:’Hambaku menyanjung-Ku’. Jika ia  mengucapkan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="11.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/11.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/11.jpg?w=468" alt="11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yang menguasai hari  pembalasan’, Allah menjawab:’Hamba-Ku mengagungkan-Ku’. Jika ia  mengucapkan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="12.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/12.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/12.jpg?w=468" alt="12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hanya Engkau yang kami  sembah dan hanya Engkau yang kami mohon pertolongan’, Allah menjawab:  ‘Ini bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta.’  Apabila ia membaca:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="13.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/13.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/13.jpg?w=468" alt="13.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;‘&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tunjukilah kami jalan yang  lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat , bukan  (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.’ &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Maka  Allah menjawab:’Ini bagian hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia  minta.’” (HR.Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Termasuk perkara yang menghiasi shalat  adalah perintah untuk melakukan shalat berjama’ah. Bahkan begitu  pentingnya shalat berjama’ah sampai-sampai mulai zaman Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wassalam sampai pada zaman para imam madzhab, mereka  semua sangat memperhatikannya. Bukahkah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi  Wassalam sampai pernah mengucapkan keinginannya untuk menyuruh seseorang  mengimami orang-orang, dan yang lainnya mencari kayu bakar yang  kemudian akan digunakan untuk membakar rumah-rumah orang yang tidak  menghadiri shalat berjama’ah?.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi  Wassalam juga pernah bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;a title="14.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/14.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/14.jpg?w=468" alt="14.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa yang mendengar adzan, lalu ia tidak  mendatanginya (ke masjid), maka tidak ada shalat baginya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.  Ibnu Majah, hadits ini shahih)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;Berkata Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa yang suka bertemu Allah  kelak sebagai seorang muslim, maka hendaknya ia menjaga  shalat-shalatnya, dengan shalat-shalat itu ia dipanggil. sesungguhnya  Allah Ta’ala menggariskan kepada Nabi kalian jalan-jalan petunjuk  (sunnah-sunnah). Seandainya kalian shalat dirumah, seperti orang yang  terlambat ini shalat dirumahnya, niscaya kalian telah meninggalkan  sunnah Nabi kalian. Jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya  kalian tersesat. Dan tidaklah seorang laki-laki bersuci dengan sempurna  lalu sengaja ke masjid di antara masjid-masjid (yang ada) kecuali Allah  menuliskan baginya satu kebaikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan  dan mengangkat pula dengannya satu derajat dan dengannya pula dihapus  satu dosa. Sebagaimana yang kalian ketahui, tak seorangpun  meninggalkannya (shalat berjama’ah) kecuali orang munafik yang nyata  kemunafikannya. Dan sungguh orang (yang berhalangan) pada masa itu,  dibawa datang (ke masjid) dengan dipapah oleh dua orang lalu  diberdirikan di dalam shaf.” (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Melaksanakan shalat  berjama’ah juga merupakan ibadah yang paling ditekankan, ketaatan  terbesar dan juga syi’ar Islam yang paling agung, tetapi banyak kalangan  yang menisbatkan diri kepada Islam meremehkan hal ini. Sikap meremehkan  ini bisa karena beberapa faktor, antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;a. Mereka tidak mengetahui apa yang disiapkan  oleh Allah Ta’ala berupa ganjaran yang besar dan pahala yang melimpah  bagi orang yang shalat berjama’ah atau mereka tidak menghayati dan tidak  mengingatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;b. Mereka tidak mengetahui hukum shalat  berjama’ah atau pura-pura tidak mengetahuinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Oleh karena itulah,  dibawah ini akan saya sampaikan keutamaan-keutamaan shalat berjama’ah  dimasjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;strong&gt;KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;strong&gt;A. Hati yang Bergantung di Masjid akan  Berada di Bawah Naungan (‘Arsy) Allah Ta’ala Pada Hari Kiamat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Di antara apa yang  menunjukkan keutamaan shalat berjama’ah ialah bahwa siapa yang sangat  mencintai masjid untuk menunaikan shalat berjama’ah di dalamnya, maka  Allah Ta’ala akan menaunginya di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak  ada naungan kecuali naungan-Nya. Dari sahabat Abu Hurairah radhiallah  anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="pic21.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic21.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic21.jpg?w=468" alt="pic21.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ada  tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada  hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: imam yang adil, pemuda  yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabb-nya, seseorang yang hatinya  bergantung di masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena  Allah berkumpul dan berpisah karena-Nya, seseorang yang dinginkan  (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, maka ia  mengatakan,’ Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,seseorang yang  bersadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak  mengetahui apa yang di nafkahkan oleh tangan kanannya, dan seseorang  yang mengingat Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya  berlinang.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Nawawi  rahimahullah mengatakan saat menjelaskan sabdanya,&lt;em&gt;&lt;strong&gt; “Dan  seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;artinya, sangat  mencintainya dan senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya.  Maknanya bukan terus-menerus duduk di masjid.”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;(Syarh an Nawawi  VII/121)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Al ‘Allamah al ‘Aini  rahimahullah menjelaska apa yang dapat dipetik dari sabda beliau  Shallallahu ‘Alaihi Wassalam ini, “&lt;em&gt;Didalamnya berisi keutamaan orang  yang senantiasa berada di masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah,  karena masjid adalah rumah Allah dan rumah setiap orang yang bertakwa.  Sudah sepatutnya siapa yang dikunjungi memuliakan orang yang berkunjung;  maka bagaimana halnya dengan Rabb Yang Maha Pemurah?”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;strong&gt;B. Keutamaan Berjalan ke Masjid  untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;strong&gt;1. Dicatatnya langkah-langkah  kaki menuju masjid.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;(Rasul) yang berbicara dengan wahyu,  kekasih yang mulia Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menjelaskan bahwa  langkah kaki seorang muslim menuju masjid akan dicatat. Imam Muslim  meriwayatkan dai Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma, ia mengatakan,”&lt;em&gt;Bani  Salimah ingin pindah ke dekat masjid, sedangkan tempat tersebut kosong.  Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam,  maka beliau bersabda:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;a title="16.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/16.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/16.jpg?w=468" alt="16.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wahai Bani Salimah! Tetaplah  di pemukiman kalian, karena langkah-langkah kalian akan dicatat.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;em&gt;Mereka mengatakan:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;a title="pic12.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic12.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic12.jpg?w=468" alt="pic12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;“&lt;em&gt;Tidak ada yang mengembirakan kami  bila kami berpindah.” (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;Imam Nawawi rahimahullah mengatakan dalam  menjelaskan sabdanya:&lt;em&gt;&lt;strong&gt; “Wahai Bani Salimah! Tetaplah di  pemukiman kalian, karena langkah-langkah kalian akan di catat.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;“&lt;em&gt;Artinya, tetaplah dipemukiman  kalian! Sebab, jika kalian tetap di pemukiamn kalian, maka jejak-jejak  dan langkah-langkah kalian yang banyak menuju ke masjid akan dicatat.”  (Syarh an NawawiV/169)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;‘Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma  mengatakan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam sunannya, “&lt;em&gt;Pemukiman  kaum Anshar sangat jauh dari masjid, lalu mereka ingin agar dekat  dengannya, maka turunlah ayat ini,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in;"&gt;&lt;a title="18.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/18.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/18.jpg?w=468" alt="18.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan  bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS. Yasin:12)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;Akhirnya, mereka  tetap tinggal di pemukiman mereka.” (HR.Ibnu Majah)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Pencatatan  langkah-langkah orang yang menuju masjid bukan hanya ketika ia pergi ke  masjid, tetapi juga dicatat ketika pulang darinya. Imam Muslim  meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu tentang kisah seorang  Anshar yang tidak pernah tertinggal dari shalat berjama’ah, dan tidak  pula ia menginginkan rumahnya berdekatan dengan masjid, bahwa ia berkata  kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="pic31.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic31.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic31.jpg?w=468" alt="pic31.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;Aku tidak  bergembira jika rumahku (terletak) didekat masjid. Aku ingin agar  langkahku ke masjid dan kepulanganku ketika aku kembali kepada  keluargaku dicatat.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Maka Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="20.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/20.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/20.jpg?w=468" alt="20.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allah  telah menghimpun semua itu untukmu.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dalam riwayat Ibnu  Hibban:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="21.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/21.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/21.jpg?w=468" alt="21.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allah  telah memberikan itu semua kepadamu. Allah telah memberikan kepadamu apa  yang engkau cari, semuanya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.Ibnu Majah)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. Para  Malaikat yang mulia saling berebut untuk mencatatnya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Diantara dalil yang  menunjukkan keutamaan berjalan ke masjid untuk menunaikan shalat  berjama’ah bahwa Allah meninggikan kedudukan langkah-langkah orang yang  (berjalan) menuju ke masjid, bahkan para Malaikat yang didekatkan  (kepada Allah) berebut untuk mencatatnya dan membawanya naik ke langit.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam at Tirmidzi  rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma, ia  mengatakan, &lt;em&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="pic41.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic41.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/pic41.jpg?w=468" alt="pic41.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tadi  malan Rabb-ku tabaarakta wata’aala, mendatangiku dalam rupa yang paling  indah.”(Perawi mengatakan,’Aku menduganya mengatakan,’Dalam mimpi.’).  Lalu Dia berfirman, “Wahai Muhammad! Tahukah engkau, untuk apa para  Malaikat yang mulia saling berebut?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi  Wassalam berkata:”Aku menjawab,’Tidak’. Lalu Dia meletakkan Tangan-Nya  di antara kedua pundakku sehingga aku merasakan kesejukannya di dadaku  (atau beliau mengatakan,’Di leherku’). Lalu aku mengetahui apa yang ada  di langit dan apa yang ada di bumi.”Dia berfirman,”Wahai  Muhammad!Tahukah engkau untuk apa para Malaikat yang mulia saling  berebut?” Aku menjawab,”Ya, tentang kaffarat (perkara-perkara yang  menghapuskan dosa). Kaffarat itu adalah diam di masjid setelah  melaksanakan shalat, berjalan kaki untuk melaksanakan shalat berjama’ah,  dan menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  (HR. Tirmidzi, hadits ini shahih).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Seandainya berjalan  kaki untuk shalat berjama’ah tidak termasuk amal yang mulia, niscaya  para Malaikat muqarrabun tidak akan berebut untuk mencatat dan  membawanya naik ke langit.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. Berjalan  menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan  berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Tidak hanya para  Malaikat saling berebut untuk mencatat amalan berjalan kaki menuju  shalat berjama’ah, bahkan Allah menjadikan jaminan kehidupan yang baik  dan kematian yang baik pula. Disebutkan dalam hadist terdahulu:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang melakukan hal itu – yakni tiga amalan yang disebutkan dalam  hadits, di antaranya berjalan kaki menuju shalat berjama’ah – maka ia  hidup dengan baik dan mati dengan baik pula.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Betapa besar jaminan  ini! Kehidupan yang baikdan kematian yang baik. siapakah yang  menjanjikan hal itu? Dia-lah Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada  seorangpun yang lebih menepati janji selain Dia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;4. Berjalan  menuju shalar berjama’ah termasuk salah satu sebab dihapuskannya  kesalahan-kesalahan dan ditinggikannya derajat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Diriwayatkan oleh  Imam Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="23.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/23.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/23.jpg?w=468" alt="23.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Maukah  aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan  kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat  menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Menyempurnakan  wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid,  dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath  (berjuang di jalan Allah).” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ar-ribath pada  asalnya -sebagaimana dikatakan oleh al Imam Ibnul Atsir–adalah berdiri  untuk berjihad untuk memerangi musuh, mengikat kuda dan menyiapkannya.  Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyerupakan dengannya apa yang telah  disebutkan berupa amal-amal shalih dan peribadahan dengannya.  Penyerupaan ini juga menegaskan besarnya kedudukan tiga amalan yang  tersebut didalam hadits, di antaranya banyak melangkah ke masjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Keutaman ini juga  berlaku untuk seseorang yang melangkah keluar dari masjid, Imam Ahmad  rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma, ia  mengatakan,”Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="24.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/24.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/24.jpg?w=468" alt="24.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah  akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis  sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.  Ahmad, hadits ini shahih).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;5. Pahala  orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan  shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan  umrah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Ahmad dan Abu  Dawud meriwayatkan , dari sahabat Abu Umamah radhiallahu anhu. Ia  mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="25.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/25.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/25.jpg?w=468" alt="25.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan bersuci (telah  berwudhu’) untuk melaksanakan shalat fardhu (berjama’ah), maka pahalanya  seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(Hadits  ini dihasankan oleh Syaikh al Albani).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Zainul ‘Arab  mengatakan dalam menjelaskan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Seperti  pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,”  “Yakni, pahalanya sempurna.” (‘Aunul Ma’buud II/357)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Allaahu Akbar, jika  sedemikian besarnya pahala orang yang keluar untuk menunaikan shalat  berjama’ah , maka bagaimana halnya pahala melakukan shalat berjama’ah?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;6. Orang yang  keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada  dalam jaminan Allah Ta’ala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Nabi Shalallahu  ‘Alaihi Wassalam menjelaskan bahwa orang yang keluar menuju shalat  berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala. Imam bu Dawud rahimahullah  meriwayatkan dari Abu Umamah radhiallahu anhu, dari Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="26.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/26.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/26.jpg?w=468" alt="26.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ada tiga  golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang  keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga  Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau  mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang  pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya  lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa  pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia  dijamin oleh Allah.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh  syaikh al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;7. Orang yang  keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga  kembali ke rumah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Ibnu Khuzaimah  meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia  mengatakan,”Abul Qasim Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="27.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/27.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/27.jpg?w=468" alt="27.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jika  salah seorang dari kalian berwudhu’ di rumahnya, kemudian datang ke  masjid, maka ia berada dalam shalat hingga ia kembali. Oleh karenanya,  jangan mengatakan demikian-seraya menjaringkann diantara  jari-jemarinya-.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. Ibnu Khuzaimah, di shahihkan  oleh Syaikh al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;8. Kabar  gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan  shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari  Kiamat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Ibnu Majah  meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad as Sa’di radhiallahu anhu, ia  mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="28.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/28.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/28.jpg?w=468" alt="28.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hendaklah  orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid bergembira dengan  (mendapatkan) cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.Ibnu  Majah, syaikh al Albani menilainya shahih)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ath Thayyibi  rahimahullah mengatakan,” Tentang disifatinya cahaya dengan kesempurnaan  dan pembatasannya dengan (terjadinya di) hari Kiamat, mengisyaratkan  kepada wajah kaum mukminin pada hari Kiamat, sebagaimana dalam firman  Allah:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="29.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/29.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/29.jpg?w=468" alt="29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sedang  cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil  mereka mengatakan,’Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami.’”  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(QS. At Tahriim:8) (dinukil dari ‘Aunul Ma’buud  II/268)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Disampaing itu Nabi  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memerintahkan kepada semua pihak agar  memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan  menuju masjid dengan kabar gembira yang besar ini. Imam Abu Dawud  meriwayatkan dari Buraidah radhiallahu anhu, Rasulullah Shalallahu  ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="30.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/30.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/30.jpg?w=468" alt="30.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Berilah  kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju  masjid dengan cahay (yang akan diperolehnya) pada hari Kiamat.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.  Abu Dawud, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Al-‘Allamah ‘Abdur  Ra-uf al Munawi rahimahullah menjelaskan hadits ini, “&lt;em&gt;Ketika mereka  berjalan dalam kesulitan karena senantiasa berjalan dalam kegelapan  malam menuju ketaatan, maka mereka diberi balasan berupa cahay yang  menerangi mereka pada hari Kiamat.” (Faidhul Qadiir III/201).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;9. Allah  menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid  atau pulang (darinya).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Di riwayatkan dari  asy Syaikhan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shalallahu  ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="31.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/31.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/31.jpg?w=468" alt="31.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang pergi ke masjid dan pulang (darinya), maka Allah menyiapkan  untuknya persinggahan di Surga setiap kali pergi dan pulang.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(Muttafaq  ‘alaih, lafazh ini milik Bukhari).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Jika persinggahan  orang yang pergi menuju masjid atau pulang darinya disiapkan oleh Allah,  Rabb langit dan bumi serta Pencipta alam semesta seluruhnya, maka  bagaimana persingahan itu??&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.17in;"&gt;&lt;strong&gt;C. Orang Yang Datang ke Masjid  adalah Tamu Allah Ta’ala&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Di antara apa yang menunjukkan keutamaan  shalat berjama’ah di masjid adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa orang yang datang ke masjid adalah  tamu Allah Ta’ala, dan yang dikunjungi wajib memuliakan tamunya. Imam  ath Thabrani meriwayatkan dari Salman radhiallahu anhu bahwa Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Barangsiapa  yang berwudhu’&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;di rumahnya dengan sempurna  kemudian mendatangi masjid, maka ia adalah tamu Allah, dan siapa yang di  kunjunginya wajib memuliakan tamunya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR. ath  Thabrani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Bagaimana cara Allah  memuliakan tamu-Nya, sedangkan Dia adalah Rabb yang paling Pemurah,  Penguasa langit dan bumi? Para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi  Wassalam juga menegaskan hal ini. Imam Ibnul Mubarak rahimahullah  meriwayatkan dari ‘Amr bin Maimun, ia mengatakan, &lt;em&gt;“Para sahabat  Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengatakan,’Rumah Allah di bumi  adalah masjid, dan Allah wajib memuliakan siapa yang mengunjungi-Nya di  dalamnya.’” (Kiitab az Zuhd)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.  Allah Ta’ala Bergembira dengan Kedatangan Hamba-Nya ke Masjid untuk  Melaksanakan Shalat Berjama’ah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Ibnu Khuzaimah  meriwayatkan dari Abu Hurairah radiallahu anhu, ia mengatakan bahwa  Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="32.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/32.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/32.jpg?w=468" alt="32.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tidaklah  salah seorang dari kalian berwudhu’ dengan baik dan sempurna kemudian  mendatangi masjid, ia tidak menginginkan kecuali shalat di dalamnya,  melainkan Allah bergembira kepadanya sebagaimana keluarga orang yang  pergi jauh bergembira dengan kedatangannya.” &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;(HR.Ibnu  Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Imam Ibnul Atsir  rahimahullah mengatakan,”&lt;em&gt;Al Bassyu adalah kegembiraan kawan dengan  kawannya, lemah lembut dalam persoalan dan penyambutannya. Ini adalah  permisalan yang dibuat tentang penyambutan Allah kepadanya dengan  karunia-Nya, mendekatkannya (kepadanya) dan memuliakannya.” (An-Nihaayah  fii Ghariibil Hadits wal Atsar I/130).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;strong&gt;E. Keutamaan  Menunggu Shalat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;Orang yang duduk  menunggu shalat, maka ia berada dalam shalat dan Malaikat memohonkan  ampunan serta memohonkan rahmat untuknya. Imam Muslim meriwayatkan dari  Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi  Wassalam bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a title="33.jpg" href="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/33.jpg"&gt;&lt;img src="http://abuzubair.files.wordpress.com/2007/08/33.jpg?w=468" alt="33.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Salah  seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat, maka ia berada dalam  shalat selagi belum berhadats, dan para Malaikat berdo’a untuknya:’Ya  Allah! Berikanlah ampunan kepadanya, ya Allah! Rahmatilah ia’.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  (HR. Muslim).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://abuzubair.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1771762612741691970?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1771762612741691970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1771762612741691970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/keutamaan-shalat-berjamaah-di-masjid-1.html' title='Keutamaan Shalat Berjama&apos;ah dI Masjid (1)'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-7030536058244054084</id><published>2010-04-01T14:12:00.002+07:00</published><updated>2010-04-01T14:18:39.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan Keutamaan'/><title type='text'>Keutamaan Shalat Tahajjud</title><content type='html'>Oleh : H. Sunaryo A.Y.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur,  dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau  mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud )  adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan  denganAllah SWT. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :&lt;br /&gt;“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi  engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”&lt;br /&gt;(QS : Al-Isro’ : 79)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum  turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud  merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahabat Abdullah bin&lt;br /&gt;Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :&lt;br /&gt;“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan  serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk  Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;br /&gt;“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu  malam”  ( HR. Muslim )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :&lt;br /&gt;Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk  melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu  Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada  waktu-waktu yang utama, yaitu :&lt;br /&gt;1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )&lt;br /&gt;2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )&lt;br /&gt;3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh ) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu  adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu  Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat  malam?”&lt;br /&gt;Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW  sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit  sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersabda Rosulullah SAW :&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya  seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada  Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap  malam.” ( HR Muslim )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi SAW bersabda lagi :&lt;br /&gt;“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia )  ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang  siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang  meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa  meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :&lt;br /&gt;Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2  ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas )  raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat  Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua )  rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW  :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid,  bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) 2 raka’at shalat Iftitah.&lt;br /&gt;2) 8 raka’at shalat Tahajud.&lt;br /&gt;3) 3 raka’at shalat witir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama  setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan  pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali  Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka  boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda  :&lt;br /&gt;“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu  membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada  wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang  bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak,  mukanya&lt;br /&gt;disiram air.” (HR Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga&lt;br /&gt;keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan  (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keutamaan Shalat Tahajud :&lt;br /&gt;Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari  bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan&lt;br /&gt;sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan  memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”&lt;br /&gt;Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :&lt;br /&gt;1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.&lt;br /&gt;2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.&lt;br /&gt;3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh&lt;br /&gt;semua manusia.&lt;br /&gt;4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.&lt;br /&gt;5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :&lt;br /&gt;1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.&lt;br /&gt;2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.&lt;br /&gt;3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya  dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.&lt;br /&gt;4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.&lt;br /&gt;(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-7030536058244054084?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7030536058244054084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7030536058244054084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/04/keutamaan-shalat-tahajjud.html' title='Keutamaan Shalat Tahajjud'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8810799585666640431</id><published>2010-03-30T15:12:00.001+07:00</published><updated>2010-03-30T15:12:52.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Wasiat Kepada Anak-Anaknya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sakitnya makin hari bertambah berat. Tubuhnya semakin nampak lemah.  Hanya  bibirnya terus bergerak mengucapkan kalimah tayibah, sebagai  wujud penghambaannya yang tulus kepada Rabbnya. Wajahnya nampak bersih  dan bercahaya. Senyumnya mengembang. Membayangkan dirinya akan segera  menemui kekasihnya Allah Rabbul Alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berjuta-juta rakyat seakan-akan beralih rupa menjadi anak-anak yang  telah hampir menjadi yatim. Mereka ini tak lain orang yang kelaparan  yang telah dikenyangkannya. Orang-orang telanjang yang telah diberinya  pakaian. Orang-orang yang diancam ketakutanyang telah diberinya rasa  aman dan sentausa. Orang-orang lemah hina dina yang kini telah menjadi  kuat dan berkuasa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para janda yang kini telah mendapatkan sanak saudara. Kaum tertindas  yang telah mendapatkan pelindung. Orang-orang sesat yang kini telah  menemukan pedoman dan petunjuk. Mereka semua .. dan seluruh rakyat yang  mendengar sakitnya, merasa terpukul dengan berita itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan umat lain yang berada diluar negaranya, yakni di negara-negara  tetangga, dan orang-orang yang mendengar keharuman namanya, menjadi  prihatin. Kaisar Romawi  yang amat memusuhinya, mengirimkan utusan  istimewa yang dipimpin oleh Uskup besarnya yang juga ahli kedokteran  untuk membuat keajaiban dengan menyelamatkan tetangganya yang sangat  dihormati, seorang Khalifah yang bijaksana dan adil.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun Khalifah yang adil  dan bijaksana itu menolak semua obat yang  diberikan kepdanya. Ia tenggelam dalam penantiannya, menunggu panggilan  dari Khaliqnya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khalifah yang sangat masyhur itu berbaring dirumahnya teramat  sederhana, diatas kasurnya yang tipis, kemudian disaat itu masuklah anak  pamannya Mslamah bin Abdul Malik menemuinya seraya berkata, “Wahai  Amirul Mukminin, tidakkah anda akan berwasiat perihal putera-puteri  anda? Mereka banyak jumlahnya, sed angkan selama ini anda telah  menelantarkannya, dan kini anda tidak meninggalkan apapun kepada  mereka!”.  “Apakah saya memang mempunyai sesuatu yang dapat saya  wasiatkan untuk mereka?”, tanya Amirul Mukminin. “Atau kamu menghendaki  agar saya memberikan harta umat kepada mereka”, tanya Amirul Mukminin  lagi. “Demi Allah, saya tidak memberikan hak orang lain kepada mereka!   Mereka boleh memilih salah satu diantara dua : tetap menjadi orang yang  sholeh, dan Allah niscaya akan melindungi mereka. Atau menjadi  orang-orang yang tidak sholeh, dan saya takkan meninggalkan sesuatu pun  yang akan membantu mereka berbuat maksiat kepada Allah”, tegas Amirul  Mukminin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disaat sakitnya semakin berat, kemudian diperintahkannya untuk  memanggil semua anaknya ag ar mereka menemuinya. Dengan tergesa-gesa  mereka pun datang menemuinya, anaknya yang berjumlah dua belas itu.  Semuanya dalam keadaan terlantar, tubuh mereka lunglai dengan rambut  yang kusut masai. Sementara wajah-wajah mereka yang kuyu telah merusak  keelokan dan kecantikan wajah mereka. Mereka duduk mengelilinginya. Satu  persatu ditatapnya wajah mereka dengan pandangan penuh kasih sayang.Air  matanya jatuh berderai, kemudian Khalifah memberi nasihat yang  diucapkannya secara terbata-bata kepada mereka : “Anakku sekalian.  Ayahmu diberi salah satu diantara dua pilihan. Kalian hidup kaya, tetapi  masuk neraka. Atau kalian hidup miskin tetapi masuk surga. Maka ayahmu  lebih suka menitipkan kalian kepada Allah yang telah menurunkan Kitab,  dan Dia akan melindungi orang-orang yang sholeh..”, ucap Amirul  Mukminin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu pandangannya kelihatan berbinar-binar yang sedang air  mukanya berseri-seri. Kemudian kedua matanya ditujukkan ke arah pintu  dengan pandangan yang penuh arti, seakan-akan sedang memandang tamu-tamu  yang sangat dihormati. Ia tersenyum kepada putera-puterinya, kepada  ibunya yang amat dimuliakannya, serta kepada isterinya yang setia.  Kemudian mempersilakan mereka untuk meninggalkan dirinya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepeninggal mereka, Amirul Mukminin mengangkat kedua tangannya,  seaskan-akan sedang menyambut dan mempersilahkan kedatangan tamu yang  sudah lama dinanti-nantikannya.&lt;br /&gt;Memang benar, saat itu rombongan Malaikat suci, hamba-hamba Allah  yang  dekat kepada Nya telah datang menjemputnya menuju tempat pelantikan yang  telah disediakan baginya, tempat yang abadi, surga Allah taman  Firdausi..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang yang berada diluar kamarnya, samar-samar mendengar Amirul  Mukminin sedang membaca ayat suci yang mulia dan agung :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Kebahagian di kampung akhirat itu Kami sediakan hanya bagi  mereka yangtidak suka menyombongkan diri dan melakukan kerusakan  di  muka bumi. Dan kesudahan yagn baik itu adalah orang-orang yang taqwa&lt;/em&gt;”.  (Surah Al-Qashas : 83).&lt;/p&gt; Saat itu pula sahabat karibnya yang menjadi penasihatnya Raja’ bin  Haiwah, melihat Amirul Mukminin mengulang-ngulang ayat itu, dan tak lama  kemudian, nafasnya berhenti berdetak, dan pergi untuk selama-lamanya.  Dengan wajahnya yang tersenyum. Itulah akhir kehkidupan Khalifah Umar  bin Abdul Aziz. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8810799585666640431?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8810799585666640431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8810799585666640431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/wasiat-kepada-anak-anaknya.html' title='Wasiat Kepada Anak-Anaknya'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4434875815319155723</id><published>2010-03-30T14:34:00.000+07:00</published><updated>2010-03-30T14:42:08.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Tobatnya Budak Khalifah Hisyam bin Abdul Malik</title><content type='html'>Sangat cantik. Di seluruh kota Kufah. Mungkin di Bagdad.  Tak ada  lagi yang mebandinginya. Mungkin batas kecantikannya  hanya ada dalam  angan-angan dan kisah-kisah. Tak banyak wanita dapat menyamainya.  Keceantikannya benar-benar sempurna.  Ditambah, ia pandai membaca  al-Qur’an, melantunkan syair dengan suaranya yang sangat lembut. Tetapi,  ia hanyalah seorang budak wanita. Budak itu diasuh oleh seorang wanita  jompo. Oh, betapa kehidupan terkadang tidak dapat dijangkau akal  manusia. &lt;p&gt;Suatu ujung senja, ketika Khalifah Hisyam bin Abdul  Malik, sedang  duduk diistananya, disertai oleh orang-orang dekatnya. Mereka sedang  menikmati akan datangnya malam, disertai dengan minuman, dan makanan,  serta mendengarkan kisah-kisah masa lalu. Keagungan, kejayaan, dan  kemenangan yang sangat menakjubkan. Tak ada lagi kekawatiran. Segalanya  menjadi sebuah keniscayaan. Semuanya telah terwujud. Pemerintahannya  menjadi kisah panjang yang tak pernah habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika itu, Khalifah Hisyam bin Malik, mendengar kabar ada budak  wanita di Kufah, yang sangat masyhur kecantikannya, dan diasuh oleh  wanita jompo. Hisyam berkirim surat kepada  Gubernur Kufah agar  mengusahakan kepada pemilik budak wanita itu, agar bersedia menjualnya  dan segera mengirimkan kepadanya. Kemudian, Hisyam mengirimkan seorang  utusan bertemu dengan Gubernur Kufah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika surat itu sudah sampai ditangan Gubernur Kufah, dikirmnya  utusan itu bertemu dengan wanita jompo, membeli b udak wanita, seharga  1000 dirham, dan  ditambah dengan satu kebun kurma yang setiap tahunnya  dapat menghasilkan  lima ratus kuintal kurma. Usai bertemu dengan wanita  jompo itu, lalu Gubernur Kufah bersama dengan utusan Khalifah Hisyam  itu, selanjutnya membawa wanita budak ke Khalifah Hisyam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Khalifah Hisyam sudah mempersiapkan istana, yag sangat  indah, tak ternilai, dan disertai dayang-dayang, serta berbagai macam  bentuk pakaian, perhiasan emas, intan, berlian dan tak lupa tempat  peraduan yang sangat mewah. Inilah yang akan menjadi tempat tinggal  budak wanita, yang sudah dibeli oleh Khalifah Hisyam. Mungkin inilah  kehidupan. Tak pernah dibayangkan oleh budak wanita itu. Hari-harinya  penuh dengan kebahagian. Hari-harinya hanya menemani Khalifah Hisyam bin  Abdul Malik. Hanya bercengkerama. Tak ada lainnya. Keduanya mereguk  kenimatan kehidupan. Tanpa batas. Tinggal di istana yang indah tak  ternilai, dayang-dayang, serta pakaian serba mewah, disertai wewangian,  yang membuat siapapun, tak mampu lagi, membayangkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai, di suatu ketika, ketika Khalifah Hisyam sedang bercengkerama  dengan budak wanita itu, diatas balkon, yang dihampari permadani dan  wewangian yang sangat semerbak, diselingi dengan dongeng dan syair-syair  yang sangat lembut,  maka Khalifah Hisyam semakin bertambah suka cita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ketika sedang menikmati cengkerama itu, tiba-tiba terdengar  jeritan, sehingga membuat Hisyam mencari tahu, apa sesungguhnya yang  terjadi. Ternyata suara jeritan itu, adalah iring-iringan jenazah yang  diikuti oleh pelayat wanita, yang menjerit-jerit meratapi kematian.   Dan, diantara mereka ada yang berteriak,  ‘Aduuh .. Bapakku yang  digotong diatas keranda kayu, yang pergi menuju ke tempat orang-orang  yang mati, dan akan tinggal dipemakaman sendirian, dan diasingkan  diliang lahatnya’, teriak diantara wanita itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar teriakan wanita itu, berlinanglah air mata Hisyam, dan  melupakan segala kenikmatan yang didapatkannya dari budak wanita  itu.  “Cukuplah kematian itu sebagai nasehat”, ujar Khalifah Hisyam. Melihat  sikap Hisyam itu, budak wanita yang sangat cantik itu, berkata, ‘Peratap  jenazah telah memutuskan tambatan hatiku’, ujarnya. Khalifah Hisyam  berkata, ‘Tinggalkan aku, dan biarkan aku sendiri’, ujar Hisyam kepada  budak wanita itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara, budak wanita itu, masih tetap ditempatnya, sampai  tertidur. Namun, dalam tidurnya itu, dia bermimpi kedatangan seorang dan  berkata kepadanya, ‘Kamu orang yang mempesona dengan kecantikanmu, dan  membuat lupa daratan dengan belaianmu. Bagaimanakah keadaanmu nanti,  bila sangkakala telah ditiup? Dikala orang-orang dibangkitkan lagi dari  kubur menuju ke tempat pembalasan? Di mana mereka  akan diterima sesuai  dengan amalan-amalan yang telah mereka lakukan?’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah terbangun budak wanita itu, dan dengan hati yang lapang, dia   segera mereguk minumannya, lalu memanggil dayang-dayangnya, meminta air  untuk  mandi, kemudian melemparkan seluruh pakaian  dan perhiasannya,  mengikatnya tengahnya dengan benang, serta mengambi tongkat,  mengalungkan tempat air dari kulit ke leherrnya, kemudian pergi  menghadap ke Khalifah Hisyam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku budak wanitamu, yang cantik gemulai, aku telah kedatangan  seseorang yang memperngatkanku, ia telah mengetuk pendengaranku dengan  ancamannya, dan aku memutuskan suatu rencana diriku dari perbudakan”,  ujar budak itu. “Jauh sekali perbedaan antara dua keinginan (hasrat)  ini, yaitu antara keinginanku dengan keinginanmu. Silahkan kamu dengan  keinginanmu. Pergilah. Kamu telah bebas merdeka di jalan Allah.  Kemanakah kamu akan pergi?”, tanya Hisyam. “Akan menuju Baitullah al  Haram (Ka’bah). “Barangkatlah, Tidak ada seorang pun yang akan  menghalangimu”, sahut Khalifah Hisyam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, wanita itu keluar dari istana Khalifah Hisyam bin Abdul  Malik dengan hidup zuhud, sangat bersahaja, dan hanya mengharapkan  akhirat. Dia terus mengembara sampai tiba di kota Makkah. Lalu, wanita  itu tinggal di Makkah dengan selalu berpuasa, disamping bekerja sebagai  pemintal benang untuk  mendapatkan makannya.  Bila sudah sore hari, dia  pergi berthawaf mengelilingi Ka’bah, lalu masuk ke Hijir Ismail dan  berdo’a, ‘Wahai .. ibadahku, hanya engkaulah bekalku, janganlah engkau  putuskan harapanku, capaikanlah cita-citaku, perbaguskanlah pola dan  perbanyaklah pembarianku”, ucapnya lirih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita yang pernah hidup bersama dengan Khalifah Hisyam bin Abdul  Malik itu, serta mereguk kenikmatan yang tak terhingga itu, terus  mendekatkan diri kepada Rabbnya, siang malam, sampai kulitnya berubah,  tampak keriput. Tubuhnya  menjadi lunglai,karena lamanya berdiri,  matanya cekung, dan hampir-hampir buta, karena selalu menangis, bila  mengingatkan kehidupan masa lalunya. Sedangkan tangannya penuh dengan  luka-luka, karena terus digunakan memintal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai saat menjelang fajar, usai Shubuh, dan wanita itu usai  menunaikan shalat Shubuh, Allah Azza Wa Jalla memanggilnya. WajahNYA  nampak tersenyum membayangkan surga. Sebuah kematian yang begitu indah,  bagi seorang budak wanita. Wallahu ‘alam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4434875815319155723?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4434875815319155723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4434875815319155723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/tobatnya-budak-khalifah-hisyam-bin.html' title='Tobatnya Budak Khalifah Hisyam bin Abdul Malik'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1138137223238917798</id><published>2010-03-30T14:24:00.000+07:00</published><updated>2010-03-30T14:26:20.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Mereguk Mata Air Sabar 'Urwah bin Zubair</title><content type='html'>&lt;p&gt;Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah di antara  sederet tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat  sesudah beliau. Adik dari Abdullah bin Zubair ini memberikakan  pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari cucu Abu Bakar Ash-shiddiq ini mendapat tugas untuk  menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan,  yaitu Damaskus di negeri Syam. Bersama dengan rombongan, ‘Urwah akan  menempuh perjalanan dari Madinah menuju Damaskus yang saat ini menjadi  negara Yordania.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika melewati Wadil Qura, sebuah daerah yang belum jauh dari  Madinah, telapak kaki kiri beliau terluka. Tabiin yang lahir pada tahun  23 Hijriyah ini menganggap biasa lukanya. Ternyata, luka tersebut  menanah dan terus menjalar ke bagian atas kaki Urwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setibanya di istana Al-Walid, luka di kaki kiri Urwah tersebut sudah  mulai membusuk hingga betis. Urwah pun mendapatkan pertolongan dari  Khalifah Al-Walid yang memerintahkan sejumlah dokter untuk memberikan  perawatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melalui beberapa pemeriksaan, para dokter yang memeriksa  salah seorang murid dari Aisyah binti Abu Bakar ini mempunyai satu  kesimpulan. Kaki kiri Urwah harus diamputasi, agar luka yang membusuk  tidak terus menjalar ke tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Urwah menerima keputusan tim dokter ini. Dan dimulailah operasi  amputasi. Seorang dokter menyuguhkan Urwah semacam obat bius agar  operasi amputasi tidak terasa sakit. Saat itu, Urwah menolak dengan  halus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau mengatakan, “Aku tidak akan meminum suatu obat yang  menghilangkan akalku sehingga aku tidak lagi mengenal Allah, walaupun  untuk sesaat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, para dokter pun menjadi ragu untuk melakukan amputasi.  Saat itu juga, Urwah mengatakan, “Silakan kalian potong kakiku. Selama  kalian melakukan operasi, aku akan shalat agar sakitnya tidak sempat  kurasakan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mulailah tim dokter memotong kaki Urwah dengan gergaji. Selama proses  operasi itu, tabiin yang bisa mengkhatamkan Alquran selama dua hari ini  tampak khusyuk dan tegar. Tidak sedikit pun suara rintihan keluar dari  mulut beliau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat pengalaman yang tidak mengenakkan dari seorang cucu sahabat  terkenal itu, khalifah Al-Walid menghampiri Urwah yang masih terbaring.  Ia mencoba untuk menghibur.&lt;br /&gt;Tapi, dengan senyum Urwah mengucapkan sebuah kalimat, “Ya Allah, segala  puji hanya untuk-Mu. Sebelum ini, aku memiliki dua kaki dan dua tangan,  kemudian Engkau ambil satu. Alhamdulillah, Engkau masih menyisakan yang  lain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku namun masa  sehatku masih lebih panjang hari-hari sakit ini. Segala puji hanya  untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil, dan atas apa yang telah  Engkau berikan kepadaku dari masa sehat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar itu, Khalifah Al-Walid bereaksi, “Belum pernah sekali pun  aku melihat seorang tokoh yang kesabarannya seperti dia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa saat setelah itu, tim dokter memperlihatkan potongan kaki  yang diamputasi itu kepada Urwah. Melihat potongan kakinya, beliau  mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui, tidak pernah  sekalipun aku melangkahkan kakiku itu ke arah kemaksiatan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ujian yang Allah berikan kepada Urwah tidak sampai di situ. Malam itu  juga, bersamaan dengan telah selesainya operasi pemotongan kaki, Urwah  mendapat kabar bahwa salah seorang putra beliau yang bernama Muhammad  -putra kesayangannya- meninggal dunia. Muhammad meninggal karena sebuah  kecelakaan: ditendang oleh kuda sewaktu sedang bermain-main di dalam  kandang kuda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keheningan malam itu, Urwah berucap pada dirinya sendiri,  “Segala puji hanya milik Allah, dahulu aku memiliki tujuh orang anak,  kemudian Engkau ambil satu dan  masih Kau sisakan enam. Walaupun Engkau  telah memberikan musibah kepadaku, hari-hari sehatku masih lebih panjang  dari masa pembaringan ini. Dan walaupun Engkau telah mengambil salah  seorang anakku, sesungguhnya Engkau masih menyisakan enam yang lain.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedekatan Urwah bin Zubair dengan doa kepada Allah memang sudah  menjadi karakter dalam kehidupnya. Suatu kali, ia pernah mendapati  seorang yang shalat kemudian berdoa dengan tampak tergesa-gesa .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;‘Urwah memberi nasihat kepada orang itu, “Wahai saudaraku, tidakkah  engkau memiliki kebutuhan kepada Rabb-mu dalam shalatmu? Adapun aku, aku  selalu meminta sesuatu kepada Allah, hingga jika aku menginginkan garam  sekalipun.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain doa, Urwah pun begitu dekat dengan Alquran. Sudah menjadi  kebiasaan putera Asma bintu Abu Bakar ini membaca seperempat Alquran di  siang hari, kemudian membaca seperempatnya lagi di saat shalat malam.  Kebiasaan berlama-lama dalam shalat malam ini terus dilakukan hingga  operasi amputasi yang ia alami. Karena sejak itu, ia tidak lagi bisa  berdiri seperti sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun ketika ia melakoni di antara kesibukannya di sebuah kebun,  Urwah selalu dekat dengan Alquran. Setiap kali masuk kebun, ia selalu  membaca surah Al-Kahfi ayat 39.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah berfirman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘Maa  syaa Allaah, laa quwwata illaa billaah’ (sungguh atas kehendak Allah  semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).  Sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan  keturunan.” (Al Kahfi: 39)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti itulah di anta hikmah yang diajarkan Urwah bin Zubair. Sabar  dan yakin terhadap ayat-ayat-Nya, merupakan kunci sukses seseorang  meraih kepemimpinan di dalam agama ini. Sebuah kepemimpinan dalam  mengarahkan umat kepada jalan yang lurus sesuai dengan rambu-rambu agama  yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya  shallallahu ‘alaihi wasallam. (mnh/berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1138137223238917798?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1138137223238917798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1138137223238917798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/mereguk-mata-air-sabar-urwah-bin-zubair.html' title='Mereguk Mata Air Sabar &apos;Urwah bin Zubair'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4249255162286348516</id><published>2010-03-30T14:05:00.001+07:00</published><updated>2010-03-30T14:14:00.731+07:00</updated><title type='text'>Waktu-Waktu Shalat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Shalat merupakan ibadah ummat Islam yang paling utama kepada Allah  SWT. Shalat adalah salah satu rukun Islam. Shalat adalah amalan yang  pertama kali dihisab di hari akhir. Jika shalat seorang hamba itu baik,  baik pula amal lainnya, dan demikian pula sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sejumlah ayat Al Quran yang berhubungan dengan waktu shalat.  Allah SWT berfirman, &lt;i&gt;"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang  ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman&lt;/i&gt;." (An-Nisa 103).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap  malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu  disaksikan (oleh malaikat)&lt;/i&gt;." (Al-Isra 78)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan  petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya  perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa)  perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang  ingat&lt;/i&gt;." (Hud 114)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah  dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya  dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada  waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang&lt;/i&gt;" (Thaha 130)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun hadits Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan waktu shalat  adalah sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Jabir bin Abdullah meriwayatkan " Malaikat Jibril datang kepada  Nabi S.A.W  lalu berkata: "Marilah solat". Lalu ia melakukan solat zohor  di waktu matahari telah condong (tergelincir). Kemudian Jibril datang  kepada Nabi di waktu Asar lalu berkata: "Marilah solat". Lalu ia solat  Asar di waktu bayangan tiap-tiap sesuatu jadi sama panjangnya dengan  keadaan dirinya. Kemudian Jibril datang kepada Nabi S.A.W di waktu  maghrib lalu berkata: " Marilah Solat" lalu ia solat Maghrib di waktu  matahari telah masuk (terbenam). Kemudian Jibril datang kepada Nabi  S.A.W di waktu Isya lalu berkata: "Marilah Solat". Lalu ia solat Isya  lalu berkata; " Marilah solat". Lalu ia solat Isya di waktu telah hilang  tanda merah - di tempat matahari terbenam. Kemudian Jibril datang  kepada Nabi S.A.W di waktu fajar lalu berkata: "Marilah solat" Lalu ia  solat Fajar (subuh) di waktu fajar telah terbit. Kemudian Jibril datang  kepada Nabi S.A.W pada esok harinya lagi di waktu zuhur lalu berkata:  "Marilah solat". Lalu ia solat zuhur, di waktu bayangan tiap-tiap  sesuatu itu jadi sama panjangnya dengan keadaan dirinya. Kemudian Jibril  datang kepada Nabi S.A.W di waktu Asar lalu berkata: "Marilah solat".  Lalu ia solat di waktu Asar, di waktu bayangan tiap-tiap sesuatu itu  jadi dua kali panjang daripada dirinya. Kemudian Jibril datang kepada  Nabi S.A.W di waktu maghrib yang sama waktunya dengan kelmarin, lalu ia  solat maghrib. Kemudian jibril datang kepada Nabi S.A.W di waktu Isya,  sehabis tengah malam, lalu berkata: "marilah solat". Lalu ia solat Isya.  Kemudian Jibril datang kepada Nabi pada waktu telah terang cuaca  (sebelum terbit matahari). Lalu berkata: "Marilah solat". Lalu ia solat  fajar. Kemudian Jibril berkata: Antara dua waktu itulah waktu bagi  tiap-tiap solat." (Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Hakim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits di atas memberikan penjelasan mengenai awal dan akhir waktu  shalat, yaitu berdasarkan pergerakan matahari, baik di atas ufuk  (horison) maupun dampak pergerakan matahari di bawah ufuk. Efek  pergerakan matahari diantaranya adalah berubahnya panjang bayangan  benda, terbit dan terbenamnya matahari, munculnya mega merah di waktu  fajar dan berakhirnya mega merah di malam hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada asalnya, cara menentukan waktu shalat adalah dengan melakukan  observasi / pengamatan posisi matahari. Namun dengan kemajuan kemajuan  ilmu pengetahuan, tanpa melihat posisi matahari, manusia dapat  mengetahui kapan datangnya waktu shalat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shalat lima waktu berdasarkan hadits di atas adalah sebagai  berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Zhuhur&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu zhuhur dimulai saat pertengahan hari (noon), yaitu ketika  matahari melewati garis meridian (lingkaran besar langit yang  menghubungkan utara dan selatan). Saat melewati garis meridian, ada tiga  kemungkinan azimuth matahari (dihitung dari arah utara). Pertama,  azimuth matahari = 0 derajat, yaitu ketika matahari melewati garis  meridian, posisinya di belahan langit utara. Kedua, azimuth = 180  derajat, ketika posisinya di belahan langit selatan. Ketiga, azimuthnya  tidak dapat ditentukan, ketika posisinya benar-benar tepat di zenith  (atas kepala) atau ketinggiannya tepat 90 derajat..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kemungkinan pertama dan kedua, sebuah benda memiliki panjang  bayangan jika terkena sinar matahari. Adapun untuk kemungkinan ketiga,  panjang bayangan sama dengan nol. Panjang bayangan saat datangnya waktu  Zhuhur ini akan berpengaruh pula pada penentuan datangnya waktu shalat  Ashar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu zhuhur berakhir saat datangnya waktu shalat ashar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;2. Ashar &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hadits di atas, ada dua pendapat mengenai kapan datangnya  waktu shalat ashar. Ini berkaitan dengan bayangan benda yang ditegakkan  di atas tanah. Menurut mazhab Syafii, waktu shalat ashar adalah ketika  panjang bayangan sama dengan tinggi benda (ditambah panjang bayangan  saat Zhuhur). Sedangkan menurut mazhab Hanafi, waktu shalat Ashar adalah  ketika panjang bayangan sama dengan dua kali tinggi benda (ditambah  panjang bayangan saat Zhuhur).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panjang bayangan pada waktu Zhuhur yang merupakan panjang bayangan  minimum ini perlu diperhitungkan, karena sangat mungkin panjang bayangan  saat Zhuhur itu lebih panjang dari tinggi benda itu sendiri seperti di  tempat yang memiliki lintang tinggi. Jika bayangan saat Ashar = Sa,  bayangan saat zhuhur = Sz dan tinggi benda = h, maka secara sederhana  dapat ditulis Sa = h + Sz menurut mazhab Syafii dan Sa = 2*h + Sz  menurut mazhab Hanafi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu Ashar berakhir saat datangnya waktu shalat maghrib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;3. Maghrib &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shalat maghrib dimulai saat matahari terbenam (sunset). Ketika  matahari terbenam dimana posisinya di bawah ufuk, langit tidak langsung  gelap. Hal ini disebabkan adanya atmosfer bumi yang membiaskan cahaya  matahari. Karena itu, matahari harus tenggelam hingga belasan derajat di  bawah ufuk supaya tidak ada lagi cahaya matahari yang dapat dibiaskan  sehingga langit menjadi gelap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shalat maghrib berakhir saat datangnya waktu shalat Isya'.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;4. Isya' &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shalat Isya' dimulai saat langit gelap, atau berakhirnya mega  merah (astronomical twilight) di langit barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu Isya' berakhir saat datangnya waktu shubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;5. Shubuh &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shubuh dimulai ketika munculnya fajar (shidiq) atau cahaya  secara merata di langit timur. Meskipun saat itu matahari masih belasan  derajat di bawah ufuk, namun akibat pembiasan atmosfer cahaya matahari  dapat dibiaskan sehingga langit tidak lagi gelap. Beberapa catatan  mengenai penentuan waktu Isya' dan Shubuh disajikan pada catatan di  bawah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shubuh berakhir saat matahari terbit..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa catatan mengenai waktu shalat di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tulisan terdahulu tentang Transformasi Sistem Koordinat, penulis  sudah pernah menyinggung satu rumus penting yang berhubungan dengan  waktu shalat, yaitu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cos(Hour Angle) = [sin(altitude) - sin(lintang)*sin(deklinasi)] /  [cos(lintang)*cos(deklinasi)].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu shalat dapat ditentukan dengan perhitungan menggunakan  rumus-rumus pergerakan matahari dengan tepat. Jika Hour Angle diketahui,  maka sudut ini dapat dikonversi ke dalam waktu. Dari rumus di atas, ada  beberapa parameter penting dalam menentukan waktu shalat untuk suatu  tempat tertentu. Pertama, koordinat lintang (latitude) suatu tempat.  Kedua, sudut deklinasi matahari yang berubah secara periodik sepanjang  tahun. Deklinasi adalah salah satu koordinat dalam sistem koordinat  ekuator (lihat tulisan tentang Mengenal Sistem Koordinat). Parameter  lainnya yang menentukan meskipun tidak disebutkan dalam rumus di atas  adalah koordinat bujur (longitude). Bujur suatu tempat berpengaruh pada  penentuan waktu untuk tengah hari saat matahari melewati garis meridian  setempat. Yang juga berperan penting dalam penentuan waktu untuk tengah  hari adalah apa yang disebut Equation of Time. Equation of Time adalah  selisih antara waktu saat matahari yang sesungguhnya melewati meridian  dengan matahari fiktif yang bergerak dengan laju konstan. Terjadinya  selisih ini akibat lintasan matahari mengitari bumi yang tidak berbentuk  lingkaran melainkan elips. Pembahasan tentang Equation of Time lebih  tuntas berikut rumus untuk memperoleh nilainya Insya Allah disajikan  pada kesempatan lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini, datangnya waktu zhuhur saat matahari melewati  meridian, datangnya waktu maghrib saat matahari terbenam, serta  berakhirnya waktu shubuh saat matahari terbit dapat dihitung dengan  akurat. Demikian pula, datangnya waktu ashar dapat ditentukan, meskipun  terjadi perbedaan pendapat, apakah panjang bayangan itu satu atau dua  kali tinggi benda (ditambah panjang bayangan saat Zhuhur). Perbedaan  pendapat ini bukanlah mengenai bagaimana menentukan posisi matahari,  namun perbedaan dalam menentukan definisi yang tepat mengenai kapan  datangnya waktu Ashar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun untuk datangnya waktu salat Isya' maupun shubuh juga terjadi  perbedaan pendapat. Penentuan kedua waktu tersebut tidak secara langsung  berkaitan dengan posisi matahari, namun efek dari atmosfer yang  membiaskan cahaya matahari dari bawah ufuk. Ada beberapa pendapat,  misalnya altitude matahari itu berkisar antara 15 hingga 20 derajat di  bawah ufuk agar tidak ada lagi cahaya matahari yang dapat dibiaskan.  Diakui disini bahwa tidak ada satu pendapat mengenai sudut ini, sehingga  perbedaan satu derajat saja akan berpengaruh pada perbedaan waktu  shalat isya' dan shubuh beberapa menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah disebutkan di atas bahwa parameter penting dalam penentuan  waktu shalat adalah lintang. Untuk daerah dengan lintang tinggi (di  daerah sebelah utara 48,5 LU atau sebelah selatan 48,5 LS) dalam rentang  waktu tertentu (beberapa hari hingga beberapa bulan), matahari tidak  cukup tenggelam di bawah ufuk sepanjang waktu malam. Merujuk pada rumus  di atas, untuk nilai Cos(Hour Angle) = 1 atau -1, posisi matahari di  bawah ufuk (altitude negatif) tidak cukup tenggelam. Akibatnya, saat  malam (yang didefinisikan dari saat matahari terbenam hingga terbit),  langit tidak benar-benar gelap. Atmosfer bumi masih mampu membiaskan  cahaya matahari sehingga langit masih nampak cukup terang sepanjang  malam. Jadi jika hanya menggunakan perhitungan matematis semata, maka  waktu isya' dan shubuh tidak dapat ditentukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan dalam kasus yang ekstrem, di daerah yang lintangnya sangat  tinggi (sebelah utara 66,5 derajat LU atau sebelah selatan 66,5 derajat  LS), matahari tidak pernah terbenam atau tidak pernah terbit selama  beberapa hari hingga beberapa bulan. Jika matahari tidak pernah  terbenam, akibatnya hanya waktu zhuhur dan ashar yang dapat ditentukan  dengan perhitungan matematis. Sedangkan untuk kasus matahari yang tidak  pernah terbit, hanya waktu shalat isya' dan shubuh saja yang dapat  ditentukan dengan perhitungan yang normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kedua kasus ekstrem di atas, dimana langit tidak benar-benar  gelap dan matahari tidak pernah terbit/terbenam, terdapat sejumlah  pendapat/fatwa dari kalangan ulama. Masalah ini juga sudah pernah  dibahas dalam muktamar ulama dari berbagai negara Islam beberapa dekade  lalu. Insya Allah akan dibahas pada tulisan khusus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari paparan singkat di atas, yang diharapkan adalah adanya landasan  pemahaman yang kokoh jika suatu saat ditemui terjadinya perbedaan waktu  jadwal shalat. Dalam satu kesempatan penulis pernah menjawab pertanyaan  seseorang yang menanyakan mengapa jadwal waktu shalat shubuh di Jakarta  yang dikeluarkan oleh tiga lembaga itu berbeda-beda untuk hari yang  sama. Satu lembaga menyatakan pukul 4:36 pagi. Jadwal lain menyatakan  pukul 4:38 dan satunya lagi pukul 4:42. Jika kita memahami latarbelakang  bagaimana penyusunan jadwal shalat, Insya Allah perbedaan tersebut  dapat dipahami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tulisan selanjutnya, Insya Allah penulis akan menyajikan  perhitungan matematis untuk menentukan waktu shalat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:eramuslim.com/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4249255162286348516?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4249255162286348516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4249255162286348516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/waktu-waktu-shalat.html' title='Waktu-Waktu Shalat'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1059045387548180481</id><published>2010-03-30T13:40:00.003+07:00</published><updated>2010-03-30T13:44:02.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S7GdqKcAgjI/AAAAAAAAAHg/4qiYJQtVYlc/s1600/mus1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 230px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S7GdqKcAgjI/AAAAAAAAAHg/4qiYJQtVYlc/s320/mus1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454313971404276274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam  situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu  menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada  perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh  Israel dalam perang tahun 2006 lalu. &lt;p&gt;Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di  Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun  untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi  di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa  melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap  mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat  kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh  memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis  sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim  dalam tulisannya bertajuk "Kepada Saudariku Para Muslimah";&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditengah serangan Israel ke Libanon dan "perang melawan teror" yang  dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di  setiap rumah di AS. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa  rakyat Libanon,  tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat  kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa  bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa  meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap  terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku  merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat  Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa  memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang  paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah  serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia  dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang  alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami  kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga  dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir  dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perangkap Setan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan  dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah  mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini  terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami.  Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau  mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari  pengaruh jahat mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket  kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas  sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka  sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui  program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum  racun mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat  penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan  pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya  sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan  oleh racun-racun itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang  merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang,  puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa  keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi,  membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku  kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus  memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di  Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum  perempuan agar mau tidak punya banyak anak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk  perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani  kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang.  Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian  sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa  agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi  pikiran kalian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas  murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya  mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum  perempuan di Barat yang telah tertipu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba  meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah  seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim  lebih "seksi"  daripada model pakaian Barat, karena busana itu  menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah "misteri" dan  menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang  yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki  yang mencintai dan menghormati perempuan,  dan cukup pantas untuk  menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah  lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari  kaum perempuannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah  mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi  sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin  kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi  saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan  berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka  mengenakan kerudung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal  atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam  hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan  Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu  kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di  majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas  palsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih  penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu  adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah  dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi  sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan  akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal.  Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya  perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras,  kebangsaan atau agamanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah  keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang  mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya  bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan,  memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa  saja yang disukai. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah  ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan  merasa aman untuk mencintai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu  kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak  tergantikan seperti kehormatan saya semula. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran  bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas.  Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang  merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis  cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam  kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak  mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir  bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan  kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya  satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan  kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian  tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai  tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu  mempengaruhi kalian. &lt;/p&gt; Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan  Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan  seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi  kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada  kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: eramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1059045387548180481?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1059045387548180481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1059045387548180481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri.html' title='Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S7GdqKcAgjI/AAAAAAAAAHg/4qiYJQtVYlc/s72-c/mus1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4615940737003286436</id><published>2010-03-22T14:10:00.002+07:00</published><updated>2010-03-22T14:17:44.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Mengenang Aminah Assilmi, Dari Kristen Radikal Menjadi Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S6cZcJ4tpVI/AAAAAAAAAHY/iYCILkSE3Ds/s1600-h/aminah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 238px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S6cZcJ4tpVI/AAAAAAAAAHY/iYCILkSE3Ds/s320/aminah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451353845436097874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 17/03/2010 12:11 WIB&lt;br /&gt;Berawal dari kesalahan data komputer, hidup perempuan cerdas ini  berubah total dari seorang penganut Kristen Baptis yang taat dan seorang  feminis yang radikal,  menjadi seorang muslimah dan salah satu tokoh  cendekiawan Muslim di AS. Selama 33 tahun menjadi seorang Muslim, ia  aktif berdakwah, diundang sebagai pembicara, menulis dan memberikan  advokasi di bidang keislaman dan hak-hak perempuan. Dunia internasional  mengenal dan menghormatinya sehingga baru-baru ini ia terpilih sebagai  satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia. &lt;p&gt;Namanya Aminah Assilmi. Usianya 65 tahun. Namun nama itu kini menjadi  kenangan, karena Allah Swt telah memanggilnya pada tanggal 5 Maret  2010. Aminah meninggal dunia setelah pukul 03.00 dinihari waktu  setempat, akibat kecelakaan mobil di dekat Newport, setelah memberikan  ceramah di New York. Jabatan terakhirnya sampai ia menghembuskan napas  yang terakhir adalah Direktur International Union of Muslim Women.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski telah tiada, kisah keislaman dan dakwah sosok perempuan yang  aktif di masyarakat dan dikenal sebagai cendikiawan Islam dengan level  internasional menjadi inspirasi banyak orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Saat Hidayah itu Datang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum masuk Islam, Aminah terlahir dari keluarga Kristen Baptis di  wilayah Selatan AS. Sebagai perempuan, Aminah memiliki kecerdasan diatas  rata-rata gadis seusianya. Dia selalu mendapatkan nilai sempurna di  sekolah, mendapat beasiswa saat kuliah dan sejak menjadi menjadi  mahasiswi, ia sudah mengelola bisnis sendiri, bersaing dengan para  profesional dan meraih beberapa penghargaan. Ia juga menjadi aktivis  perempuan yang menganut feminisme dan bekerja sebagai wartawan media  elektronik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari pada tahun 1975, Aminah menggunakan komputer untuk  mendaftarkan diri ke sebuah perguruan tinggi. Saat itu baru  pertamakalinya komputer digunakan untuk pendaftaran di perguruan tinggi  tersebut. Sementara ia menunggu hasil pra-pendaftarannya untuk jurusan  Wisata, Aminah pergi ke Oklahoma untuk mengurus bisnisnya. Karena  sesuatu hal, kepulangannya tertunda, ia baru kembali ke perguruan tinggi  tempat ia mendaftarkan diri dua minggu ketika perkualiahan sudah  dimulai. Betapa terkejutnya Aminah, karena komputer salah mengolah  datanya dan nama Aminah masuk ke jurusan Teater. Jurusan yang  mengharuskannya tampil di depan banyak orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai gadis yang cenderung pemalu, Aminah gundah memikirkan dirinya  harus tampil di depan banyak orang. Ia tidak bisa membatalkan  perkuliahannya, karena sudah terlalu terlambat untuk mengurus kesalahan  kompouter itu. Ia tidak mau gagal karena ia menerima beasiswa. Nilai "F"  di mata kuliah, akan mengganggu pemberian beasiswanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas nasehat suaminya, Aminah menemui dosennya untuk membicarakan  alternatif untuk tampil, seperti persiapan kostum dan lain sebagainya.  Dosennya berjanji untuk membantu dan Aminah datang ke kelas selanjtnya  yang membuat ia syok dengan apa yang ia saksikan. Kelas itu penuh dengan  orang-orang Arab, yang oleh Aminah dijuluki "para joki unta". Aminah  langsung pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak kuliah lagi. Ia  tidak mau berada di tengah orang-orang Arab. "Aku tidak akan pernah  duduk dalam satu ruangan yang penuh dengan orang-orang kafir yang  kotor," tegasnya ketika itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat kegundahan isterinya, suami Aminah dengan sikap kalem seperti  biasanya memberinya penjelasan bahwa Tuhan pasti punya alasan untuk  segala sesuatu. Ia menasehati Aminah untuk berpikir dalam-dalam sebelum  memutuskan berhenti kuliah. Aminah mengunci dirinya selama dua hari  untuk mempertimbangkan nasehat suaminya dan akhirnya ia memutuskan untuk  tetap kuliah. Tapi keputusan itu dibarengi dengan pikiran bahwa Tuhan  telah menugaskan dirinya untuk mengajak orang-orang Arab itu masuk agama  Kristen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aminah pergi kualiah dengan sebuah misi. Sepanjang perkuliahan,  Aminah akan menyempatkan diri untuk membicarakan agama Kristen yang  dianutnya dengan teman-teman Arabnya di kelas. "Saya mulai menceramahi  mereka bagaimana mereka akan dibakar di neraka untuk selama-lamanya  kalau mereka tidak menerima Yesus sebagai penyelamat mereka," ujar  Aminah menceritakan pengalamannya sebelum masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, sambungnya, teman-teman Arabnya sangat sopan dan tidak ada yang  mau masuk Kristen. Aminah masih terus berusaha mempengaruhi mereka  dengan mengatakan bahwa Yesus sangat mencintai mereka dan rela mati  disalib untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa. Yang harus dilakukan  manusia hanyalah menerima Yesus dalam hati mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman-teman Arab Aminah tetap tidak ada yang mau pindah agama ke  Kristen dan Aminah pantang mundur. Ia memutuskan untuk membaca kitab  suci Al-Quran untuk menunjukan pada teman-teman Arabnya bahwa Islam  adalah agama palsu dan Nabi Muhammad adalah tuhan palsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas permintaan Aminah, seorang mahasiswa membawakannya kitab suci  Al-Quran dan sebuah buku tentang Islam. Aminah lalu memulai pencariannya  untuk mematahkan keyakinan teman-teman Arabnya terhadap Islam. Aminah  membaca seluruh isi Al-Quran dan sedikitnya 15 buku tentang Islam, lalu  ia kembali pada Al-Quran dan membacanya kembali. Selama pencariannya  itu, ia mulai membuat beberapa catatan hal-hal yang menurutnya bisa ia  bantah dan akan dijadikannya sebagi bukti bahwa Islam adalah agama  palsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi tanda disadarinya, telah terjadi perubahan pada diri Aminah dan  suaminya yang melihat perubahan itu. "Dalam beberapa hal kecil saya  mulai berubah, yang cukup membuat suami saya terganggu. Kami biasa pergi  ke bar setiap hari Jumat dan Sabtu atau pergi ke pesta. Lalu saya mulai  malas pergi ke tempat itu, saya jadi agak pendiam dan mulai menjauh,"  tutur Aminah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak ia membaca Al-Quran dan buku-buku Islam, Aminah juga mulai  berhenti minum minuman keras dan tidak lagi makan daging babi. Karena  perubahan-perubahan itu, suaminya menuduhnya selingkuh dengan lelaki  lain dan mengusirnya. Aminah lalu pindah dan hidup sendirian di sebuah  apartamen. Dalam kesendiriannya, Aminah terus mempelajari Islam meski ia  masih tetap menjadi seorang Kristen yang taat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai suatu hari, terdengar ketukan di pintu apartemennya. Seorang  laki-laki-yang kemudian dikenalnya bernama Abdul Aziz  Al-Syaikh-mengenakan busana tradisional muslim berupa baju gamis panjang  berwarna putih dengan sorban bermotif papan catur putih merah terlilit  di kepalanya. Lelaki itu datang bersama tiga lelaki lainnya yang  mengenakan busana yang sama. Ketika itu, Aminah merasa marah karena para  tamu itu datang saat ia mengenakan baju tidur dan piyama saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aminah makin kaget ketika Abdul Aziz mengatakan bahwa ia memahami  bahwa Aminah ingin menjadi seorang muslim. Aminah lalu menjawab bahwa ia  seorang Kristiani dan tidak berniat untuk menjadi seorang muslim. Tapi  Aminah punya banyak pertanyaan dan menanyakan apakah tamu-tamunya itu  punya waktu luang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya Aminah mempersilahkan mereka masuk. Ia lalu menanyakan  hal-hal dan keberatan-keberatannya yang sudah ia catat selama ia membaca  Al-Quran dan buku-buku Islam. "Saya tidak akan melupakan namanya, Abdul  Aziz adalah seorang yang sabar dan lemah lembut. Ia dengan sangat sabar  membahas pertanyaan-pertanyaan itu bersama saya. Dia tidak membuat saya  seperti orang bodoh atau membuat pertanyaan saya seperti pertanyaan  yang bodoh," ungkap Aminah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aminah mengatakan, Abdul Aziz menjelaskan padanya bahwa Allah  memerintahkan manusia untuk mencari ilmu dan bertanya sebagai salah satu  cara untuk mendapatkan ilmu. Aminah seperti menyaksikan kuntum bunga  sedang bermekaran mendengar penjelasan Abdul Aziz. Ketika ia berbeda  pendapat, Abdul Aziz akan memjelaskannya lebih dalam dan dari sisi  pandang yang berbeda sampai Aminah benar-benar memahaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berdiskusi dengan Abdul Aziz dan teman-temannya, tidak butuh  waktu lalu buat Aminah untuk memutuskan masuk Islam. Satu setengah tahun  ia sudah mempelajari Islam dan Al-Quran, keesokan harinya setelah Abdul  Aziz bertamu ke rumahnya, Aminah mengucapkan dua kalimat syahadat  disaksikan Abdul Aziz dan teman-temannya yang datang malam itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cobaan Bertubi Setelah Menjadi Muslim&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti kebanyakan para mualaf yang harus menghadapi konsekuensi yang  tidak mengenakan setelah masuk Islam, begitu pula Aminah. Setelah  menjadi seorang muslimah, Aminah banyak kehilangan teman-temannya.  Ibunya juga tidak menerima keislamannya. Saudara perempuannya bahwa  menganggap Aminah sakit jiwa dan ingin memasukkannya ke tempat  rehabilitasi para penderita gangguan mental. Ayah Aminah yang dikenal  sebagai orang yang bijak dan tempat meminta nasehat oleh banyak orang,  tiba-tiba menjadi beringas dan seolah-olah ingin membunuh Aminah setelah  mendengar puterinya menjadi seorang muslim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aminah sendirian, tanpa teman dan tanpa keluarga. Tapi ia tetap  memilih jalan Islam, bahkan memutuskan untuk segera berjilbab meski  untuk itu ia harus kehilangan pekerjaannya karena dipecat. Cobaan itu  belum cukup, karena suami Aminah menceraikannya begitu tahu ia masuk  Islam dan pengadilan memutuskan dua anaknya, satu laki-laki dan satu  perempuan, dibawah pengasuhan suaminya, hanya karena Aminah kini menjadi  seorang muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Itulah 20 menit yang paling menyakitkan dalam kehidupan saya," kata  Aminah dalam sebuah wawancara saat ia harus melepas kedua anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Colorado, Aminah mencoba membeberkan kasusnya pada media massa. Ia  berharap bisa mendapatkan hak pengasuhan anaknya kembali karena hukum  di Colorado menyebutkan bahwa seseorang tidak bisa kehilangan hak asuh  anaknya hanya karena latar belakang agamanya. Meski demikian, Aminah  tetap tidak berhasil mendapatkan hak asuh itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aminah kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang muslim. Meski  sakit hati, ia tetap memperlakukan keluarganya dengan hormat dan tetap  menjaga komunikasi dengan mereka. Ia juga tetap mendakwahkan Islam dalam  setiap kesempatan bertemu dengan keluarganya. Dan perjuangannya tidak  sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota keluarganya yang kemudian masuk Islam adalah neneknya yang  sudah berusia lebih dari 100 tahun. Tak lama setelah bersyahadat,  neneknya wafat. Setelah itu, ayah Amina yang dulu ingin membunuhnya  karena keislamannya, menyatakan diri masuk Islam. Beberapa tahun  kemudian, ibu Aminah pun menjadi muslimah. Lalu suami Aminah dan saudara  perempuannya yang dulu ingin memasukkannya ke rumah sakit jiwa akhirnya  juga mengucapkan dua kalimah syahadat. Tak ketinggalan, anak lelaki  Aminah, pada usia 21 tahun juga memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subhanallah ... tak ada hal yang paling membahagiakannya Aminah  selain melihat keluarganya memeluk Islam. Aminah pun terus mendakwahkan  pengalamannya dan agama Islam sehingga banyak orang yang sudah  terinspirasi dari pengalaman hidupnya. Entah sudah berapa banyak orang  yang masuk Islam, setelah mendengar kisah Aminah dan ceramah-ceramah  agamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang sosok Aminah Assilmi sudah tiada, tapi namanya tetap harus  dan hidup di hati orang-orang yang mengagumi dan menyayanginya.  (ln/iol/isc)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4615940737003286436?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4615940737003286436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4615940737003286436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/03/mengenang-aminah-assilmi-dari-kristen.html' title='Mengenang Aminah Assilmi, Dari Kristen Radikal Menjadi Seorang Muslimah'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/S6cZcJ4tpVI/AAAAAAAAAHY/iYCILkSE3Ds/s72-c/aminah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-9222219688818074507</id><published>2010-02-24T13:44:00.001+07:00</published><updated>2010-02-24T13:46:33.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Mengukur Dalamnya Keyakinan</title><content type='html'>&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Rabu, 24/02/2010 05:58 WIB &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/oase-iman/mengukur-dalamnya-keyakinan.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                       &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Seorang bapak berkata pada anaknya, “Anakku, jika engkau selalu menjaga shalat lima waktu berjamaah di mesjid tepat waktu, di akhir bulan bapak akan belikan untukmu sepeda motor.” Mendengar perkataan bapaknya, sang anak sangat antusia dan sejak saat itu ia tak pernah meninggalkan shalat berjamaah di mesjid. Ia begitu rajin dan takut jika satu kali saja tidak bisa shalat berjmaah di mesjid. Baginya hadiah sepeda motor dari bapaknya sangat menggiurkan dan membuatnya tertarik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di lain kesempatan seorang Direktur sebuah perusahaan mengumumkan pada seluruh karyawannya, “Siapa diantara kalian yang selalu datang tepat waktu, disiplin dalam bekerja, dan mampu membuat hati saya puas dengan hasil pekerjaan kalian, akan saya tambahkan gajinya, bahkan akan saya naikkan kedudukannya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa respon para karyawan ketika mendengar pengumuman ini? Saya, anda dan kita semua yakin bahwa seluruh karyawan akan tiba di kantor tepat waktu. Disiplin dalam bekerja dan selalu berusaha membuat sang Direktur tersenyum bangga dengan pekerjaannya. Siapa yang tidak akan tergiur dengan hal-hal di atas. Semua karyawan pasti menginginkannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang mendorong mereka untuk datang tepat waktu? Kenapa mereka begitu antusias dan yakin dengan perkataan sang Direktur? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adalah karena dorongan untuk mendapatkan hadiah-hadiah di atas dan juga mereka sangat yakin sang Direktur yang telah mereka ketahui kejujurannya tidak akan mungkin berbohong dan mempermainkan mereka. Mereka sangat yakin bahwa sang Direktur serius dan bersungguh-sungguh. Inilah yang menjadi dorongan terbesar mereka untuk percaya dan menjalankan pengumuman tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang, mari kita bertanya dengan penuh jujur, seberapa besar keimanan kita pada Allah swt dan hari akhirat? Apakah kita sudah meyakini segala apa yang Allah Swt beritakan dan sampaikan dalam al-Qur`an, sehingga terdorong hati untuk melaksanakannya? Apakah kita sudah mengikuti petunjuk yang dibawa utusan Allah swt , yaitu nabi Muhammad saw? Sehingga kita menjadikan beliau sebagai teladan dalam menjalani kehidupan ini. Pertanyaan-pertanyaan muhasabah ini perlu untuk selalu kita tanyakan pada diri kita agar kita bisa mengukur sejauh mana keyakinan kita pada firman-firman Allah dan sabda-sabda Rasul-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah memerintahkan kita dalam al-Qur`an untuk mengerjakan shalat 5 waktu, puasa, membayar zakat, bersedekah, melaksanakan ibadah haji, shalat qiyam dan amal ibadah lainnya, kemudian Allah berikan kabar gembira bahwa bagi siapa diantara manusia yang menjalankan suruhan-suruhan tersebut akan diberikan balasan pahala di akhirat kelak, berupa sorga yang di dalamnya terdapat segala keindahan, kenikmatan dan kesenangan yang tiada habisnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw juga memerintahkan kita untuk mengamalkan sunnahnya agar kita selamat di dunia dan akhirat. Dan sekarang kita lihat, berapa banyak dari kita dan manusia yang mengamalkannya? Berapa banyak orang-orang yang mengerjakan suruhan tersebut? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh masih sangat sedikit, masih banyak yang melanggar perintah Allah. Masih banyak yang bergelimangan dengan dosa dan maksiat. Penyakit apakah yang sesungguhnya telah melanda diri manusia sehingga tidak tergerak di hatinya keinginan untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dengan penuh rasa ikhlas dan ketaatan? Adalah karena lemahnya iman yang bersemayam di dalam hati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia lebih meyakini apa yang nampak dan terlihat saja, adapun perkara-perkara yang ghaib berupa perkara tentang pahala, tentang akhirat dan lainnya banyak manusia yang tidak meyakini. Inilah diantara penyebab banyaknya manusia tidak mengerjakan perintah Allah atau tidak sepenuh hati patuh pada perintah Allah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keimanan inilah sebenarnya yang perlu kita bina terus, keimanan yang kokoh, yang tidak berubah dengan berubahnya keadaan, yang tidak hilang dengan hilangnya materi dan dunia, dan yang tidak bekurang dengan berkurangnya usia, tapi iman yang selalu berdiri kokoh di tengah-tengah terpaan badai kehidupan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang yang imannya tangguh dan kokoh akan selalu yakin dengan berita-berita yang terdapat dalam al-Qur`an dan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Mereka sangat sungguh-sungguh menjalankannya. Ketika Allah perintahkan untuk mengerjakan shalat, puasa, zakat, haji, berkata jujur, menjalankan amanah, bersilatur rahmi dan kebaikan-kebaikan lainnya, mereka melaksanakannya dengan semangat yang tinggi dan penuh rasa ikhlas. Mereka berharap akan balasan-balasan pahala yang Allah janjikan. Mereka sangat yakin dengan janji-janji Allah. Allah sekali-kali tidaklah ingkar janji. Janji-Nya pasti akan ditepati-Nya. Bahkan ketika Allah perintahkan untuk pergi berjihad, mengorbankan nyawa dan harta di jalan-Nya, mereka sambut seruan itu dengan semangat yang berkobar-kobar, mereka telah sangat yakin dengan setiap apa yang Allah sampaikan dalam ayat-ayat-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu juga ketika Allah melarang bersikap sombong, munafik, ingkar janji, bakhil, melakukan perbuatan zina, mencuri, memfitnah dan segala bentuk keburukan lainnya, mereka juga akan meninggalkan semua larangan itu dengan hati yang ikhlas dan dada yang lapang. Mereka tidak mengeluh sedikitpun. Tidak berburuk sangka pada Allah. Karena mereka telah sangat yakin pada Allah, bahwa bila hal itu mereka tinggalkan, Allah akan jauhkan mereka dari siksa-Nya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah adalah Pencipta kita, yang dalam genggaman-Nya segala sesuatu. Dan bila kita ingin tahu kadar keimanan kita pada Allah, hadapkanlah diri kita dengan ayat-ayat Allah. Adakah hati bergetar ketika mendengar asma Allah, adakah iman bertambah ketika mendengar ayat-ayat Allah dan adakah setelah itu muncul dorongan yang kuat dalam hati untuk melaksanakannya? Dan apakah setiap kali mendengar atau membaca al-Qur`an hati kita membenarkan isinya, mengagungkannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari selalu kita ukur kadar keyakinan kita pada Allah, apakah setiap kali Allah merintahkan kita pada suatu perkara kita akan melakukannnya dengan ikhlas dan senang hati dan apakah setiap kali Allah melarang kita dari suatu hal kita akan meninggalkannya dengan ikhlas dan sepenuh hat?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: era muslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-9222219688818074507?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/9222219688818074507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/9222219688818074507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/02/mengukur-dalamnya-keyakinan.html' title='Mengukur Dalamnya Keyakinan'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5241295152865205772</id><published>2010-02-24T13:29:00.005+07:00</published><updated>2010-02-24T13:35:27.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Neraka</title><content type='html'>&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Rabu, 17/02/2010 13:13 WIB&lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/selamatkan-dirimu-dan-keluargamu-dari-neraka.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;      &lt;p&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Fathuddin Jafar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaum muslimin rahimakumullah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketakqawaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan….&lt;br /&gt;Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanya sebentar saja. Berdasarkan fakta, paling lama kita hidup di dunia ini sekitar 80 sampai 100 tahun. Kehidupan kita yang abadi dan kekal adalah di akhirat kelak. Kenyataannya kita sering lupa sehingga sebagian besar potensi diri dan waktu yang kita miliki, kalau tidak dikatakan semuanya, kita curahkan untuk kepentingan dunia. Padahal seharusnya kita curahkan untuk kepentingan kehidupan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa tidak? Hampir semua waktu dan potensi diri kita gunakan untuk mencari uang atau harta. Sekitar 8 jam digunakan untuk bekerja. Di jalan kita habiskan 2 sampai 4 jam. Tidur kita pakai 5 sampai 6 jam. Berapa jam yang kita gunakan untuk ibadah shalat fardhu, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir dan berbagai aktivitas ibadah lainnya? Berapa pula waktu yang kita habiskan pada hal-hal yang tidak berguna?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita bekerja 8 jam perhari dan 5 hari sepekan, bearti kita gunakan hidup kita untuk mencari uang sekitar 40 jam perpekan, atau sekitar 23,8 % dari umur kita sejak kita bekerja. Kalau di jalan kita habiskan 3 jam perhari dan 5 hari per pekan, berarti kita menggunakan umur kita di jalan sebangak 8,92 %. Kalau kita tidur sebanyak 6 jam per hari, maka kita akan menggunakan hidup ini sekitar 25 % untuk tidur. Jika kita habiskan waktu 20 menit untuk sekali makan, maka kita membutuhkan waktu 1 jam per hari, atau sekitar 4,16 % kita habiskan umur kita untuk makan. Total waktu untuk bekerja, di jalan, tidur dan makan adalah sekitar 61,88 %.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, bagaimana pula waktu yang kita gunakan untuk shalat fardhu? Jika kita gunakan waktu untuk shalat fardhu 10 menit per shalat, maka kita butuh 50 menit saja, atau sekitar 3,47 %, dari waktu yang diberikan Allah pada kita. Bagaimana pula waktu untuk ibadah sunnah seperti, shalat sunnah, termasuk tahajjud, membaca Al-Qur’an, berzikir pada Allah dan aktivitas ibadah lainya? Katakanlah untuk semua itu kita gunakan sekitar 1 jam perhari, berarti sekitar 4,16 % dari hidup ini kita gunakan untuk ibadah sunnah. Maka total waktu yang kita gunakan untuk ibadah fardhu dan sunnah hanya sekitar 7,63 %. Coba bandingkan dengan waktu yang kita gunakan untuk bekerja, di jalan, tidur dan makan yang mencapai 61,88%. Apakah ini fenomena yang menggembirakan atau memprihatinkan? Belum lagi persoalan kehalalan uang dan harta yang kita dapatkan dan dosa-dosa yang kita lakukan setiap harinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gambaran di atas tentulah bukan gambaran yang sebenarnya. Paling tidak gambaran di atas menjadi modal berfikir bagi kita semua untuk mengevaluasi dan meninjau ulang aktivitas dan program hidup yang kita jalankan sehari-hari. Apakah aktvitas dan program seperti itu sudah cukup untuk menyelamatkan kita dan keluarga kita dari api neraka di akhirat nanti? Atau tidak akan banyak bermanfaat di akhirat kelak dalam penyelamatan diri dan keluarga kita dari neraka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar penyesalan di akhirat nanti tidak terjadi, maka selama masih diberi Allah jatah hidup di dunia ini, kita harus memiliki program utama yang menjamin keselamatan kita di akhirat nanti dari dahsyatnya siksa neraka. Inilah yang Allah anjurkan pada kita, seperti yang difirmankan-Nya dalam surat Attahrim (66), ayat 6 :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Wahai orang-orang beriman, selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari Neraka, sedangkan bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Neraka itu dijaga oleh malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka sama sekali tidak pernah durhaka pada Allah dan melaksanakan apa saja yang diperintahkan pada mereka”.&lt;br /&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat dari neraka dan masuk syurga adalah cita-cita terbesar dalam hidup kita dan keluarga kita. Karena di akhirat kelak hanya ada dua tempat kembali, yakni neraka dengan segala kedahsyatan api dan siksaannya dan syurga dengan segala kedahsyatan nikmat dan kesenangan yang ada di dalamnya. Tidak ada cita-cita dan harapan seorang Muslim dan Mukmin melebihi dari keselamatannya dan keluarganya dari api neraka dan masuk ke syurga. Sedangkan peluang untuk mencapai cita-cita dan harapan tersebut hanya dibuka ketika kita hidup di dunia ini. Sebelum kita dihidupkan, kita tidak diberi Allah peluang untuk memilih. Demikian pula setelah kita meninggalkan dunia yang sementara ini, Allah tidak memberi lagi kesempatan bagi kita untuk menentukan pilihan neraka atau syurga. Kita hanya menerima dan mejalankan apa yang kita imani, kita yakini, kita ucapkan dan kita amalkan saat kita hidup di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab itu, selama kita masih diberi Allah kehidupan dan kesehatan, mari kita pilih jalan keselamatan akhirat yang sudah pasti mengandung keselamatan kita di dunia ini. Kita buat program hidup yang akan menyelamatkan kita dan keluarga kita dari nereka dan akan memasukkan kita dan keluarga kita ke syurga. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kita harus membagi waktu yang ada dalam sehari semalam, atau dalam 24 jam menjadi empat program utama :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bagian pertama dari waktu yang ada kita gunakan untuk mencari ilmu, khususnya ilmu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. Bangun tekad untuk bisa membaca Al-Qura’an dan Sunnah Rasul Saw. setiap hari. Setelah kita baca, kita pahami isi dan kandungannya, kemudian kita amalkan, kita hafal semampu kita, dan kita ajarkan pada anak, istri dan keluarga. Bangun semboyan dalam keluarga “ Tiada hari tanpa Al-Qur’an dan Sunnah”. Hanya dengan membaca AL-Qur’an dan Sunnah Rasul kita bisa tahu mana yang diharamkan Allah dan mana yang dihalalkan-Nya. Apa saja perintah Allah dan apa saja larangan-Nya. Apa saja yang menyebabkan kita terhindar dari neraka dan apa saja yang akan menyebabkan kita masuk syurga. Keyakinan, ucapan dan perbuatan apa saja yang dicintai Allah dan keyakinan, ucapan dan perbuatan apa saja yang dibenci Allah. Prilaku seperti apa yang menyebabkan rahmat Allah turun pada kita dan keluarga kita dan prilaku apa pula yang akan memancing turunnya azab Allah pada kita dan keluarga kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fokuskan hidup kita dan keluarga kita pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. kemudian kita pelajari dan kita teladani pula bagaimana kehidupan para Sahabat Rasul Saw. karena mereka sudah teruji menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan baik dan maksimal sehingga mereka meraih kerihdaan Allah Ta’ala, serta meraih kesuksesan yang amat besar, yakni masuk syurga, sebagaimana firman Allah :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah (9) : 100)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Bagian yang kedua dari waktu kita harus digunakan untuk taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) melalui ibadah-ibadah fardhu yang Allah wajibkan pada kita, seperti shalat fardhu lima kali sehari semalam, shaum di bulan Ramadhan, membayar zakat jika sudah sampai nishab (takaran) dan haul (waktunya), menunaikan ibadah haji jika sudah mampu, merawat kedua orang tua, khususnya bila mereka sudah tua, berbuat baik pada tetangga, kepada tamu, menyantuni fakir miskin dan anak yatim dan sebagainya. Ibadah-ibadah fardhu tersebut belumlah cukup untuk meraih kasih sayang dan ridha Allah. Kita perlu meningkatkan amal ibadah sunnah (nafilah), seperti 12 rakaat shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah), tahajjud, sunah fajar, sunah dhuha, shaum sunnah, infak fi sabilillah sebanyak mungkin yang kita bisa dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibadah-Ibadah fardhu merupakan cara yang terbaik bagi kita untuk mendekatkan diri kita dan keluarga kita kepada Allah. Sedang ibadah sunnah yang kita lalukan dengan terus menerus merupakan jalan terbaik untuk meraih kasih dan sayang Allah, sebagaimana yang disabdakan Rasul Saw yang diriwayatkan Imam Bukhari :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Siapa yang memusuhi wali-Ku(hamba-Ku) maka aku izinkan baginya berperang. Tidak ada jalan yang lebih Aku cintai bagi hamba-Ku untuk mendekatkan diri pada-Ku seperti ibadah-ibadah yang Aku fardhukan baginya. Bilamana hamba-Ku senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah) sampai aku cintai ia. Bila Aku cintai ia, maka Aku yang menjadi pendengarannya bila ia mendengar, dan Aku menjadi matanya bila ia melihat, dan Aku yang menjadi tangannya bila ia memukul, dan kakinya bila ia berjalan. Bila ia meminta, pasti Aku beri, dan bila ia minta perlindungan pasti Aku lindungi. Tidak ada keragu-raguan bagi-Ku sedikitpun terhadap apa yang Aku lakukan seperti keragu-raguan-Ku (mencabut) nyawa seorang Mukmin yang membenci kematian, sebagaimana Aku tidak ingin sama sekali menyakitinya”. (HR. Imam Bukhari).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Bagian yang ketiga dari waktu yang dianugerahkan Allah pada kita harus digunakan untuk mencari rezki, minimal untuk mencukupi kebutuhan pokok hidup kita dan keluarga kita. Dalam mencari rezki, kita harus berpegang teguh pada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ada tiga prinsip dasar yang harus kita pegang teguh :&lt;br /&gt;Pertama, jauhkan diri dari sumber-sumber dan cara-cara yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya, seperti riba, risywah (sogok menyogok), menipu, mengurangi sukatan dan timbangan, berspekulasi, mengandung unsur mudharat, upeti (pajak) dan sebagainya. Pastikan rezki yang kita dapatkan 100 % kehalalannya. Jangan tercampur sedikitpun dengan yang syubhat (ragu-ragu kehalalannya), apalagi yang haram. Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka api neraka taruhannya. Makanan, minuman, gizi dan pakaian yang haram menjadi penghalang dikabukannya doa’. (HR. Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, gunakan rezki yang diberikan Allah kepada kita untuk hal-hal yang bernilai ibadah, jangan sampai digunakan untuk maksiat pada Allah dan kemubaziran, karena orang yang mubazir itu saudara setan (QS.Al-Sirak (17) : 26 – 27).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajemen rezki (harta atau uang), benar-benar harus ketat, karena semuanya akan Allah mintakan pertanggung jawabannya kelak di sisi-Nya. Allah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, kamu semua akan dimintakan pertanggung jawaban terhadap semua nikmat itu (QS.At-Taktsur (102) : 8)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, jangan habiskan kebanyakan waktu kita untuk mencari rezki. Gunakan waktu secukupnya saja untuk mencari rezki dan jangan sampai melalaikan kita dari beribadah kepada Allah. Untuk itu, kita dituntut kreatif dan jeli melihat celah-celah dan peluang rezki yang halal. Kita harus berani melawan arus kapitalisme dan materialisme yang telah menggurita kehidupan masyarakat kita. Di samping itu, kita harus memiliki berbagai keahlian dalam mencari rezki, khususnya keahlian berdagang. Sungguh sangat amat banyak sumber rezki Allah di atas dan di dalam perut bumi ini. Pintunya sangat banyak dan lapang, khususnya bagi hamba-hamba-Nya yang dekat dengan-Nya, apalagi bagi hamba yang dicintai-Nya, seperti yang dijelaskan dalam hadits sebelumnya. Kunci rezki itu ada di tangan Allah, bukan di tangan manusia. Sebab itu, cara yang paling baik dan mudah mencari rezki ialah dengan mengetuk pintu sang Pemiliknya. Allah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.(37) Meraka mengerjakan yang demikian itu supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya ALlah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.(38) (QS. Annur (24) : 37 – 38).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Bagian yang keempat dari waktu yang diberikan Allah kepada kita harus digunakan untuk diri kita, karena diri kita memiliki hak sehat dan kuat. Oleh sebab itu sebagian waktu harus dimanfaatkan untuk istirahat, khususnya tidur malam yang cukup, olah raga yang cukup dan suplai gizi dan protein yang cukup pula. Sesungguhnya program menyelamatkan diri dan keluarga dari neraka membutuhkan fisik dan mental yang sehat dan kuat. Tentang masalah ini, Rasul Saw, bersabda, seperti yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahihnya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai dari Mukmin yang lemah. Dalam setiap Muslim itu ada kebaikan. Fokuskan dirimu pada hal yang bermanfaat bagimu. Dan mintalah pertolongan pada Allah, dan jangan sekali-kali kamu lemah. Jika kamu ditimpa oleh suatu musibah, maka jangan katakan : sekiranya aku lakukan (yang ini), pasti akan jadi begini dan begini. Akan tetapi katkanlah : Itu adalah takdir Allah. Dan apa saja yang dikehendaki Allah, pasti terjadi. Sesungguhnya kata “sekiranya” itu membuka perbuatan setan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Bagian kelima dari waktu yang diberikan Allah kepada kita harus kita gunakan untuk keluarga, yakni anak-anak dan istri-istri kita. Sekarang kita lihat betapa waktu untuk keluarga ini sangat sedikit kita berikan, karena beralasan sibuk mencari nafkah dan mencari nafkah itu ibadah. Betapa banyak fakta yang kita lihat keluarga broken home, padahal anak-anak dan istri hidup dalam kecukupan materi. Penyebabnya tak lain karena tidak diberikan perhatian waktu dan kebutuhan psikis mereka dengan cukup terhadap kehadiran dan kebersamaan seorang ayah dan pemimpin keluarga. Sebab itu, Islam mengajarkan pada kita bahwa tugas pokok dan utama seorang ayah adalah menyelamatkan keluarga (anak dan istri) dari api neraka dengan cara berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ajarkan keluarga mengenal Allah, Rasul-Nya, Al-Qur’an, dan sejarah kehidupan para shahabat Rasul Saw.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bimbing keluarga agar menjadi keluarga yang bersyukur pada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua, serta berbuat baik pada karib kerabat, teman, tetangga dan mayarakat lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lindungi keluarga dari keyakinan, ucapan dan perbuatan yang mengandung syirik kepada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajarkan keluarga untuk selalu muraqobatullah (merasa dimonitor Allah) sehingga mereka takut dan berharap hanya kepada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajarkan dan bimbing keluarga untuk menjadi ahli ibadah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajarkan dan libatkan keluarga dalam berbagai aktivitas dakwah, karena dawah itulah profesi yang amat mulia di sisi Allah dan sekaligus ajang mengumpulkan amal shaleh yang tak terhingga nilainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajarkan dan bimbing keluarga agar selalu berpegang pada akhlak mulia, di mana saja, kapan saja dan apapun profesi yang ditekuni.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;      Demikianlah khutbah ini, semoga Allah membantu dan menolong kita dalam melaksanakan program penyelamatan diri dan keluarga dari neraka. Dan semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5241295152865205772?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5241295152865205772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5241295152865205772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2010/02/selamatkan-dirimu-dan-keluargamu-dari.html' title='Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Neraka'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8958511490208283254</id><published>2009-10-24T07:56:00.000+07:00</published><updated>2009-10-24T07:57:57.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Muslim'/><title type='text'>Masihkah Belum Cukup Bagimu?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 15px; "&gt;Selasa, 20/10/2009 12:30 WIB&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102); font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 16px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Tatkala Umar telah masuk ke dalam Islam, berarti ia telah menyerahkan dirinya  secara total kepada Allah, dan tokoh itu senantiasa berbuat kebaikan. Agama Islam telah memberi neraca yang selurus-lurusnya. Karena itu, tabiatnya selalu peka dan waspada, tak mau terjatuh kepada sifat-sifat dan amal yang dilarang dan menyebabkan murka-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Tokoh yang memiliki perawakan tinggi besar itu, memiliki kamampuan mengatasi apa saja, ia bangkit dengan langkah-langkah yang teguh dalam menempuh jalan yang lurus, jalan keutamaan dan kewajiban. Umar tidak pernah menyimpangkan langkahnya dari jalan Allah Rabbul Alamin, dan jalan Rasulullah Shallahu Alaihi Wa sallam.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Tak ada bencana yang lebih ditakuti, yang dikhawatirkan akan menimpa keberuntungannya, selain bencana terkucil dan dijauhkan dari ridha Allah Azza Wa Jalla, dan menyimpang dari sunnah Rasul-Nya. Sebelum masuk Islam, ia selalu mencari kebenaran agar dapat diikutinya sesuai dengan bakat dan kemampuannya, dengan sifat dan kekuatan jiwanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Sekarang Umar telah mengenal al-haq dan kebenaran mutlak, yaitu menerima keimanan dari Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam tidak mungkin berbicara dengan kemauan dan hawa nafsunya, melainkan berdasarkan tuntunan Rabbul Alamin.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Umar telah mencatat, dan tidak pernah ia lupakan sepanjang hidupnya, ketika hari kelahirannya yang baru, ketika ia menjabat tangan Rasullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, dan seraya mengucapkan, “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah”. Dan, hari itu Umar menemukan keberuntungan dalam hidupnya yang paling mulia, sesudah ia mengucapkan dua kalimah syahadat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya serta agamanya, tidak pula demi mendapatkan sesuatu keuntungan. Ia melakukan semuanya secara sadar yang digerakkan oleh lubuk hatinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Maka, ketika pertama kali didengar firman Allah, yang dibacakan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, kepadanya, “Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan kalian tidak akan dikembalikan?”. Ayat itu seakan khusus diturunkan untuk dirinya sendiri. Disadarinya bahwa usia manusia itu sangatlah pendek. Padahal, betapapun panjang usia manusia, katakanlah seperti Nabi Nuh Alaihi Sallam, yang mencapai 950 tahun, bahkan mencapai beribu-ribu tahun, takan akan pernah cukup untuk mebalas nikmat-Nya yang telah diberikan kepada manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Umar sangat takut ucapan-ucapannya yang keluar dari mulutnya akan menyimpang dari garis kebenaran. Begitu pula ia mengkhawatirkan perbuatan-perbuatannya tergelincir dari jalan kebenaran. Ia sangat cemas, jika kehidupan yang suci itu akan ternodai oleh dosa disebabkan walau hanya syubhat. Umar ingin hidupnya dijauhkan dari segala keburukan, bencana, dan kekafiran. “Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?”. Itulah yang menyebabkan Umar selalu gelisah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Umar yang gagah itu menjadi sangat kurus. Karena jarang memejam matanya. Makannya sangat sedikit, hanya sekedar agar dapat hidup. Pakaiannya terbuat dari bahan yang kasar. Umar boleh dikatakan jarang tidur, hingga boleh dikatakan selalu terjaga. “Jika saya tidur malam, berarti saya menyia-nyiakan diri saya. Dan, jika saya tidur siang, berarti saya mengabaikan rakyat jelata .. !”.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Kepada setiap orang yang ditemuinya, selalu ditanyakannya sambil mengeluh dan dengan sungguh-sungguh. “Atas nama Allah, jawablah pertanyaan saya dan jangan berdusta!”, ucap Umar. “Bagaimana pandangan anda terhadap Umar? Apakah menurutmu Allah akan ridha kepadanya? Dan, apakah menurut pendapatmu Umar itu tiada mengkhianati Allah dan Rasul-Nnya”, tanya Umar kepada rakyatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Rasa malu, kecemasan, ketakutan, dan semua kamauan baik, serta cita-cita mulia, sebabnya tiada lain, hanyalah, karena Umar bingung, dan tidak tahu apa yang akan dikatakannya kepada Rabbnya nanti?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Sementara, di hari ini, segala kedurhakaan, kenistaan, dan kekafiran, yang pernah dilakukan umat-umat terdahulu, semuanya telah terjadi. Apa yang pernah dilakukan kaumnya Nabi Nuh, Nabi Sueb, Nabi Luth, dan Musa, telah ada di zaman ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;Apakah para pemimpin hari ini masih belum cukup dengan pelajaran dari umat terdahulu yang mendapat azab dari Allah Azza Wa Jalla akibat kelaian mereka terhadap Rabbnya. Dan, masihkan dapat tidur dengan nyenyak melihat berbagai hal yang terang-terangan melanggar ketentuan-Nya. Wallahu’alam&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 100%; font-family: inherit; vertical-align: baseline; margin-bottom: 10px; "&gt;http://eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8958511490208283254?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8958511490208283254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8958511490208283254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/10/masihkah-belum-cukup-bagimu.html' title='Masihkah Belum Cukup Bagimu?'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8105531595835621832</id><published>2009-10-14T09:51:00.001+07:00</published><updated>2009-10-14T09:53:29.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-size: 13px; line-height: 20px; "&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia&lt;br /&gt;melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu&lt;br /&gt;tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda,&lt;br /&gt;tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku&lt;br /&gt;pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh kalau begitu,kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu&lt;br /&gt;kembali", kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua&lt;br /&gt;kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia&lt;br /&gt;berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan&lt;br /&gt;mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;br /&gt;"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir&lt;br /&gt;bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil&lt;br /&gt;menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama&lt;br /&gt;Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.Sedangkan aku&lt;br /&gt;sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba Tanya kepada suamimu, siapa&lt;br /&gt;diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau&lt;br /&gt;begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini&lt;br /&gt;penuh dengan Kekayaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita&lt;br /&gt;tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk&lt;br /&gt;membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan&lt;br /&gt;siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita&lt;br /&gt;mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman&lt;br /&gt;dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak&lt;br /&gt;masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi&lt;br /&gt;teman santap malam kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara&lt;br /&gt;Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita&lt;br /&gt;malam ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata,&lt;br /&gt;kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita&lt;br /&gt;itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si&lt;br /&gt;Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si&lt;br /&gt;Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.&lt;br /&gt;Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun&lt;br /&gt;Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada&lt;br /&gt;Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab,&lt;br /&gt;ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang&lt;br /&gt;bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,&lt;br /&gt;kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat&lt;br /&gt;kami menjalani hidup ini."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8105531595835621832?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8105531595835621832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8105531595835621832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/10/kekayaan-kesuksesan-dan-kasih-sayang.html' title='Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8333863313270365282</id><published>2009-10-14T09:24:00.003+07:00</published><updated>2009-10-14T14:49:53.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iptek'/><title type='text'>"Grand Solar", Lampu Taman Tanpa Listrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/StWBCYOO4RI/AAAAAAAAAHQ/UtMYMBAxu9g/s1600-h/lampu+taman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/StWBCYOO4RI/AAAAAAAAAHQ/UtMYMBAxu9g/s320/lampu+taman.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392358006707904786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 153, 204);   text-transform: uppercase; font-family:arial;font-size:10px;"&gt;RABU, 14 OKTOBER 2009 | 08:04 WIB&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 153, 204);   text-transform: uppercase;font-family:arial;font-size:10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color: rgb(0, 0, 0);  line-height: 20px; text-transform: none; font-size:12px;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Penggunaan listrik secara berlebihan bisa menimbulkan emisi karbon yang mencemari lingkungan. Salah satu cara berhemat pemakaian listrik adalah menggunakan lampu tenaga matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis energi listrik masih menjadi topik perbincangan hangat. Cadangan listrik dan bahan bakar pembangkit listrik yang semakin sedikit memaksa PLN untuk melakukan pemadaman bergilir. Hal ini sudah mulai dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Tak hanya di daerah terpencil tetapi sudah merasuk ke kota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterbatasan sumber listrik ini, ada tiga hal yang dapat dilakukan. Pertama belajar bijak terhadap listrik dengan memakai energi listrik secukupnya dan tak berlebihan. Kedua, menggunakan lampu hemat energi. Dan yang ketiga, menggunakan sumber energi alternatif apapun bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal pertama dan kedua, sifatnya hanya mengurangi saja. Ketergantungan terhadap energi listrik masih tetap ada. Sedangkan hal ketiga, bersifat menghilangkan ketergantungan terhadap energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan energi alternatif adalah solusi terbaik untuk memecahkan masalah berkurangnya pasokan listrik dari PLN. Melimpahnya energi di sekitar Anda yang bisa didapatkan gratis bisa dimaksimalkan untuk mendapatkan energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sinar matahari, sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Sudah banyak bentuk pemanfaatan sinar matahari untuk menghasilkan listrik. Salah satunya adalah lampu yang memanfaatkan sumber daya matahari sebagai energi utama untuk menyalakan lampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, lampu yang memanfaatkan sinar matahari banyak digunakan sebagai lampu penerangan jalan atau lampu lalu lintas. Untuk skala residensial, baru-baru ini telah tersedia lampu taman yang memanfaatkan sinar matahari. Di pasaran produk tersebut diberi label lampu &lt;em&gt;grand solar&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rasyariel D. Margiaty, Marketing Manager PT Grand Battery Technologies Indonesia (pemasar lampu&lt;em&gt; grand solar&lt;/em&gt;), lampu taman &lt;em&gt;grand solar&lt;/em&gt; diciptakan khusus untuk bisa memanfaatkan energi berlimpah dari matahari. Di Indonesia lampu jenis ini termasuk baru. Peredaran produknya mulai dipasarkan sekitar akhir bulan Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komponen Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lampu ini menggunakan perangkat &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; yang biasanya dipakai pada piranti pemanas air. Perangkat ini adalah komponen utama lampu &lt;em&gt;grand solar &lt;/em&gt;karena dari perangkat ini, energi sinar matahari bisa ditangkap dan simpan di dalam baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, lampu taman &lt;em&gt;grand solar&lt;/em&gt; ini terdiri dari 3 komponen. Pertama, kaki lampu yang berbentuk runcing. Komponen ini berfungsi untuk menancapkan lampu ke dalam tanah. Kedua, tiang lampu. Komponen ini memiliki ukuran panjang yang bervariasi. Untuk saat ini ukuran ketinggian maksimal yang ada di pasaran sekitar 60 cm. Dan ketiga adalah rumah/kepala lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang merupakan bagian terpenting dari produk ini di dalamnya terdapat solar panel, lampu LED yang merupakan sumber penerangan lampu, lampu indikator, dan baterai tempat menyimpan energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bahan, bagian kaki dan tiang lampu terdiri atas 2 jenis, plastik dan &lt;em&gt;stainless steel&lt;/em&gt;. Sedang untuk bagian kepala lampu, bahannya beragam karena pada bagian ini terdapat bermacam-macam komponen, mulai dari &lt;em&gt;stainless stell&lt;/em&gt;atau plastik untuk bagian rumah lampu dan kaca atau mika tembus pandang sebagai pelindung solar panel yang terletak di bagian atas kepala lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sistem Kerjanya Menyimpan Energi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip utama kerja lampu ini adalah menangkap energi matahari dan menyimpan energi tersebut di dalam baterai. Pada siang hari, &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; yang berada di bagian atas lampu menangkap cahaya atau sinar. Tak hanya sinar matahari yang ditangkap tetapi juga sinar UV pada saat matahari tidak bersinar terang juga bisa ditangkap oleh perangkat &lt;em&gt;solar panel. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam kondisi cuaca mendung atau berawan, &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; masih dapat melakukan fungsinya untuk menangkap energi. Hal ini berbeda jika tidak ada sinar matahari seperti pada saat malam, maka &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; tak bisa mendapatkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar atau energi ini kemudian diubah menjadi energi listrik melalui proses &lt;em&gt;photovoltaic&lt;/em&gt;. Listrik yang  dihasilkan oleh&lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; langsung disimpan di dalam baterai. Saat &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; bekerja, lampu indikator yang berwarna merah akan menyala. Jika proses pengisian energi dari &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt; ke baterai sudah penuh, lampu indikator akan mati secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik yang sudah tersimpan di dalam baterai, dapat mengalirkan energi listik. Tinggal geser tuas saklar pada rumah lampu, lampu pun menyala. Dalam kondisi baterai penuh, lampu akan menyala selama kurang lebih 12 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan baterai penuh, hanya diperlukan cahaya matahari minimal 4 jam dan sinar matahari bersinar tanpa ada mendung. Dalam kondisi berawan atau mendung, lampu ini tetap bisa menyimpan energi. Namun, sinar lampunya tidak terang dan waktu menyalanya juga berkurang bila tidak mendapatkan energi penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu yang hanya mendapatkan energi sedikit dari matahari hanya sanggup menyala kurang lebih 6-8 jam. Didesain Serba Ringkas Lampu &lt;em&gt;grand solar &lt;/em&gt;ini dibaut mudah dalam pemakaiannya. Pemasangannyapun sangat mudah. Cukup dengan menancapkannya ke dalam tanah. Atau untuk model gantung, lampu tinggal dipasang&lt;br /&gt;di permukaan dinding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, untuk rumah yang tak berpagar lampu yang ditancapkan di tanah sebaiknya dibaut atau ditanam di dalam blok beton supaya tidak mudah diambil tangan jahil. Ragam lampu &lt;em&gt;grand solar&lt;/em&gt; dibedakan berdasarkan bahan lampu, ukuran, dan luasan penampang perangkat &lt;em&gt;solar panel&lt;/em&gt;. Keragaman ini juga menentukan harga jualnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lampu dari bahan &lt;em&gt;stainless steel&lt;/em&gt; harganya lebih mahal dibandingkan lampu dari bahan plastik. Sebagai perbandingan, untuk lampu dari bahan plastik harganya sekitar Rp 110 ribu - Rp 200 ribu. Varian lampu &lt;em&gt;grand solar&lt;/em&gt;juga dibebakan dari warna lampu LED-nya. Ada yang berwarna putih dan kuning. Namun, warna lampu tidak mempengaruhi perbedaan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemakaian lampu seperti ini, energi listrik di rumah bisa dihemat sekitar 10%. Tagihan listrik pun bisa berkurang setiap bulannya. Hemat bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan Dibanding Lampu Taman Biasa&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Sumber energi listriknya tidak pernah habis.&lt;/strong&gt; Selama kehidupan masih ada, matahari akan terus bersinar. Letak geografis Indonesia yang berada di jalur khatulistiwa dan juga menerima panas matahari sepanjang musim, menjadi nilai lebih tersendiri. Pemanfaatannya akan lebih maksimal dibanding dengan yang tinggal di daerah kutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Ramah lingkungan. &lt;/strong&gt;Dilihat dari keseluruhan bahan, lampu ini menggunakan bahan ramah lingkungan. Bahkan untuk baterai grand cell-nya sebagai penyimpan energi listrik tidak mengandung bahan kadmium dan alkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Irit biaya. &lt;/strong&gt;Menggunakan lampu taman ini diibaratkan Anda membeli barang dengan bonus ganda. Selain nyala lampunya tak akan pernah padam, kecuali energi listrik yang tersimpan di dalam baterai habis, lampu ini membuat Anda berhemat tagihan listrik. Meskipun secara hitungan uang harganya relatif mahal, jika diperhitungkan secara lebih seksama lagi hitungan uang ini relatif murah. Hal ini disebabkan porsi tagihan listrik untuk pemakaian lampu taman bisa berkurang selama Anda menggunakan lampu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Tanpa bahan bakar dan bebas polusi.&lt;/strong&gt; Tak ada bahan bakar yang digunakan untuk menyalakan lampu ini.  Semua dinikmati secara gratis dan cuma-cuma.  Ke depan, pemakaiannya tak akan menimbulkan masalah, Selain itu tak ada polusi yang dihasilkan dari penggunaan lampu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Tak perlu biaya perawatan khusus.&lt;/strong&gt;  Hal yang membuat malas seseorang salah satunya adalah merawat sebuah barang.  Barang yang bagus, jika perawatannya sulit, orang akan mudah berpaling.  Namun tidak dengan lampu tanaman ini.  Hanya perlu dilap pada permukaan solar cell agar kotoran tidak menutup energi sinar matahari yang diterimanya.  Bahan lampu juga anti jamur dan tak mudah berkarat sehingga konsumen semakin mudah dalam perawatannya. &lt;strong&gt;(Tabloid Rumah/Al Nindito Pratomo/Irfan Hidayat)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  font-weight: bold; line-height: 20px;font-family:arial;font-size:12px;"&gt;sumber:Kompas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8333863313270365282?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8333863313270365282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8333863313270365282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/10/grand-solar-lampu-taman-tanpa-listrik.html' title='&quot;Grand Solar&quot;, Lampu Taman Tanpa Listrik'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/StWBCYOO4RI/AAAAAAAAAHQ/UtMYMBAxu9g/s72-c/lampu+taman.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-3934929283990824504</id><published>2009-10-05T09:35:00.004+07:00</published><updated>2009-10-06T13:31:10.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Anggunnya Masjid Seribu Tiang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SsljDkEkz4I/AAAAAAAAAG4/JFpINsZ_Tlc/s1600-h/masjid-al-falah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SsljDkEkz4I/AAAAAAAAAG4/JFpINsZ_Tlc/s320/masjid-al-falah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388947341999132546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family:Arial;font-size:12px;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 10px; font-weight: bold; text-transform: uppercase;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;TIDAK singgah dan salat di Masjid Agung Al Falah, rasanya belum lengkap bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Jambi. Masjid megah nan indah dengan ornamen menawan plus jejeran tiang-tiang tinggi memang menjadi daya tarik tersendiri untuk disinggahi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Berada di Jalan Sultan Thaha, Kota Jambi, Masjid Agung Al Falah begitu mencolok. Luas lahannya mencapai 2,7 hektar. Sebanyak 232 tiang yang menopang kubah dan atap menambah kesan kokoh masjid itu.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Masuk ke dalam masjid, keagungan masjid begitu terasa. Mihrab dihiasi ukiran dan kaligrafi yang indah, terbuat dari kuningan dan tembaga dengan kubah megah seperti Taj Mahal di India. Delapan tiang penyangga dihiasi ukiran dan patri kuningan yang cantik nan menawan.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Di sisi kanan masjid ada kaligrafi bertuliskan asma Allah. Di kiri, kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Sedangkan di kanan dan kiri mihrab terdapat dinding berhiaskan ukiran yang di tengahnya dibuat nama-nama khulafaurrasyidin (empat klaifah), yakni Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Di kanan dan kiri mihrab juga terdapat dua jam berukuran besar.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Sementara di tengah masjid terdapat kubah indah berukuran besar dengan warna beragam, putih, hijau muda, hijau tua, pink, dan biru, dengan kaligrafi terbuat dari kaca bertuliskan nama-nama Allah.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Masjid semakin terlihat menarik dan megah ketika lampu hias berukuran besar mengantung menghiasi kubah masjid terbesar di Jambi itu. “Tahun 2003 atap ada bocor, makanya kita rombak sehingga seperti sekarang,” ujar Normal Yahya, staf Biro Kesra dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Jambi.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Dikatakan, penampilan Masjid semakin kokoh dan gagah setelah 40 tiang dilapisi tembaga kuningan yang didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah. “Baru 2004-2005 dirombak menggunakan tembaga seperti itu,” ujarnya di Masjid Agung, beberapa hari lalu.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Di masjid itu juga terdapat beduk berukuran besar. Sementara di kanan dan kiri bagian luar terdapat kolam ikan dengan pagar di sekelilingnya. Ide pembuatan ornamen saat direhab, kata Normal Yahya yang juga pimpinan proyek rehab Masjid Agung, berasal dari Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin setelah melihat-lihat masjid di daerah lain. “Kami diperintahkan membuat konsep dan desainnya dengan mengajak konsultan dan arsitek. Setelah itu baru kita usulkan lagi ke Gubernur,” ujar pria yang tinggal di Puri Mayang itu.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Mengapa tiang tidak dibuat dari kuningan semua? Secara estetis, kata Normal Yahya, tidak bagus. Hingga kini Masjid Agung menjadi simbol kemasyhuran masyarakat Jambi. Masjid unik dengan 232 tiang tanpa dinding, kecuali bagian barat dan mihrab, dihiasi ornamen kaligrafi ayat-ayat Alquran, nama Allah, nama Nabi Muhammad SAW, khulafaurrasyidin, dan dilengkapi beduk di bagian depan masjid.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;“Nama masjid seribu tiang itu hanya gelar yang diberikan masyarakat Jambi saja karena begitu banyak tiang yang menyangga masjid itu,” ujar M Zubir, salah satu imam masjid. Saat ini sudah divariasi dengan 40 tiang terbuat dari tembaga, ditambah lampu hias dari tembaga juga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bermula dari Sayembara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Masjid Agung Al Falah merupakan masjid terbesar di Jambi. Hingga kini masjid seribu tiang itu menjadi kebanggaan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Namun tak banyak yang mengetahui sejarah berdirinya masjid tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Ketua MUI Provinsi Jambi Sulaiman Abdullah menjelaskan, ide pembangunan Masjid Agung dimulai tahun 1960-an oleh pemerintah dan pemikiran beberapa tokoh masyarakat. Tujuannya meningkatkan syiar Islam, di samping makin meningkatnya jumlah penduduk. “Dulu itu bekas benteng Belando (Belanda), dikuasai oleh militer Korem 042/Gapu,” ujarnya beberapa hari lalu.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Selanjutnya gubernur melalui sekretaris daerah menghubungi panglima Kodam II Sriwijaya di Palembang untuk meminta kembali tanah tersebut untuk lokasi pembangunan masjid. Usulan itu membuahkan hasil dengan disepakati dan dikembalikan tanah tersebut kepada Pemprov Jambi yang dulu milik pemerintah Kerajaan Melayu Jambi. Namun, baru pada 1971, pembangunan dimulai, diprakarsai Abdurrahman Sayoeti, sekretaris daerah Provinsi Jambi ketika itu, dan didukung sejumlah tokoh ulama, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat Jambi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Bentuk bangunan masjid, kata Sulaiman Abdullah, semua disayembarakan. Akhirnya, terpilihlah konsep bangunan dengan banyak tiang dan tanpa dinding. “Tidak berdinding agar dingin terkena angin dan tidak perlu kipas angin atau AC,” ujar Sulaiman Abdullah. Siapa pemenang sayembara itu? Sulaiman Abdullah tidak ingat. Hal sama dikatakan tiga imam masjid, yakni M Zubir, Hasan Basri, dan Sayuti Ibrahim.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Nama Masjid Agung Al Falah merupakan kesepakatan para ulama dan tokoh masyarakat ketika itu. “Agung” dipakai karena bangunannya yang megah. Sedangkan “Al Falah” berarti kemenangan, yang memberikan pengertian bahwa kehidupan manusia di dunia ini harus memeroleh kemenangan. Dari sisi sejarah, nama “Al Falah” dipakai mengingat lokasi pembangunan masjid adalah Tanah Pilih Pseko Betuah, yaitu tanah milik Kerjaan Melayu Jambi yang pada 1885 dikuasai Pemerintah Belanda namun dapat dikuasai kembali oleh Kerajaan Melayu Jambi. Artinya, Jambi memeroleh kemenangan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;14 Tahapan Pembangunan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;pembangunan Masjid Agung Al Falah melewati 14 tahapan. Diawali pada 16 Januari 1971 hingga 17 september 1979. Semua dana bersumber dari APBD. “Supaya masyarakat Jambi memiliki masjid yang megah dan jadi kebanggaan,” ujar Hasip Kalimuddin Syam, salah seorang tokoh yang ikut memprakarsai pembangunan Masjid Agung Al Falah.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Selain 14 tahapan tersebut, secara terpisah dibangun pula gedung Islamic Centre pada tahun anggaran 1974/1975 dengan biaya Rp 55 juta terdiri dari bantuan presiden Rp 50 juta ditambah anggaran Pemprov Jambi. Menara setinggi 38,50 miliar dibangun pada tahun anggaran 1976/1977 dengan menelan dana  Rp 25 juta, sumbangan PT Waskita Karya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 12px; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Tahap penyempurnaan dilakukan pada 1980/1981 dengan biaya Rp 10 juga. Pengerjaan yang dilakukan adalah pembuatan satu unit rumah jaga dan tempat wudhu dan WC wanita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;Pada 29 September 1980, Presiden Soeharto meresmikan pemakaian Masjid Agung Al Falah yang menelan biaya keseluruhan mencapai Rp 743.139.991,02. Peresmian dilakukan pada masa Gubernur Jambi Maschun Syofwan. Masjid berdiri di atas tanah seluas sekitar 26.890 meter persegi atau 2,7 hektare, luas bangunan masjid 80x80 meter atau 6.400 meter persegi dengan kapasitas daya tampung  sekitar 10 ribu jamaah.(kin)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;sumber: independent&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; "&gt;&lt;table class="contentpaneopen"  style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-left: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 100%; padding-bottom: 2px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border- color:initial;"&gt;&lt;tbody style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;tr style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;td valign="top"  style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px;  padding-left: 4px; padding-right: 4px; font-size:12px;"&gt;&lt;span class="small"  style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px;  text-transform: uppercase; font-weight: bold; font-size:1em;"&gt;DITULIS OLEH KIN &lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;td valign="top" class="createdate" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; text-transform: uppercase; font-weight: bold; padding-bottom: 13px; font-size: 1em; padding-left: 4px; padding-right: 4px; "&gt;SENIN, 20 JULI 2009 18:40&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-3934929283990824504?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3934929283990824504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/3934929283990824504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/10/anggunnya-masjid-seribu-tiang.html' title='Anggunnya Masjid Seribu Tiang'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SsljDkEkz4I/AAAAAAAAAG4/JFpINsZ_Tlc/s72-c/masjid-al-falah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5014021448903275384</id><published>2009-10-03T11:20:00.002+07:00</published><updated>2009-10-03T11:23:04.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Doa Ketika Tertimpa Musibah</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(99, 67, 32); font-family: Helvetica; font-size: 13px; line-height: 18px; "&gt;Assalamu'laikum wa rahmatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah yang dialami oleh seorang mukmin, baik yang besar atau kecil, merupakan balasan Allah atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Musibah tersebut sebagai penghapus dosa-dosa selama ia terbebas dari perbuatan kesyirikan dan dosa besar lainnya. Sehingga ia akan menghadap Allah dalam keadaan bersih dari dosa yang pada akhirnya akan dimasukkan surga oleh Allah Ta’ala. Apabila ia tidak melakukan kezaliman berupa kesyirikan, kezaliman terhadap sesamanya, atau kezaliman terhadap dirinya, maka ia akan mendapatkan rasa aman pada hari kiamat dan petunjuk di dunia dan akhirat. (Fathul Majid, tanpa tahqiq hal. 38). Lalu bagaimana agar musibah yang menimpa seorang mukmin dapat menjadi penghapus dosa bahkan menjadi pahala dan menggantikan musibah itu dengan sesuatu yang lebih baik ? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Allah Ta’ala dalam Surah Al Baqarah 156-157 : "Orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan:"inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya). Mereka itu mendapatkan salawat (pujian) dan rahmah. Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk." Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam juga memberikan petunjuk kepada kita apa yang harus diucapkan ketika kita tertimpa musibah, besar atau kecil, dengan mengucapkan kalimat istirja’. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhum bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : "Hendaklah salah seorang kamu mengucapkan istirja’ dalam segala hal (musibah) meskipun yang terjadi pada tadi sandalnya. Sebab yang demikian tergolong musibah." (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadith ini hasan setelah melihat adanya penguat hadith ini berasal dari Ibnu Sunni dengan sanad lemah (Al Kalimuth Thayyib, Ibnu Taimiyah, tahqiq Al Albani, hal.81) Ummu Salamah radhiallahu anha mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : "Seseorang yang tertimpa musibah lalu ia berkata : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan berdoa : Allahuma jurnii fi musibatii wakhluf liya khairan minhaa (Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya). Niscaya Allah akan memberinya pahala karena musibah itu dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik." (HR. Muslim 3/37-38). Tatkala Abu Salamah (suaminya) meninggal, dia mengucapkan apa yang dikatakan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam. Tak lama kemudian ia menjadi isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, suami baru yang lebih baik dari pada Abu Salamah. Siapa mengira ia mendapatkan suami Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sementara ia sendiri pernah mengatakan :"Lelaki mana yang lebih baik daripada suamiku"? (Mukhtashar Syarah Shahih Muslim, hadith no. 918) Dengan demikian semestinya tindakan seorang mukmin dalam menghadapi segala macam musibah dengan tetap dalam keadaan sabar, istiqamah dan mengharap pahala serta ampunan Allah. Tidak sebaliknya dengan menggerutu, menampar-nampar pipi atau menyobek-nyobek saku baju, menjerit atau tindakan lain yang tidak selayaknya diperbuat oleh seorang mukmin. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;sumber: nur-addin.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5014021448903275384?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5014021448903275384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5014021448903275384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/10/doa-ketika-tertimpa-musibah.html' title='Doa Ketika Tertimpa Musibah'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1708989474878587545</id><published>2009-08-24T12:40:00.000+07:00</published><updated>2009-08-24T12:41:25.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Bertobat dari Cinta Dunia</title><content type='html'>&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;Mashadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;Kamis, 06/08/2009 16:49 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa yang menjadi penyebab kesediaan Hubaib Abi Muhammad menghadapi kematian adalah kehadirannya di majelis ilmu Hasan al-Basry. Di mana nasihatnya itu berhasil merasuk ke dalam relung-relung hati sanubarinya. Sehingga Hubaib meninggalkan segala apa yang dilakukannya selama di dunia ini. Karena, dia yakin kepada Allah dan puas dengan jaminan-Nya. &lt;p&gt;Kemudian, Hubaib Abi Muhammad membeli dirinya dari Allah dengan berderma sebanyak empat puluh ribu dirham dalam empat kali :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, sepuluh ribu dirham dimulainya dipagi hari, saat dimulainya kehidupan ini, seraya dia berkata, “Wahai Tuhan, dengan derma ini aku beli diriku dari-Mu”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, sepuluh ribu dirham saat di siang hari, dan seraya dia bekata , “Derma ini sebagai ungkapan syukur atas taufik-Mu kepadaku”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, sepuluh ribu dirham pula, diwaktu menjelang sore hari, seraya dia berkata, “Wahai Tuhan, jika Engkau belum mau menerima dermaku yang pertama dan yang kedua itu, maka terimalah yang ketiga ini”, do’anya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, juga sepuluh ribu dirham saat menjelang petang, seraya dia berkata, “Wahai Tuhan, jika Engkau  menerima yang ketiga itu, maka inilah derma yang keempat sebagai ungkapan rasa syukur”, tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak itu, Hubaib tak pernah lagi memikirkan harta yang dimilikinya, dan dia selalu tak pernah melupakan hubungannya dengan Allah Ta'ala, dan beribadah siang dan malam, sampai saat ajalnya tiba, di malam hari, dan tidak ada yang tahu, ketika dia meninggal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wajah Hubaib tersenyum, ketika para shahabat menjenguknya. Hubaib meninggal dengan meninggalkan dunia (harta) yang selama ini menghalanginya mengingat kepada Allah. Wallahu’alam.&lt;/p&gt;sumber: era muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1708989474878587545?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1708989474878587545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1708989474878587545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/08/bertobat-dari-cinta-dunia.html' title='Bertobat dari Cinta Dunia'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1281981655903858841</id><published>2009-08-24T12:35:00.000+07:00</published><updated>2009-08-24T12:36:32.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Pengemis Tua Dan Zakat</title><content type='html'>&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;Galih Ari Permana&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;Minggu, 23/08/2009 16:16 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;p&gt;Dalam sebuah perjalanan pulang, tapatnya di belakang stasiun Tambun saya melihat seorang kakek tengah berdiri di tengah terik panas. Kondisi fisik yang sudah tidak lagi bugar, kulitnya yang keriput semakin legam karana sengatan matahari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika diperhatikan sang kakek ini mempunyai kelainan pada salah satu panca inderanya. Saya melihat matanya selalu terpejam. Saya berasumsi bahwa sang kakek ini adalah tuna netra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang kakek terus berdiri sembari menggenggam sebuah kaleng dan disodorkannya ke depan. Dengan mudah bisa ditebak apa yang sedang dilakukan oleh sang kakek itu yang tiada lain sedang meminta-minta belas kasih dari orang-orang yang lalu lalang. Harapan sang kakek cukup sederhana yaitu mendapatkan sejumlah uang yang dimasukan ke dalam kaleng guna mencukupi kebutuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang kakek ternyata tidak sendiri. Saya melihat seorang wanita yang juga sudah berumur senja sedang duduk menyandar pada sebuah lapak yang kosong. Letak lapak persis berada di belakang sang kakek berdiri. Tampak raut letih menghiasai wajah sang nenek. Dengan duduk menyandar sambil menjulurkan kedua kakinya sang nenek seperti berharap agar letihnya bisa berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi sepasang sejoli yang sudah berusia senja itu cukup memperihatinkan. Pakaian lusuh, fisik yang sudah tidak bugar lagi membuat usia senjanya bak nestapa. Sungguh perjalanan di akhir waktu yang kurang bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terpikir oleh saya kemanakah anak-anak dari kakek dan nenek itu? Begitu teganya kah mereka membiarkan orang tuanya mengais rezekinya sendiri ditengah kondisi fisik yang sudah tidak bugar lagi? Atau mungkin kakek dan enenk itu tidak mempunyai keturunan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entahlah, yang jelas empati itu timbul dalam hatiku ini. Sungguh berbeda dengan sebagian orang yang sedang berada di usia senja dimana mereka sedang menikmati usia senjanya dengan nyaman. Ada yang menikmati kasih sayang dari anak-anaknya, ada yang menikmati penghasilan pensiunnya, ada juga yang sedang berbahagia dengan hasil usaha yang sudah dirintisnya ketika di usia muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang menjadi pertanyaan lagi dalam pikiran saya apakah kakek dan nenek itu masih menjalankan ibadah paling tidak shalat yang 5 waktu? Sulit bagi saya untuk meyakini bahwa mereka masih menjalankannya. Saya menyadari kehidupannya yang sulit sangat menyita waktu dan tenaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka hanya berfikir bahwa hari ini saya harus makan dan untuk mendapatkannya saya harus mengais rezeki dari pagi hingga petang. Padahal apa yang didapat dari hasil mengemis saya pikir tidaklah sebanding dengan tenaga yang dikeluarkannya. Istilahnya boro-boro untuk shalat untuk menghilangkan rasa lapar di perut saja mebutuhkan perjuangan yang berat. Namun semoga pikiran saya ini tidaklah tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seharusnya kakek dan nenek itu dapat menikmati usia senjanya itu dengan nyaman dan bahagia sama seperti orang-orang yang seusianya yang lain. Seharusnya pula pemerintah bertanggung jawab atas kehidupan mereka seperti yang termaktub dalam UUD 1945 bahwa fakir miskin itu dipelihara oleh negara. Namun pada kenyataanya tidaklah demikian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya teringat satu hal yang sebenarnya bisa membantu orang-orang seperti kakek dan nenek itu. Zakat, ya, salah satu kewajiban yang terdapat dalam rukun Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Islam ada perintah bahwa harta itu tidak boleh berputar pada sekelompok orang. Islam mengajarkan bahwa harta itu haruslah mengalir pada semua kelompok terutama pada fakir dan miskin. Oleh karena itu Islam memerintahkan kewajiban zakat bagi siapa saja orang Islam yang menjadi wajib zakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hasil survey bahwa potensi zakat di Indonesia bisa mencapai 19 trilyun per tahunnya. Sungguh angka yang cukup tinggi dan bisa dipergunakan untuk banyak hal yang bermanfaat jiak bisa dioptimalkan pengumpulannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sayang kesadaran akan zakat belum terlalu besar. Besarnya potensi zakat belum diimbangi dengan tingkat kesadaran umat Islam untuk menjalankan kewajiban ini. Pada tahun 2008 zakat yang berhasil dikumpulkan baru mencapai 900 milyar (http://www.antara.co.id/view/?i=1235991716&amp;amp;c=NAS&amp;amp;s=) sungguh angka yang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan potensinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zakat sesungguhnya berguna untuk menekan angka kemiskinan. Zakat sesungguhnya berguna untuk menjembatani kesenjangan sosial yang ada. Seandainya potensi zakat itu tercapai maka kakek dan nenek itu tidak perlu berdiri sepanjang hari melawan terik hanya untuk mendapatkan beberapa koin uang receh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengeluarkan 2.5% dari harta yang dimiliki tidaklah bergitu berarti karena kita masih mempunyai 97.5% sisanya. Bahkan janji Allah SWT bahwa Dia akan melipat gandakan harta yang 2.5% itu. Selain sebagai pembersih harta Allah juga akan menghapus dosa-dosa kita. Artinya bukanlah suatu kerugian jika harus menunaikan zakat melainkan kita akan meraup keuntungan yang berlimpah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi memang karakter manusia itu cenderung pelit apabila mengenai materi. Kekhawatiran jatuh miskin menjadi halangan untuk mengeluarkan sebagian rezekinya yang pada hakikatnya barasal dari Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjalankan perintah yang menjadi kewajiban memang tidak mudah dan penuh godaan apalagi yang menyangkut materi keduniaan. Saya teringat dengan sebuah sajak WS Rendra yang cukup menggugah hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renungan Indah&lt;br /&gt;W.S. Rendra&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali aku berkata,&lt;br /&gt;Ketika semua orang memuji milikku&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya ini&lt;br /&gt;hanyalah titipan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku ???&lt;br /&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???&lt;br /&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?&lt;br /&gt;Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka&lt;br /&gt;Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku&lt;br /&gt;Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum bagiku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :&lt;br /&gt;aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih&lt;br /&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku&lt;br /&gt;Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.&lt;br /&gt;"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja".....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Semoga pada Ramadhan kali ini menjadi syahrul Tarbiyah dimana Allah akan melapangkan hati ini untuk dapat berbagi dengan sesama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siap yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: era muslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1281981655903858841?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1281981655903858841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1281981655903858841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/08/pengemis-tua-dan-zakat.html' title='Pengemis Tua Dan Zakat'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1371053629644641669</id><published>2009-08-24T12:22:00.002+07:00</published><updated>2009-08-24T12:35:07.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Nikmatnya Berbuka di Istana Ain Syams</title><content type='html'>&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;Senin, 24/08/2009 07:46 WIB&lt;/span&gt;&lt;a style="background: transparent url(/img/icon/rss.gif) no-repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; padding-left: 20px;" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/rss"&gt;&lt;/a&gt;          &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Kemaren-Ahad, 23 Agustus 2009- saya  mesti pulang lebih cepat dari biasanya. Ada undangan &lt;i&gt;ifthar jama`iy&lt;/i&gt; (berbuka puasa bersama) di rumah Ain Syams. Sore itu, seperti biasa setelah mengembalikan beberapa buku yang dipinjam sejak satu minggu yang lalu, saya kembali mencari-cari buku yang akan dibaca untuk satu minggu ke depan. Begitulah, sekali seminggu saya menjadwalkan berkunjung ke PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Kairo) untuk meminjam beraneka buku bacaan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Menikmati puasa Ramadhan di negeri orang memang terasa beda dengan di negeri sendiri. Serasa ada yang kurang lengkap. Ya, tidak bisa sahur dan berbuka bersama keluarga. Tapi, walau demikian kekurangan itu dapat terwakili dengan berbuka bersama teman-teman serumah dan dengan istri bagi yang telah menikah. Hidup di rantau memang butuh banyak pengorbanan, perjuangan serta kesabaran tangguh.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Menjelang azan maghrib berkumandang saya bersama istri dan buah hati kami yang kini telah menginjak usia 9 bulan berangkat menuju rumah Ain Syams yang letaknya tidak jauh dari rumah kami-sekitar 10 menit dengan berjalan kaki-. Rumah itu terletak di samping mesjid Saqar Qurays, di Madinah Nasr, Kairo.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Sesampai di sana kami disambut dengan senyum mesra oleh tuan rumah-orang tua Ain Syams-. Ada kebahagiaan tulus yang terpancar dari raut muka mereka, kebahagiaan karena tamu yang diundang telah bersedia datang. Rumah Ain Syams terlihat sudah dipadati banyak tamu, sehingga kami yang laki-laki harus masuk ke ruang dalam, karena ruang tengah diisi oleh ibu-ibu dan tamu-tamu wanita.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan sahabat-sahabat dan saudara-saudara yang selama ini cukup jarang bertemu, karena berbagai kesibukan perkuliahan dan lainnya. Ini merupakan sebuah moment yang sangat indah dan berharga. Kesempatan untuk menumpahkan kerinduan, berbagi cerita, dan pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Pertemuan-pertemuan seperti itu begitu berarti. Ia umpama obat kerinduan terhadap saudara-saudara yang sekian lama tidak bertatap muka. Jamuan ukhuwah yang sanggup mempererat ikatan batin dan mempererat rasa persaudaraan. Bertemu dalam ketaatan dan dalam rangka saling mencintai karena Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Tak terasa perbincangan pelepas dahaga rindu terhenti oleh azan maghrib yang berkumandang di mesjid dekat rumah Ain Syams. Tuan rumah segera menghidangkan menu berbuka. Terasa segarnya kerongkongan ketika meneguk air teh manis dingin. Ragam menupun tersedia, seperti korma, bakwan, dan agar-agar. Para tamu tinggal memilih. Tapi, bakwan cukup menjadi hidangan favorit, karena menu ke-indonesiaannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Usai berbuka secukupnya, tamu laki-laki shalat maghrib berjamaah di mesjid. Tamu-tamu tersebut sangat paham akan pentingnya menjaga shalat lima waktu berjamaah di mesjid. Apalagi sangat banyak hadits-hadits yang menerangkan keutamaan shalat berjamaah di mesjid, terutama pada bulan Ramadhan, Allah akan melipat gandakan pahala amalan  hamba-hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Setelah melaksanakan shalat maghrib di mesjid, para tamu kembali ke rumah Ain Syams untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Semarak berbuka sungguh begitu terasa. Ditambah lagi obrolan-obrolan tentang berbagai informasi terbaru yang berkembang. Yang satu bercerita, yang lain pun tak kalah bercerita. Seolah-olah setiap orang ingin berbagi informasi yang ia dapatkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Begitulah, suasana keakraban dan kekeluargaan bergema dan menyatu dalam pertemuan itu. Ada senyum yang mengembang, ada tawa yang riang, ada cerita-cerita menarik, ada informasi-informasi, dan lain-lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Tak terasa waktupun terus berlalu, makanan yang dihidangkan satu persatu telah disantap para tamu, sehingga hampir tidak ada yang tersisa. Sebelum para tamu pulang, tuan rumah meminta salah seorang tamu untuk memberikan kata sambutan dan membaca doa untuk tuan rumah. Saat itu Ust. Zulfi Akmal sebagai perwakilan tamu mengucapkan terima kasih banyak atas jamuannya, "Semoga Allah memberikan balasan pahala", ucap beliau. Dan Ust. Sami diminta  membacakan doa untuk kebaikan tuan rumah, tamu-tamu yang hadir, dan segenap kaum muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Pertemuan singkat hari itu begitu bermakna. Ada banyak motivasi yang tersirat di dalamnya. Saya merasa  kalah dari tuan rumah, kalah dalam berlomba-lomba untuk kebaikan. 'Istana' Ain Syams seolah menjadi pelopor pertama mengadakan berbuka puasa bersama, sebelum yang lain mengadakan. Semangat ini yang perlu dicontoh dan diteladani, semangat untuk memulai melakukan &lt;i&gt;sunnah hasanah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Bahkan dalam sebuah kata hikmah disebutkan, "Keutamaan terletak pada orang yang memulai, walau orang yang mengikuti setelahnya lebih baik."&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Saya sudah bisa membayangkan berapa banyak pahala yang akan mengalir pada orang tua Ain Syams. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw, dari Zaid bin Khalid al-Juhani r.a, bahwasanya Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yang memberi makan -untuk berbuka- orang yang berpuasa, baginya pahala -seperti yang didapatkan- orang yang berpuasa itu, dan pahala itu tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun." (HR. At-Tirmidzi : 3/162, no. 807)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Begitu besar pahala yang akan didapatkan, semakin banyak dan semakin mulia tamu yang hadir akan semakin bertambahlah pahala yang akan diraih.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Di sisi lain, perjamuan singkat itu begitu sanggup merekatkan ikatan ukhuwah yang selama ini mulai renggang karena jarangnya pertemuan disebabkan berbagai kesibukan di kuliah dan lainnya. Inilah majlis yang akan mendatangkan kebaikan bagi seorang hamba di akhirat kelak; majlis yang terangkai karena saling mencintai karena Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik, insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;Salam dari Kairo,&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;sumber: era muslim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1371053629644641669?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1371053629644641669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1371053629644641669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/08/nikmatnya-berbuka-di-istana-ain-syams.html' title='Nikmatnya Berbuka di Istana Ain Syams'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-6507678066087117226</id><published>2009-07-31T14:41:00.003+07:00</published><updated>2009-07-31T14:47:58.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Menyibak Satu Tirai Malam</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="garis-bawah"&gt; &lt;p&gt;Malam itu memang belum terlalu larut, empat buah angka digital di handphone-ku-pun baru bertuliskan 08:42. Tapi aku coba merebahkan tubuh ini diatas sebuah kasur yang kini sudah tergeletak di ujung ruangan mungil ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelelahan setelah melalui perjalanan yang hampir memakan waktu lebih dari 4 jam itu telah membuatku mendambakan kesempatan ini. Sendiri, menikmati sepi, bercanda dengan malam sambil berada dalam sebuah ruang gelap ditemani wangi pengharum ruangan yang baunya kini mulai merebak masuk ke rongga-rongga ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlahan satu persatu mata inipun mengajak pergi meninggalkan malam yang semakin pekat menutup aroma ibu kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun entahlah berapa lama mata ini terpejam, ketika ruang dengar ini mulai terisi oleh bacaan-bacaan ejaan ayat al-quran, semakin lama semakin jelas. Dan aku menikmatinya, meski memang alunannya terkadang harus terhenti dibeberapa bagian yang tidak tepat. Seorang wanita tengah mengeja bacaan yang luar biasa indahnya Alloh kirimkan untuk kita, ummat-ummat pilihannya. Sesaat kemudian seorang pria berusaha membetulkan bacaan yang terhenti itu kemudian membimbing, menemani serta menuntun bagaimana bacaan itu seharusnya dilafalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku semakin menikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat kost yang saya tempati di sisa-sisa kemegahan ibukota ini memang berderet panjang dalam sebuah koridor yang telah menjadi penghubung diantara kami. Namun, untuk beberapa lama ini kamar yang tepat di sebelah kamarku memang tak ada penghuninya. Dan aku baru tahu kalau ternyata sejak beberapa malam sebelumnya, ibu dan bapak kost telah menjadikan kamar itu tempat belajar mengaji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku mengangkat tubuh ini, perlahan membuka daun pintu dan berjalan di koridor itu untuk menuju keluar mengambil wudhu. Sesaat aku terhenti di depan pintu kamar itu. Seakan memastikan bahwa apa yang telah aku dengar beberapa saat tadi adalah bener-benar ada, bukan sebuah cerita yang mengisi alam mimpiku di malam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku tersenyum, ada tangis dalam hati. Namun entahlah, mungkin juag ada rasa cemburu dalam jiwa ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika mencoba mengingat begitu banyak pasangan-pasangan muda yang begitu nekatnya mengambil sebuah keputusan untuk mengakhiri perjalanan pernikahan mereka, ketika acara-acara infotainment di televisi dengan bangganya menyiarkan juga konflik-konflik perjalanan rumah tangga para pasangan selebritis, atau bahkan juga ketika kawin-cerai, dan berganti pasangan hidup menjadi satu tradisi baru diantara beberapa kalangan, na'udzubillah. Ternyata, alhamdulillah setidaknya ibu dan bapak kost yang saya amanahi akan diri ini, juga untuk bisa seakan menjadi orang tua kedua diri saya ketika berada di satu sisi ibu kota ini, jauh dari sifat seperti mereka. Padahal di usianya yang aku kira tidak kurang dari 60 tahunan, mungkin perjalanan pernihakannya hampir atau bahkan mungkin telah terlewat dari usia emas sebuah rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam beberapa kesempatan, akupun mendapati mereka selalu paling awal hadir dalam acara pengajian di lingkungan ini. Bahkan pak Abidin, bapak kost-ku itu, tak jarang selalu menjadi mu'adzin di masjid, beliau telah lebih dulu mengumandangkan adzan disana padahal jamaah-jamaah lainnya baru melangkahkan kaki keluar dari rumah-rumah petakannya ketika waktu sholat tiba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sisi sebuah kepemimpinan dalam Islam memang terlebih dahulu telah harus ditampilkan dalam setiap pribadi ketika ia memimpin masing-masing dirinya. Namun, sisi kepemimpinan itu akan lebih terlihat ketika seorang suami mampu untuk bagaimana membimbing seorang hamba lainnya menjadikan ia seorang yang shalihah dalam menemani perjalanan rumah tangganya. Dan malam itu aku telah sedikit menemukannya pada diri beliau. Alhamdulillah, sebuah pelajaran berharga bagi kami para generasi muda yang mungkin memang semestinya harus mempersiapkan ini semua jauh-jauh hari sebelum sebuah kehidupan yang baru akan menjelang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendapati satu lagi ilmu di malam itu bagai menyibak satu lagi tirai malam, yang mampu membuka arah pandang ini, hingga menemukan cahaya meski masih dikejauhan sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sabda Nabi dalam sebuah riwayat, "Takutlah engkau kepada Allah SWT dalam urusan wanita. Sesungguhnya mereka adalah amanat di sisimu. Barang siapa tidak memerintahkan dan mengajarkan shalat kepada istrinya, berarti ia berkhianat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya." (Al-Hadis).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam semakin malam, riuh irama kota kini semakin lama semakin menyepi, meninggalkan hamba-hambanya yang masih merindu dalam kekhusu'annya beribadah dan meminta hanya pada Ia yang menguasai maha dalam segala ke-maha-annya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yaa Rabb, andai suatu hari Engaku-pun titipkan pada kami, seseorang yang akan menemani langkah ini, semoga Engkaupun sertakan pula kemampuan pada diri-diri ini untuk bisa membimbingnya, membinanya, menjadikan ia seseorang yang benar-benar shalihah bukan hanya dalam pandang mata ini, namun juga dalam pandang dihadapan-Mu, hingga kami bisa melangkah bersama menuju segala ridha-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aamiin yaa robbal'alamiin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;Dikdik Andhika Ramdhan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;Jumat, 31/07/2009 07:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;sumber: eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-6507678066087117226?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/6507678066087117226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/6507678066087117226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/menyibak-satu-tirai-malam.html' title='Menyibak Satu Tirai Malam'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8315070408233152466</id><published>2009-07-31T14:33:00.001+07:00</published><updated>2009-07-31T14:37:09.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Pecah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKfB5tOPeI/AAAAAAAAAGo/61YWAYAGOP0/s1600-h/pecah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 276px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKfB5tOPeI/AAAAAAAAAGo/61YWAYAGOP0/s320/pecah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364524961170865634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/ADMINI%7E1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;                          &lt;span class="tanggal"&gt;Kamis, 18/06/2009 11:27 WIB&lt;/span&gt;&lt;a style="background: transparent url(/img/icon/rss.gif) no-repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; padding-left: 20px;" href="http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/rss"&gt;&lt;/a&gt;          &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang majikan tampak serius mengawasi dua pembantunya yang sedang memindahkan beberapa guci antik. Formasi guci-guci itu dirasa sang majikan sudah membosankan. Harus diubah dalam susunan baru yang lebih menyegarkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Awas, hati-hati!” ucap sang majikan sambil memberi aba-aba ke arah mana guci-guci itu diletakkan. Dan serempak, dua pembantu itu pun menyahut, “Iya, Bu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sambil mengangkat guci satu per satu, dua pembantu itu menyusun langkah menuruni dan menaiki anak tangga. Mereka melangkah mengikuti aba-aba sang majikan. “Jangan di situ, sebelah sana!” teriak sang majikan sesekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah karena kelengahan, salah tingkah, atau lainnya, tiba-tiba salah satu guci terlepas dari pegangan seorang pembantu. Dan, ”Praaak!” Guci itu terjatuh dan menggelinding membentur anak-anak tangga. Beberapa keping pecahan guci tercecer di anak tangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa menunggu aba-aba, dua pembantu itu pun terdiam di hadapan majikannya. Mereka seperti siap menyimak berbagai omelan dan ocehan sang majikan yang tak lagi mampu menahan emosi. ”Kamu nggak tahu, berapa mahalnya harga guci itu!” Dan seterusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika dua pembantu itu mengambil pecahan guci untuk disatukan dengan lem perekat, sang majikan pun menghampiri. Kali ini, ia lebih tenang. ”Kalaupun kalian berhasil menyatukan kembali pecahan guci, secanggih apa pun kalian menyatukannya, selalu saja akan tampak bekas kalau guci itu pernah pecah,” ucapnya prihatin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;br /&gt;Kesatuan, keutuhan, soliditas atau apa pun sebutannya merupakan impian semua orang. Dalam cakupan apa pun: dalam skala kecil seperti pertemanan antar pribadi, keluarga; maupun yang besar seperti organisasi massa dan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kurang hati-hati dalam merawat soliditas ini bisa membawa dampak perpecahan. Jangan pernah membayangkan kalau penyatuan pasca perpecahan bisa membentuk soliditas seperti sediakala. Karena dampak perpecahan biasanya akan meninggalkan bekas, secanggih apa pun upaya perekatan yang dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi, dahulukan kehati-hatian. Karena merekat sesuatu yang pernah pecah, jauh lebih sulit dari menjaganya untuk tetap solid. (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-8315070408233152466?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8315070408233152466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/8315070408233152466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/pecah.html' title='Pecah'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKfB5tOPeI/AAAAAAAAAGo/61YWAYAGOP0/s72-c/pecah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-7523185347089965084</id><published>2009-07-31T14:19:00.004+07:00</published><updated>2009-07-31T14:27:03.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Tahukah Anda: Muslim Pertama Menjelajah Ruang Angkasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKbyszpE9I/AAAAAAAAAGY/i3-yrBcuenU/s1600-h/musza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKbyszpE9I/AAAAAAAAAGY/i3-yrBcuenU/s320/musza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364521401475208146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;Jumat, 24/07/2009 11:16 WIB&lt;/span&gt;     &lt;br /&gt;Malaysia masih disebut-sebut sebagai negara Islam pertama yang berhasil mengirim astronotnya ke luar angkasa. Pada bulan Oktober tahun 2007, seorang ahli bedah ortopedi dari Universiti Kebangsaan Malaysia &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKcddVAZvI/AAAAAAAAAGg/AcK9Dyu4N68/s1600-h/ansari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKcddVAZvI/AAAAAAAAAGg/AcK9Dyu4N68/s320/ansari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364522136054556402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bernama Muszaphar Shukor berhasil menembus atmosfir bumi bersama para astronot Rusia dalam peluncuran stasiun ruang angkasa Soyuz TMA-11. Shukor sukses menjalankan misi ruang angkasanya selama 11 hari dan kembali ke bumi pada 21 Oktober 2007, tepatnya di wilayah Kazakhstan pukul 10.43 waktu setempat. &lt;p&gt;Pendaratan Shukor kembali ke bumi disambut meriah oleh rakyat dan pejabat negara Malaysia. "Ini akan menjadi catatan dalam sejarah kita, karena untuk pertama kalinya orang Malaysia ke ruang angkasa dan kembali dengan selamat, " sambung Najib Razak seperti dilansir New Strait Times edisi Senin (22/10/2007).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malaysia boleh bangga dengan keberhasilan program ruang angkasanya, yang lewat kerjasama dengan Rusia berhasil memberangkatkan astronotnya. Tapi Sukhor bukanlah Muslim pertama atau satu-satunya Muslim yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa. Setidaknya ada Muslim yang sudah melakukan perjalanan ke luar planet bumi beberapa tahun sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muslim pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa sebenarnya adalah Pangeran Sultan bin Salman AbdulAziz Al-Saud dari Arab Saudi. Pada tahun 1985, Al-Saud ikut bersama kru yang menjalankan misi ruang angkasa STS-S1G dengan menggunakan pesawat Discovery milik AS, untuk mengorbitkan satelit komunikasi ARABSAT 1-B. Dalam misi ini, Al-Saud bukan hanya menjadi Muslim pertama yang pergi ke ruang angkasa tapi juga menjadi anggota kerajaan Saudi pertama yang berhasil menjelajah ruang angkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah menyelesaikan misinya, Al-Saud kemudian mendirikan organisasi non-profit Asosiasi Penjelajah Ruang Angkasa, sebagai wadah berkumpulnya para astronot dan kosmonot dari seluruh dunia. Al-Saud sendiri yang menjadi direktur asosiasi itu selama beberapa tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua tahun setelah keberangkatan Al-Saudi, tepatnya pada bulan Juli 1987, Muslim asal Suriah bernama Mohammed Faris ikut dalam misi Soyuz TM-3 ke stasiun ruang angkasa Rusia, Mir. Mohammed Faris, anggota Angkatan Udara Suriah berpangkat kolonel itu, menjalankan misi penelitian ke Mir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lima bulan kemudian, Musa Manarov, seorang Muslim keturunan Azerbaijan yang berpangkat kolonel di Angkatan Udara Uni Sovyet juga berangkat ke luar angkasa dalam misi Soyuz TM-4 ke stasiun ruang angkasa Mir. Manarov bersama tim Soyuz TM-4, menjadi Muslim pertama yang tinggal di ruang angkasa selama satu tahun penuh. Ia kembali ke bumi pada Desember 1988. Musa Manarov kembali melakukan penjelajahan ke luar angkasa pada Desember 1990 dalam misi Soyuz TM-11. Kali ini ia tinggal selama satu tahun tiga bulan di ruang angkasa dan melakukan lebih dari 20 jam perjalanan, menjelajah ruang angkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muslim lainnya yang juga pernah menjalankan misi ke luar angkasa adalah Abdul Ahad Mohmand asal Afghanistan. Pilot Angkatan Udara Afghanistan itu ikut dalam misi Soyuz TM-6 pada bulan Agustus 1988 sebagai kosmonot yang melakukan riset selama delapan hari di Mir. Dalam misi ini, Mohmand bahkan menjadi pahlawan penyelamat bagi kru lainnya, ketika kapsul yang akan membawanya kembali ke bumi mengalami kendala saat akan memasuki atmosfir bumi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kurang dari 10 tahun setelah misi Mohamd, Muslim-muslim lainnya menyusul, mengikuti berbagai misi ke ruang angkasa. Antara lain Tokhtar Aubakirov dari Kazakhstan yang ikut dalam misi Soyuz TM-13 ke Mir tahun 1991. Kemudian tahun 1994, misi Soyuz TM-19 mengikutsertakan Talgat Musabayev, seorang Muslim yang juga asal Kazakhstan.&lt;/p&gt; Jika perjalanan ruang angkasa selama bertahun-tahun didominasi oleh kaum lelaki Muslim, pada bulan September 2006, muslimah AS keturunan Iran, Anousheh Ansari berhasil mendobrak rekor menjadi muslimah pertama sekaligus turis pertama dalam program perjalanan ke ruang angkasa. Ansara melakukan "wisata ruang angkasa"nya dengan menggunakan Soyuz TM-9 yang menjadi bagian dari misi Expedition 14. &lt;p&gt;Baru kemudian tahun 2007, Muszaphar Shukor dari Malaysia melakukan perjalanan ke ruang angkasa. Pemberitaan yang intens mungkin yang membuat perjalanan Shukor lebih banyak diketahui khalayak dan membuat mereka kagum bahwa ada seorang Muslim yang akhirnya bisa menjadi astronot. Padahal jauh sebelum Shukor, banyak muslim lainnya yang sudah menjelajah ruang angkasa. Kapan giliran muslim Indonesia? (ln/iol)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-7523185347089965084?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7523185347089965084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7523185347089965084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/tahukah-anda-muslim-pertama-menjelajah.html' title='Tahukah Anda: Muslim Pertama Menjelajah Ruang Angkasa'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SnKbyszpE9I/AAAAAAAAAGY/i3-yrBcuenU/s72-c/musza.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-2473011422259586007</id><published>2009-07-31T14:15:00.001+07:00</published><updated>2009-07-31T14:17:30.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Akhir Hidup Nabi Zakaria dan Yahya</title><content type='html'>&lt;span class="tanggal"&gt;Jumat, 31/07/2009 11:00 WIB&lt;/span&gt;      &lt;p&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz, saya ingin bertanya mengenai kisah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Semoga Allah memberi saya hidayah melalui jawaban Ustadz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pernah membaca mengenai akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang menurut saya sangat tragis. Nabi Zakaria yang bersembunyi di dalam pohon mati digergaji. Sedangkan Nabi Yahya mati dipenggal kepalanya. Pertanyaan saya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Benarkah kisah mengenai akhir hidup kedua Nabi tersebut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Jika benar seperti itu, apakah hikmah dari Allah dalam kisah akhir hidup/perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya (maksud saya: dalam pemahaman saya yang awan dalam bidang agama ini, akhir kisah perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang sangat tragis tersebut kontras sekali dengan -misalnya- akhir kisah perjuangan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Nuh ( diselamatkan oleh Allah dari kezaliman umatnya yang durhaka dengan dihancurkannya umat yang durhaka tersebut melalui banjir besar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Ibrahim (diselamatkan oleh Allah dari hukuman dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Musa (diselamatkan oleh Allah dari kejaran Firaun dengan terbelahnya Laut Merah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Daud (diselamatkan oleh Allah dari kekejaman Jalut/Goliath)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Yusuf (diselamatkan oleh Allah dari kezaliman/iri hati saudara-saudaranya bahkan akhirnya saudara-saudaranya menghormat kepada beliau)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Isa (diselamatkan oleh Allah dari penyaliban)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Nabi Muhammad SAW (diselamatkan oleh Allah dari kebiadaban kafir Quraisy dan Yahudi Madinah bahkan akhirnya berhasil kembali ke Mekkah dengan kemenangan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan selain kisah para Nabi yang diselamatkan oleh Allah sebagaimana saya sebutkan di atas, ada pula kisah Ashabul Kahfi (diselamatkan oleh Allah dengan ditidurkan/disembunyikan dalam gua)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengimani bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Penolong akan dengan mudahnya menyelamatkan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya sehingga beliau berdua dapat terselamatkan dari kezaliman umatnya. Saya juga mengimani bahwa Allah Yang Maha Tahu juga mempunyai rahasia dan hikmah dalam setiap peristiwa di dunia ini termasuk kisah akhir hidup kedua Nabi tersebut. Itulah yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz mengenai hal tersebut : Rahasia atau Hikmah apakah dalam kisah akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya tersebut sehingga pertolongan Allah "tidak tampak secara kasat mata" dibandingkan kisah para Nabi lain +Ashabul Kahfi? (Saya yakin pertolongan Allah pasti ada untuk  Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, tapi saya belum dapat memahami bagaimana bentuk pertolongan Allah untuk kedua nabi tersebut).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih untuk perhatian dan jawaban Ustadz&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;    SIP    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204);"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk menceritakan tentang Zakaria kepada manusia termasuk kisah ketika dirinya dikaruniai seorang anak laki-laki pada usianya yang sudah lenjut sementara istrinya adalah seorang wanita tua yang mandul dengan maksud agar manusia tidak pernah berputus asa terhadap karunia dan rahmat Allah swt, sebagaimana firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ﴿٢﴾&lt;br /&gt;إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاء خَفِيًّا ﴿٣﴾&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “(yang dibacakan Ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam : 2 – 3)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian salaf mengatakan bahwa Zakaria bangun pada saat malam hari lalu berdoa kepada Tuhannya dengan diam-diam tanpa diketahui banyak orang dan berdoa,”Wahai Robb, wahai Robb, wahai Robb” Allah berkata,”labbaik, labbaik, labbaik.” Zakaria mengatakan, "Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban.” (QS. Maryam 4)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Hai Zakaria, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia.” (QS. Maryam : 7) ayat ini ditasirkan oleh firman Allah swt yang lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS. Al Imron : 7)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keshalehan Nabi Yahya ini sudah terlihat sejak maa anak-anak, Abdullah bin al Mubarok mengatakan : Ma’mar mengatakan bahwa suatu ketika ada seorang anak yang mengatakan kepada Yahya bin Zakaria,”Mari kita bermain bersama.” Lalu Yahya menjawab,”Sesunguhnya kita diciptakan bukan untuk bermain.”, ada yang mengatakan bahwa ini adalah maksud dari firman Allah swt :&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.” (QS. Maryam : 12)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Qotadah bahwa al Hasan berkata bahwa ketika Isa dan Yahya bertemu lalu Isa berkata kepada Yahya,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Yahya berkata,” ,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Lalu Isa pun mengatakan kepadanya lagi,”Engkau lebih baik dariku, aku memberikan salam kepada diriku sendiri sementara Allah memberikan salam kepadamu.” Dan Allah pun memberikan keutamaan kepada mereka berdua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang anak Adam kecuali dia akan melakukan sebuah kesalahan atau berkeinginan untuk melakukan kesalahan namun tidak pada diri Yahya bin Zakaria..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan tentang kematian ayahnya, Nabi Zakaria, maka terjadi perbedaan riwayat dari Wahab bin Munbih : Apakah Nabi Zakaria mati secara wajar ataukah ia dibunuh? , terdapat dua riwayat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdul Mun’im meriwayatkan dari Idris bin Sinan dari ayahnya dari Wahab bin Munbih mengatakan bahwa Zakaria lari dari kaumnya lalu masuk ke sebuah pohon, lalu mereka pun mendatanginya dan menggergaji pohon itu. Tatkala gergaji itu mengenai otot-ototnya dan ia pun merintih lalu Allah mewahyukan kepadanya,”Jika rintihanmu tidak mereda pasti aku akan jungkalkan bumi dan apa-apa yang ada diatasnya maka Zakaria pun menghentikan rintihannya sehingga dirinya terpotong dua”, ini diriwayatkan didalam hadits yang marfu’. Namun terdapat riwayat Ishaq bin Basyar dari Idris bin Sinan dari Wahab bahwa dia mengatakan bahwa orang yang terbelah didalam pohon itu adalah Sya’ya , adapun Zakaria meninggal secara wajar, wallahu A’lam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan tentang pembunuhan putranya, Yahya, mereka banyak menyebutkan sebab-sebabnya sementara yang paling masyhur menurut Ibnu Katsir adalah bahwa sebagian raja di Damaskus pada zaman itu ingin menikahi wanita-wanita yang menjadi mahram mereka atau wanita-wanita yang tidak halal untuk mereka nikahi. Hal ini mendapat penentangan dari Yahya as.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga terdapat seorang wanita yang meminta kepada seorang raja yang menyukainya agar memberikan hadiah kepadanya darah Yahya. Lalu dikirimlah seseorang untuk membunuh Yahya serta membawakan kepala dan darahnya diatas sebuah nampan kehadapan wanita itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian, ada pula yang mengatakan bahwa cerita pembunuhan Nabi Yahya tersebut bersumber dari israiliyat yang tidak pernah disebutkan didalam Al Qur’an maupun sunnah-sunnahnya bahkan bertentangan dengan firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Keselamatan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga merujuk kepada pengertian dari kata salam (keselamatan) disitu termasuk diselamatkannya dari kematian yang tidak menyenangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qodhi, ketika menjelaskan firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “(Isa berkata) Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali".(QS. Maryam : 33), bahwa kata salam merupakan ungkapan yang memberikan keamanan, seperti keamanan didalam berbagai kenikmatan dan dihindarkannya dari hal-hal yang tidak menyenangkan (merusak). Seakan-akan dia (Isa as) bertanya kepada Tuhannya dan meminta dari-Nya tentang Apa yang diberitakan Allah swt terhadap Yahya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan pastinya para nabi akan mendapat pengabulan doa, dan ada tiga keadaan terbesar manusia yang membutuhkan keselamatan, yaitu : hari kelahiran, hari kematian dan hari kebangkitan. Ketiga keadaan tersebut membutuhkan keselamatan dan terkumpulnya kebahagiaan dari Allah swt agar terlindungi dari berbagai rasa sakit dan hal-hal yang mengerikan dalam setiap keadaan itu. (Tafsir ar Rozi juz III hal 303)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan begitu, mereka berpendapat bahwa pembunuhan yang dialami Nabi Yahya adalah sesuatu yang mustahil, karena Yahya adalah seorang Nabi yang dijaga dan dilindungi Allah swt dan berita tersebut adalah berasal dari israiliyat dan sebagaimana kebiasaan orang-orang israil adalah ingin merendahkan dan mengecilkan para nabi Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian yang pasti bahwa didalam kisah-kisah para Nabi dengan segala keunikan dan kesabaran mereka semua—termasuk kisah Nabi Zakaria dan Yahya—didalam memikul beban kenabian sebagai pelita umat-umatnya ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh manusia, sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atinya : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf : 111)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari mereka adalah kesabaran mereka dalam mengemban amanah risalah dan da’wah, kesabaran terhadap perlakuan buruk kaumnya ketika mendengar da’wah mereka, kesabaran untuk tidak tergoda oleh berbagai tarikan-tarikan dunia yang dapat menyimpangkan mereka dari jalan risalah dan da’wah serta sifat-sifat mulia lainnya yang ada didalam diri orang-orang mulia itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentunya Allah swt juga senantiasa memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada mereka semua ketika mendapatkan kesulitan didalam menyampaikan risalah-risalah-Nya yang hal itu sudah menjadi janji-Nya kepada mereka sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. Ghofir : 51 – 52)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana Allah menolong para Rasul dan Nabi-Nya serta orang-orang yang bersamanya? tentunya Allah swt lebih mengetahui hal ini, karena ditangan-Nya lah segala kebaikan dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sementara manusia hanya dituntut untuk bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah kepahlawanan mereka dan menghiasi kehidupannya dengan itu semua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: eramuslim.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-2473011422259586007?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2473011422259586007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/2473011422259586007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/akhir-hidup-nabi-zakaria-dan-yahya.html' title='Akhir Hidup Nabi Zakaria dan Yahya'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-376701853835421663</id><published>2009-07-05T21:50:00.002+07:00</published><updated>2009-07-06T21:30:00.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan Keutamaan'/><title type='text'>Keutamaan Malam Jum'at dan Hari Jum'at</title><content type='html'>Malam Jum'at adalah malam yang paling utama, harinya adalah hari yang paling utama dari semua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya malam Jum'at dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum'at, Allah melindunginya dari siksa kubur yang menakutkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ja'far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: "Malam Jum'at dan hari Jum'at mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt&lt;br /&gt;melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum'at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha&lt;br /&gt;Mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang mu'tabar, Imam Ja'far Ash-Shadiq berkata: "Sesungguhnya orang mukmin yang memohon hajatnya kepada Allah, Ia menunda hajat yang dimohonnya hingga hari Jum'at agar ia memperoleh keutamaan yang khusus (dilipatgandakan karena keutamaan hari Jum'at)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Ketika saudara Yusus meminta kepada Ya'qub agar ia memohonkan ampunan untuk mereka, ia berkata, Tuhanku akan mengampunimu. Kemudian ia mengakhirkan istighfarnya hingga dini hari Jum'at agar permohonannya diijabah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Jika malam Jum'at tiba semua binatang laut dan binatang darat mengangkat kepalanya seraya memanggil dengan bahasanya masing-masing: Wahai Tuhan kami, jangan siksa kami karena dosa-dosa anak cucu Adam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar pada setiap malam Jum'at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya; Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: "Sesungguhnya Allah swt memilih Jum'at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah orang yang momohon hajatnya kepada Allah Azza wa Jalla pada hari Jum'at Allah mengijabahnya; suatu bangsa yang sudah layak menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum'at Allah pasti menyelamatkan mereka darinya. Tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum'at. Karena itu, malam Jum'at adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: " Jauhilah maksiat pada malam Jum'at, karena pada malam itu keburukan dilipatgandakan dan kebaikan dilipatgandakan. Baransiapa yang meninggalkan maksiat kepada Allah pada malam Jum'at Allah mengampuni semua dosa yang lalu, dan barangsiapa yang menampakkan kemaksiatan kepada Allah pada malam Jum'at Allah menyiksanya dengan semua amal yang ia lakukan sepanjang umurnya dan melipatgandakan siksa padanya akibat maksiat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya hari Jum'at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum'at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum'at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman.Tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh&lt;br /&gt;Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Tidak ada terbit matahari yang lebih utama dari hari Jum'at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Jika kalian memasuki hari Jum'at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hanba hamba Allah; pada hari Jum'at dan malam Jum'at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan&lt;br /&gt;karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat."&lt;br /&gt;(Fafâtihul Jinân, bab 1, pasal 4, halaman 28-38 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-376701853835421663?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/376701853835421663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/376701853835421663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/keutamaan-malam-jumat-dan-hari-jumat.html' title='Keutamaan Malam Jum&apos;at dan Hari Jum&apos;at'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-7994144198712413724</id><published>2009-07-05T17:44:00.002+07:00</published><updated>2009-07-05T22:54:04.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar Dibandingkan Dosa Berzina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlDMgCQNorI/AAAAAAAAAGQ/4SDBMuB6jcU/s1600-h/sholat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlDMgCQNorI/AAAAAAAAAGQ/4SDBMuB6jcU/s320/sholat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355004807676273330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Ahmad Abu Yusuf di/pada Sabtu, 23 Mei, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini. Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.&lt;br /&gt;Memang sungguh prihatin dengan kondisi umat saat ini. Banyak yang mengaku Islam di KTP, namun kelakuannya semacam ini. Oleh karena itu, pada tulisan yang singkat ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hukum meninggalkan shalat. Semoga Allah memudahkannya dan memberi taufik kepada setiap orang yang membaca tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang yang meninggalkan shalat, kafir alias bukan muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam point sebelumnya telah dijelaskan, para ulama bersepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar bahkan lebih besar dari dosa berzina dan mencuri. Mereka tidak berselisih pendapat dalam masalah ini. Namun, yang menjadi masalah selanjutnya, apakah orang yang meninggalkan shalat masih muslim ataukah telah kafir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (Lihat Nailul Author, 1/369).&lt;br /&gt;Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, intinya ada perbedaan pendapat dalam masalah ini di antara para ulama termasuk pula ulama madzhab. Bagaimana hukum meninggalkan shalat menurut Al Qur’an dan As Sunnah? Silakan simak pembahasan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat yang membicarakan hal ini dalam Al Qur’an, namun yang kami bawakan adalah dua ayat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini –yaitu sungai di Jahannam- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah mukmin, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9]: 11). Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Berarti jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Konsekuensinya orang yang meninggalkan shalat bukanlah mukmin karena orang mukmin itu bersaudara sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS. Al Hujurat [49]: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa hadits yang membicarakan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi). Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat ber-ijma’ (bersepakat) bahwa meninggalkan shalat adalah kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jalan yang lain, Umar berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam kitab Sunan-nya, juga Ibnu ‘Asakir. Hadits ini shohih, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan terakhir ini terlihat bahwasanya Al Qur’an, hadits dan perkataan sahabat bahkan ini adalah ijma’ (kesepakatan) mereka menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir (keluar dari Islam). Itulah pendapat yang terkuat dari pendapat para ulama yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, “Tidakkah seseorang itu malu dengan mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Qur’an), As Sunnah dan kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik).” (Ash Sholah, hal. 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus orang yang meninggalkan shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kasus Pertama] Kasus ini adalah meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya sebagaimana mungkin perkataan sebagian orang, “Sholat oleh, ora sholat oleh.” [Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa]. Jika hal ini dilakukan dalam rangka mengingkari hukum wajibnya shalat, orang semacam ini dihukumi kafir tanpa ada perselisihan di antara para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kasus Kedua] Kasus kali ini adalah meninggalkan shalat dengan menganggap gampang dan tidak pernah melaksanakannya. Bahkan ketika diajak untuk melaksanakannya, malah enggan. Maka orang semacam ini berlaku hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq, mayoritas ulama salaf dari shahabat dan tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kasus Ketiga] Kasus ini yang sering dilakukan kaum muslimin yaitu tidak rutin dalam melaksanakan shalat yaitu kadang shalat dan kadang tidak. Maka dia masih dihukumi muslim secara zhohir (yang nampak pada dirinya) dan tidak kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rohuwyah yaitu hendaklah bersikap lemah lembut terhadap orang semacam ini hingga dia kembali ke jalan yang benar. Wal ‘ibroh bilkhotimah [Hukuman baginya dilihat dari keadaan akhir hidupnya].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Jika seorang hamba melakukan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian, maka baginya keimanan sesuai dengan perintah yang dilakukannya. Iman itu bertambah dan berkurang. Dan bisa jadi pada seorang hamba ada iman dan nifak sekaligus. …Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat lima waktu. Dan mereka tidak meninggalkan secara total. Mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. Orang-orang semacam ini ada pada diri mereka iman dan nifak sekaligus. Berlaku bagi mereka hukum Islam secara zhohir seperti pada masalah warisan dan semacamnya. Hukum ini (warisan) bisa berlaku bagi orang munafik tulen. Maka lebih pantas lagi berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.” (Majmu’ Al Fatawa, 7/617)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kasus Keempat] Kasus ini adalah bagi orang yang meninggalkan shalat dan tidak mengetahui bahwa meninggalkan shalat membuat orang kafir. Maka hukum bagi orang semacam ini adalah sebagaimana orang jahil (bodoh). Orang ini tidaklah dikafirkan disebabkan adanya kejahilan pada dirinya yang dinilai sebagai faktor penghalang untuk mendapatkan hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kasus Kelima] Kasus ini adalah untuk orang yang mengerjakan shalat hingga keluar waktunya. Dia selalu rutin dalam melaksanakannya, namun sering mengerjakan di luar waktunya. Maka orang semacam ini tidaklah kafir, namun dia berdosa dan perbuatan ini sangat tercela sebagaimana Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un [107]: 4-5) (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh Nashiruddin Al Albani, 189-190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepatutnya kita menjaga shalat lima waktu. Barangsiapa yang selalu menjaganya, berarti telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang sering menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.” (Lihat Ash Sholah, hal. 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seseorang bukanlah hanya meyakini (membenarkan) bahwa shalat lima waktu itu wajib. Namun haruslah disertai dengan melaksanakannya (inqiyad). Karena iman bukanlah hanya dengan tashdiq (membenarkan), namun harus pula disertai dengan inqiyad (melaksanakannya dengan anggota badan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim mengatakan, “Iman adalah dengan membenarkan (tashdiq). Namun bukan hanya sekedar membenarkan (meyakini) saja, tanpa melaksanakannya (inqiyad). Kalau iman hanyalah membenarkan (tashdiq) saja, tentu iblis, Fir’aun dan kaumnya, kaum sholeh, dan orang Yahudi yang membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (mereka meyakini hal ini sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka), tentu mereka semua akan disebut orang yang beriman (mu’min-mushoddiq).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasan mengatakan, “Iman bukanlah hanya dengan angan-angan (tanpa ada amalan). Namun iman adalah sesuatu yang menancap dalam hati dan dibenarkan dengan amal perbuatan.” (Lihat Ash Sholah, 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga kita dapat mengingatkan kerabat, saudara dan sahabat kita mengenai bahaya meninggalkan shalat lima waktu. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai disusun di Panggang, Gunung Kidul, 22 Jumadil Ula 1430 H&lt;br /&gt;Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Dimuroja’ah oleh: Ustadz Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-7994144198712413724?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7994144198712413724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/7994144198712413724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/dosa-meninggalkan-shalat-lima-waktu.html' title='Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar Dibandingkan Dosa Berzina'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlDMgCQNorI/AAAAAAAAAGQ/4SDBMuB6jcU/s72-c/sholat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-4605688099187198259</id><published>2009-07-05T17:31:00.005+07:00</published><updated>2009-07-05T21:46:44.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba Serbi'/><title type='text'>Cara Mudah Bangun Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlCCB1MI-zI/AAAAAAAAAGA/QGBCrRYRFoI/s1600-h/bangun+malam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlCCB1MI-zI/AAAAAAAAAGA/QGBCrRYRFoI/s320/bangun+malam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354922924912999218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangun pada malam hari pada saat mata sedang kantuk, bukan pekerjaan ringan. Apalagi bila untuk beribadah. Pengalaman ini pernah dialami oleh seseorang yang kemudian menyanyakan kepada Hasan, “Hai Abu Sa’id, sesungguhnya saya melewati malam dengan kondisi segar bugar, saya juga telah menyediakan air untuk berwudhu. Tapi mengapa saya sulit bangun?” Jawab Hasan, “Dosa-dosamulah yang telah mengekangmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, “Banyak dari makanan yang menghalangi bangun malam dan banyak dari pandangan yang menghalangi untuk membaca surat,” jelasnya. “Makanan yang haram dan pandangan yang haram dapat menjadi sebab sulit untuk bangun malam,” tambah sang Hujjatul Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan adab di bawah ini barangkali bisa membantu memudahkan kita bangun dan istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keinginan yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin shalat malam (shalat lail), tumbuhkan keinginan yang kuat (niat) dari dalam diri untuk bangun, sebelum menuju pembaringan. Peliharalah niat itu dan kuatkan kembali hingga mata terpejam. Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa yang akan tidur berniat untuk bangun shalat tahajjud, kemudian ketiduran hingga pagi hari, maka dicatatnya niat itu sebagai satu pahala, sedang tidurnya itu dianggap sebagai karunia dari Allah yang diberikan padanya.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Putuskan mimpi dan melihat langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah terjaga, jangan berikan kesempatan kepada syaitan untuk menghalangi kita dengan menelusuri mimpi-mimpi yang baru saja dialami. “Putuskanlah mimpi-mimpi seperti itu dan bergegaslah meninggalkan pembaringan.” pesan Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Sebelum menunaikan shalat disunnatkan keluar melihat langit dan bintang-bintang sambil berdoa sebagaimana diucapkan oleh Rasulullah saw, “Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, saya mohon ampun kepadaMu dan saya mohon pula rahmat-Mu. Ya Allah tambahlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokkan hatiku, sesudah Engkau beri hidayat padaku. Berikanlah rahmat dari sisi-Mu karena Engkau Maha Pemberi. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan saya kembali sesudah mematikan saya dan pada-Nya pula tempat kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari yang ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya shalat tahajjud dimulai dengan mengerjakan dua rakaat yang ringan, selanjutnya kerjakan sesuka hati. Dari Aisyah katanya, “Rasulullah saw itu apabila bangun malam untuk shalat, beliau memulainya dengan dua rakaat yang ringan.” Begitupun dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, beliau saw bersabda, “Apabila seseorang di antaramu bangun malam, maka hendaklah memulai shalatnya dengan dua rakaat yang ringan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bangunkan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah bangun, jangan lupa untuk membangunkan juga sanak keluarga. Rasulullah saw pernah membangunkan Ali bin Abi Thalib, menantunya, untuk shalat lail seperti tercatat dalam sebuah hadits dari Ali ra, “Bahwa Rasulullah saw pada suatu malam pengetok pintunya. Waktu itu ia tidur bersama Fatimah, istrinya. Beliau saw bersabda, “Apakah engkau berdua tidak bangun untuk shalat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haditsnya yang lain dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda: “Allah memberikan rahmat kepada lelaki yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula istrinya dan apabila istrinya itu menolak lalu memercikkannya air di mukanya. Allah juga memberikan rahmat-Nya kepada seorang perempuan yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula suaminya dan apabila suaminya menolak lalu dipercikkannya air di mukanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hal lain yang sebaiknya dilakukan agar kita mudah bangun malam menurut Imam Ghazali antara lain adalah: tidak terlalu banyak makan dan minum, kurangi kegiatan yang mengundang rasa lelah baik fisik maupun sprikis, sisihkan waktu sebentar di siang hari menjelang shalat dhuhur untuk qailullah (tidur sejenak) dan terakhir, meminimalisir kegiatan yang mengandung dosa karena hal itu mengundang kerasnya hati, rasa malas dan memutus rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Milist Majelis Rasulullah&lt;br /&gt;sumber gambar: http://www.republika.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-4605688099187198259?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4605688099187198259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/4605688099187198259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/cara-mudah-bangun-malam.html' title='Cara Mudah Bangun Malam'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SlCCB1MI-zI/AAAAAAAAAGA/QGBCrRYRFoI/s72-c/bangun+malam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1521870827502315029</id><published>2009-07-05T01:55:00.002+07:00</published><updated>2009-07-05T02:13:17.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Menemukan Kedamaian Islam di Balik Jilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/Sk-pxOc1dyI/AAAAAAAAAF4/m4ZWm65jmUY/s1600-h/jilbab.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 227px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/Sk-pxOc1dyI/AAAAAAAAAF4/m4ZWm65jmUY/s320/jilbab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354685145124534050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi "tawanan" penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi "Perang Salib" yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia," kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kita suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. "Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor," sambung Bokker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahdat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang 'elegan'," tutur Bokker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas," Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. "Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja," kata Bokker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai "pertanda keterbelakangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para 'pejuang kebebasan' itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar," kritik Bokker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya," papar Bokker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. "Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri," tukas Bokker.&lt;br /&gt;Sumber: Khoirunnisaa il’aalamiina- mawaaqifa nisaaiyati masyriqotin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1521870827502315029?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1521870827502315029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1521870827502315029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/07/menemukan-kedamaian-islam-di-balik.html' title='Menemukan Kedamaian Islam di Balik Jilbab'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/Sk-pxOc1dyI/AAAAAAAAAF4/m4ZWm65jmUY/s72-c/jilbab.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-450149352480450512</id><published>2009-07-05T01:50:00.004+07:00</published><updated>2009-07-05T02:01:34.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Melestarikan Tauhid Dengan Dzikir dan Syukur</title><content type='html'>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam mengatakan, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas apakah yang akan terjadi pada seekor ikan apabila dia dipisahkan dari air?” (Lihat Al Wabil Ash Shayyib oleh Ibnul Qayyim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitan Syukur dengan Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam mukadimah Al Qawa’id Al Arba’, “Aku memohon kepada Allah yang Maha mulia Rabb pemilik arsy yang agung, semoga Dia senantiasa menolongmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Semoga Dia menjadikanmu senantiasa diberkahi di manapun engkau berada dan menjadikanmu bersyukur apabila diberi karunia, bersabar apabila mendapat coba, dan memohon ampun apabila terjatuh dalam dosa, karena sesungguhnya ketiga hal itulah lambang kebahagiaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih Alusy Syaikh mengatakan,”Syukur memiliki kaitan erat dengan tauhid. Tatkala sang imam (Syaikh Muhammad bin abdul Wahhab) rahimahullah menyebutkan do’a untuk kita supaya bersyukur atas karunia, bersabar atas musibah dan istighfar ketika berbuat dosa, seolah-olah beliau sedang mengarahkan pandangan matanya kepada kondisi yang dialami kaum yang bertauhid. Beliau berbicara dengan mereka tentang suatu kewajiban yang harus senantiasa mereka tunaikan. Sebab seorang yang telah bertauhid mendapatkan karunia yang sangat besar, tidak ada lagi nikmat lain yang menandinginya. Nikmat itu adalah keberadaannya di atas ajaran Islam yang lurus. Nikmat itulah yang membuatnya bisa tegak di atas prinsip tauhid yang murni. Tauhid itulah yang menjadi sebab Allah menjanjikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi orang-orang yang merealisasikannya.” (Syarh Qawa’id Arba’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih melengkapi keterangannya, “Apabila berdosa maka diapun beristighfar”. Dalam diri seorang muwahhid juga terdapat unsur ketidaktaatan. Dia tidaklah terlepas dari perbuatan dosa, yang kecil maupun yang besar. Sedangkan salah satu Asma’ Allah adalah Al Ghafuur (Maha Pengampun) maka pengaruh hukum dari Asma itu pasti terwujud pada alam serta kerajaan-Nya. Karena itulah Allah mencintai hamba-Nya yang bertauhid lagi ikhlash untuk senantiasa meminta ampunan. Seorang muwahhid pasti mengalami hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila seorang hamba meninggalkan keagungan istighfar ini, niscaya dia akan tertimpa kesombongan. Padahal kesombongan akan menghapuskan banyak pahala amal perbuatan. Karena latar belakang itulah beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah) mengatakan di sini,”Apabila berdosa maka diapun beristighfar. Karena sesungguhnya ketiga hal itu adalah simbol kebahagiaan sejati”. Maka ini artinya hal itu pasti terjadi terhadap setiap muwahhid. Hal itu mencakup bersyukur ketika mendapat karunia, bersabar ketika tertimpa coba dan beristighfar ketika berbuat dosa dan maksiat. Semakin besar pengenalan seorang hamba terhadap Tuhannya niscaya ketiga hal inipun akan semakin kuat tertancap di dalam jiwanya. Dan semakin besar ruang tauhid dalam hati seorang hamba niscaya ketiga hal ini pun turut membesar. Dengan sikap demikian niscaya akan melahirkan seorang hamba yang tidak lagi memandang selain keridhaan Allah jalla wa ‘ala dalam melaksanakan amal maupun aktifitas hidupnya, dia tidak mau mempersembahkan sedikitpun amalnya untuk selain-Nya. Apabila dia telah lalai dari hal itu maka istighfar yang diucapkannya bukanlah istighfar yang sebenarnya.” (Syarh Qawa’id Arba’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdzikir dan Bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (Qs. Al Baqarah [2]: 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Dzikir kepada Allah ta’ala yang paling utama adalah dengan menyesuaikan isi hati dengan dzikir yang diucapkan oleh lisan. Itulah dzikir yang dapat membuahkan pengenalan kepada Allah, rasa cinta kepada-Nya, dan pahala yang melimpah dari-Nya. Dzikir adalah bagian terpenting dari syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Allah memerintahkannya secara khusus, kemudian sesudahnya Allah memerintahkan untuk bersyukur secara umum. Allah berfirman yang artinya, “Maka bersyukurlah kepada-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu bersyukurlah kalian atas nikmat-nikmat ini yang telah Aku karuniakan kepada kalian dan atas berbagai macam bencana yang telah Aku singkirkan sehingga tidak menimpa kalian….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disebutkannya perintah untuk bersyukur setelah penyebutan berbagai macam nikmat diniyah yang berupa ilmu, penyucian akhlak, dan taufik untuk beramal, maka itu menjelaskan bahwa sesungguhnya nikmat diniyah adalah nikmat yang paling agung. Bahkan, itulah nikmat yang sesungguhnya. Apabila nikmat yang lain lenyap, nikmat tersebut masih tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya setiap orang yang telah mendapatkan taufik (dari Allah) untuk berilmu atau beramal untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat itu. Hal itu supaya Allah menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Dan juga, supaya lenyap perasaan ujub (kagum diri) dari diri mereka. Dengan demikian, mereka akan terus disibukkan dengan bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena lawan dari syukur adalah ingkar/kufur, Allah pun melarang melakukannya. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian kufur”. Yang dimaksud dengan kata ‘kufur’ di sini adalah yang menjadi lawan dari kata syukur. Maka, itu berarti kufur di sini bermakna tindakan mengingkari nikmat dan menentangnya, tidak menggunakannya dengan baik. Dan bisa jadi maknanya lebih luas daripada itu, sehingga ia mencakup banyak bentuk pengingkaran. Pengingkaran yang paling besar adalah kekafiran kepada Allah, kemudian diikuti oleh berbagai macam perbuatan kemaksiatan yang beraneka ragam jenisnya dari yang berupa kemusyrikan sampai yang ada di bawah-bawahnya.” (Taisir Karimir Rahman, hal. 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adh Dhahak bin Qais mengatakan, “Ingatlah kepada Allah di saat senang, niscaya Dia akan mengingat kalian di saat sulit.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 248) Ada lelaki berkata kepada Abud Darda’, “Berilah saya wasiat.” Beliau menjawab, “Ingatlah Allah di waktu senang, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan mengingatmu di waktu susah.” (Jami’ul ‘Ulum, hal. 248)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penopang Tegaknya Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan di dalam sebuah kitabnya yang penuh faedah yaitu Al Fawa’id, “Bangunan agama ini ditopang oleh dua kaidah: Dzikir dan syukur. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqarah [2] : 152).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz, “Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu. Maka janganlah kamu lupa untuk membaca doa di setiap akhir shalat: ‘Allahumma a’innii ‘ala dzikrika wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik.’ (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu, serta agar bisa beribadah dengan baik kepada-Mu).” (HR. An Nasa’i [1303] dalam pembahasan Sujud Sahwi, Abu Dawud [1522] dalam pembahasan Shalat, dan Ahmad [21614] dari jalan Abdurrahman Al Hubla dari Ash Shonabihi dari Mu’adz bin Jabal, disahihkan Al Albani dalam Sahih Sunan Abu Dawud. (Tahqiq Al Fawa’id))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukanlah yang dimaksud dengan dzikir di sini sekedar berdzikir dengan lisan. Namun, dzikir dengan hati sekaligus dengan lisan. Berdzikir/mengingat Allah mencakup mengingat nama-nama dan sifat-sifat-Nya, mengingat perintah dan larangan-Nya, mengingat-Nya dengan membaca firman-firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua tentunya akan melahirkan ma’rifatullah (pengenalan terhadap Allah), keimanan kepada-Nya, serta keimanan kepada kesempurnaan dan keagungan sifat-sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia akan membuahkan berbagai macam sanjungan yang tertuju kepada-Nya. Sementara itu semua tidak akan sempurna apabila tidak dilandasi dengan ketauhidan kepada-Nya. Maka dzikir yang hakiki pasti akan melahirkan itu semuanya. Dan ia juga akan melahirkan kesadaran mengingat berbagai macam kenikmatan, anugerah, serta perbuatan baik-Nya kepada makhluk-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun syukur adalah mengabdi kepada Allah dengan menaati-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan hal-hal yang dicintai-Nya, baik yang bersifat lahir ataupun batin. Dua perkara inilah simpul ajaran agama. Mengingat-Nya akan melahirkan pengenalan (hamba) kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam bersyukur kepada-Nya terkandung ketaatan kepada-Nya. Kedua perkara inilah tujuan diciptakannya jin dan manusia, langit dan bumi serta segala sesuatu yang berada di antara keduanya. Lawan dari tujuan ini adalah berupa kebatilan (kesia-siaan) dan main-main belaka. Allah Maha tinggi dan Maha suci dari perbuatan semacam itu. Seperti itulah anggapan buruk yang ada pada diri musuh-musuh-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya sia-sia, itulah yang disangka oleh orang-orang kafir itu.” (Qs. Shad [38]: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang berada di antara keduanya sekedar bermain-main saja. Tidaklah Kami menciptakan keduanya kecuali dengan tujuan yang benar.” (Qs. Ad Dukhan [44]: 38-39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya kecuali dengan tujuan yang benar, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang.” (Qs. Al Hijr [15]: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman setelah menyebutkan tanda-tanda kebesaran-Nya di awal surat Yunus yang artinya, “Tidaklah Allah menciptakan hal itu semua kecuali dengan maksud yang benar.” (Qs. Yunus [10]: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya, “Apakah manusia mengira dia ditinggalkan begitu saja.” (Qs. Al Qiyamah [75]: 36). Allah berfirman pula yang artinya, “Apakah kalian mengira kalau Kami menciptakan kalian hanya sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Qs. Al Mu’minun [23]: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Kami menciptkan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz Dzariyat [51]: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lainnya, “Allah lah yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi seperti itu pula. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu dan Allah ilmunya meliputi segala sesuatu.” (Qs. Ath Thalaq [65]: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya, “Allah menjadikan ka’bah yaitu baitul haram sebagai kiblat sholat bagi umat manusia, demikian pula bulan haram, hadyu dan qalaa’id. Itu semua agar kalian mengetahui allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, dan bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al Maa-idah [5]: 97).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka dengan disebutkannya ayat-ayat tersebut telah terbukti bahwasanya tujuan penciptaan dan perintah ialah agar Allah diingat dan disyukuri. Sehingga Dia akan selalu diingat dan tidak dilupakan. Akan selalu disyukuri dan tidak diingkari. Allah Yang Maha suci akan mengingat siapa saja yang mengingat diri-Nya. Dan Allah juga akan berterima kasih (membalas kebaikan) kepada siapa saja yang bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Allah adalah sebab Allah mengingat hamba. Dan bersyukur kepada-Nya adalah sebab Allah menambahkan nikmat-Nya. Maka dzikir lebih terfokus untuk kebaikan hati dan lisan. Syukur dari hati dalam bentuk rasa cinta dan taubat yang disertai ketaatan. Adapun di lisan, syukur itu akan tampak dalam bentuk pujian dan sanjungan. Dan syukur juga akan muncul dalam bentuk ketaatan dan pengabdian oleh segenap anggota badan.” (Al Fawa’id, hal. 124-125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin.(http://muslim.or.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-450149352480450512?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/450149352480450512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/450149352480450512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/06/melestarikan-tauhid-dengan-dzikir-dan.html' title='Melestarikan Tauhid Dengan Dzikir dan Syukur'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-5333841754460388994</id><published>2009-07-05T01:50:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T01:51:46.100+07:00</updated><title type='text'>Ketika Al-Musthafa berada dihadapan ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketika Al-Musthafa berada dihadapan kupandangi pesonanya dari ujung kaki hingga kepala, Tahukah kalian apa yang terjelma?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….Ya ….. Cinta ! (Abu Bakar ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi demam kembali, kini panasnya semakin tinggi. Lemah ia berbaring, menghadapkan wajah pada Fatimah anak kesayangan. Sudah beberapa hari terakhir, kesehatannya tidak lagi menawan. Senin itu, kediaman manusia paripurna didatangi seorang berkebangsaan Arab dengan wajah rupawan. Di depan pintu, ia mengucapkan salam “Assalamu’alaikum duhai para keluarga Nabi dan sumber kerasulan, bolehkah saya menjumpai kekasih Allah?”. Fatimah yang sedang mengurusi ayahnya, tegak dan berdiri di belakang pintu “Wahai Abdullah, Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya sendiri”. Fatimah berharap tamu itu mengerti dan pergi, namun suara asing semula kembali mengucapkan salam yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alaikumussalam, hai hamba Allah” kali ini Nabi yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku sayang, tahukah engkau siapakah yang kini sedang berada di luar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak tahu ayah, bulu kudukku meremang mendengar suaranya”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sayang, dengarkan baik-baik, di luar itu adalah dia, pemusnah kesenangan dunia, pemutus nafas di raga dan penambah ramai para ahli kubur”. Jawaban nabi terakhir membuat Fatimah jatuh terduduk. Fatimah menangis seperti anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, kapan lagi aku akan mendengar dirimu bertutur, harus bagaimana aku menuntaskan kerinduan kasih sayang engkau, tak akan lagi ku memandang wajah kesayangan ayahanda” pedih Fatimah. Nabi tersenyum, lirih ia memanggil ” Sayang, mendekatlah, kemarikan pendengaranmu sebentar”. Fatimah menurut, dan Kekasih Allah itu berbisik mesra di telinga anaknya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau adalah keluargaku yang pertama kali menyusul sebentar kemudian”. Seketika wajah Fatimah tidak lagi pasi tapi bersinar. Lalu kemudian, Fatimah mempersilahkan tamu itu masuk. Malaikat pencabut maut berparas rupawan itu pun kini berada di samping Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum ya utusan Allah” dengan takzim malaikat memberi salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam sejahtera juga untukmu pelaksana perintah Allah, apakah tugasmu saat ini, berziarah ataukah mencabut nyawa si lemah?” tanya nabi. Angin berhembus dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku datang untuk keduanya, berziarah dan mencabut nyawamu, itupun setelah engkau perkenankan, jika tidak Allah memerintahkanku untuk kembali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di manakah engkau tinggalkan Jibril? Duhai Izrail?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia kutinggal di atas langit dunia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Jibril pun datang dan memberikan salam kepada seseorang yang juga dicintanya karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Jibril, gembirakanlah aku saat ini” pinta Al-Musthafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar Jibril bersuara pelan di dekat telinga manusia pilihan, “Sesungguhnya pintu langit telah di buka, dan para Malaikat tengah berbaris menunggu sebuah kedatangan, bahkan pintu-pintu surga juga telah dilapangkan hingga terlihat para bidadari yang telah berhias menyongsong kehadiran yang paling ditunggu-tunggu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, betapa Allah maha penyayang” sendu Nabi, wajahnya masih saja pucat pasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Jibril, masukkan kesenangan dalam hati ini, bagaimana keadaan ummatku nanti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku beri engkau sebuah kabar akbar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Aku, telah mengharamkan surga bagi semua Nabi, sebelum engkau memasukinya pertama kali, dan Allah mengharamkan pula sekalian umat manusia sebelum pengikutmu yang terlebih dahulu memasukinya” Jawaban Jibril itu begitu berpengaruh. Maha suci Allah, wajah Nabi dilingkupi denyar cahaya. Nabi tersenyum gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ia seperti tidak sakit lagi. Dan ia pun menyuruh malaikat izrail mendekat dan menjalankan amanah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izrail, melakukan tugasnya. Perlahan anggota tubuh pembawa cahaya kepada dunia satu persatu tidak bergerak lagi. Nafas manusia pembawa berita gembira itu semakin terhembus jarang. Pandangan manusia pemberi peringatan itu kian meredup sunyi. Hingga ketika ruhnya telah berada di pusat dan dalam genggaman Izrail, nabi sempat bertutur, “Alangkah beratnya penderitaan maut”. Jibril berpaling tak sanggup memandangi sosok yang selalu ia dampingi di segala situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau membenciku Jibril”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yang sampai hati melihatmu dalam keadaan sekarat ini, duhai cinta,” jawabnya sendu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum segala tentang manusia terindah ini menjadi kenangan, dari bibir manis itu terdengar panggilan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ummatku… Ummatku….”. Dan ia pun dengan sempurna kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw, pergi dengan tersenyum, pada hari senin 12 Rabi’ul Awal, ketika matahari telah tergelincir, dalam usia 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad, Nabi yang Ummi, Kekasih para sahabat di masanya dan di sepanjang usia semesta, meninggalkan gemilang cahaya kepada dunia. Muhammad, pemberi peringatan kepada semua manusia, menorehkan dalam-dalam tinta keikhlasan di lembaran sejarah. Muhammad, yang bersumpah dengan banyak panorama indah alam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“demi siang bila datang dengan benderang cahaya, demi malam ketika telah mengembang, demi matahari sepenggalah naik”, telah membumbungkan Islam kepada cakrawala megah di angkasa sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, Muhammad, menembus setiap gendang telinga sahabatnya dengan banyak kuntum-kuntum sabda pengarah dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, Muhammad, yang di sanjung semua malaikat di setiap tingkatan langit, berbicara tentang surga, sebagai tebusan utama, bagi setiap amalan yang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, Muhammad yang selalu menyayangi fakir miskin dan anak yatim, menggelorakan perintah untuk senantiasa memperhatikan manusia lain yang berkekurangan. Dan Ia, Muhammad, tak akan pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Madinah berubah kelabu. Banyak manusia terlunta di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aisyah ra, yang pangkuannya menjadi tempat singgah kepala Rasulullah di saat terakhir kehidupannya, menyenandungkan syair kenangan untuk sang penerang, suaranya bening. Syahdunya membumbung ke jauh angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah Aisyah menyanjung sang Nabi yang telah pergi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia yang tidak sekalipun mengenakan sutera,&lt;br /&gt;Yang tidak pernah sejeda pun membaringkan raga pada empuknya tilam&lt;br /&gt;Wahai kekasih yang kini telah meninggalkan dunia,&lt;br /&gt;Kutau perutmu tak pernah kenyang dengan pulut lembut roti gandum&lt;br /&gt;Duhai, yang lebih memilih tikar sebagai alas pembaringan&lt;br /&gt;Duhai, yang tidak pernah terlelap sepanjang malam karena takut sentuhan neraka Sa’ir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Umar r.a yang paling dekat dengan musuh disetiap medan jihad itu, kini menghunus pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedang itu menurutnya diperuntukkan untuk setiap mulut yang berani menyebut kekasih kesayangannya telah kembali kepada Allah. Umar tatap wajah-wajah para sahabat itu setajam mata pedangnya, meyakinkan mereka bahwa Umar sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar terguncang. Umar bersumpah. Umar berteriak lantang. Umar menjadi sedemikian garang. Ia berdiri di hadapan para sahabat yang terlunta-lunta menunggu kabar manusia yang dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Abu Bakar, sahabat yang paling lembut hatinya, melangkah pelan menuju jasad manusia mulia. Langkahnya berjinjit, khawatir akan mengganggu seseorang yang tidur berkekalan, pandangannya lurus pada sesosok cinta yang dikasihinya sejak pertama berjumpa. Raga berparas rembulan itu kini bertutup kain selubung. Abu Bakar hampir pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasnya berhenti berhembus, tertahan. Sekuat tenaga, ia bersimpuh di depan jasad wangi al-Musthafa. Ingin sekali membuka penutup wajah yang disayangi arakan awan, disanjung hembusan angin dan dielu-elukan kerlip gemintang, namun tangannya selalu saja gemetar. Lama Abu bakar termenung di depan jenazah pembawa berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, demi keyakinannya kepada Allah, demi matahari yang masih akan terbit, demi mendengar rintihan pedih ummat di luar, Abu bakar mengais sisa-sisa keberanian. Jemarinya perlahan mendekati penutup tubuh suci Rasulullah, dan dijumpailah, wajah yang tak pernah menjemukan itu. Abu bakar memesrai Nabi dengan mengecup kening indahnya. Hampir tak terdengar ia berucap, “Demi ayah dan bunda, indah nian hidupmu, dan indah pula kematianmu. Kekasih, engkau memang telah pergi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu bakar menunduk. Abu Bakar mematung. Abu Bakar berdoa di depan tubuh nabi yang telah sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Bilal bin Rabah, yang suaranya selalu memenuhi udara Madinah dengan lantunan adzan itu, tak lagi mampu berseru di ketinggian menara mesjid. Suaranya selalu hilang pada saat akan menyebut nama kekasih ‘Muhammad’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat angkasa, seruannya berubah pekik tangisan. Tak jauh dari langit, suaranya menjelma isak pedih yang tak henti. Setiap berdiri kukuh untuk mengumandangkan adzan, bayangan Purnama Madinah selalu saja jelas tergambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap ingin menyeru manusia untuk menjumpai Allah, lidahnya hanya mampu berucap lembut, “Aku mencintaimu duhai Muhammad, aku merindukanmu kekasih”. Bilal, budak hitam yang kerap di sanjung Nabi karena suara merdunya, kini hanya mampu mengenang Sang kekasih sambil menatap bola raksasa pergi di kaki langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, terlalu banyak cinta yang menderas di setiap jengkal lembah madinah. Yang tak pernah bisa diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semesta menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Sang penerang telah pergi menemui yang Maha tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnama Madinah telah kembali, menjumpai kekasih yang merindui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semesta, kehilangan pelita terindahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenangmu ya Rasulullah, meski hanya dengan setitik tinta pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengingatimu duhai pembawa cahaya dunia, meski hanya dengan selaksa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya meminjam untaian indah peredam gemuruh dada, yang dilafadzkan Hasan Bin Tsabit, salah seorang sahabat penyair dari masa mu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah ke dua biji mata ini&lt;br /&gt;Dengan kepergianmu yang anggun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seketika menjelma menjadi seorang buta&lt;br /&gt;Yang tak perkasa lagi melihat cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang ingin mati mengikutimu&lt;br /&gt;Biarlah ia pergi menemui ajalnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aku,&lt;br /&gt;Hanya risau dan haru dengan kepergian terindahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kenanglah Nabi Muhammad Saw, meski dalam kelenggangan yang sempurna, agar hal ini menjadi obat ajaib, penawar dan penyembuh kegersangan hati yang kerap berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar, di akhirat kelak, dengan agung Nabi memanggil semua manusia yang senantiasa merindukan dan mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang paling mempesona dihadapanmu, ketika suara suci Nabi menyapamu anggun, menjumpaimu dengan paras yang tak pernah kau mampu bayangkan sebelumnya. Adakah yang paling membahagiakan di kedalaman hatimu, ketika sesosok yang paling kau cinta sepenuh jiwa dan raga, berada nyata di dekatmu dan menemuimu dengan senyuman yang paling manis menembusi relung kalbu. Dan adakah di dunia ini yang paling menerbangkan perasaanmu ke angkasa, ketika jemari terkasih menggapaimu untuk memberikan naungan perlindungan dari siksa pedih azab neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah sahabat ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini ada yang bening di kedua sudut kelopak matamu, berbahagialah, karena mudah-mudahan ini sebuah pertanda. Pertanda cinta tak bermuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika kau tak dapati air mata saat ini, kau sungguh mampu menyimpan cinta itu di dasar hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam saya, untuk semua sahabat. Mari bersama bergenggaman, saling mengingatkan, saling memberikan keindahan ukhuwah yang telah Rasulullah tercinta ajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Sahabat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohuma Solliala Muhammad …wa ala ali Muhammad ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemuliaan manusia termulia dan tercinta sayyidina Rasulullah Muhammad SAW&lt;br /&gt;Bihurmati Habib Al fatihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.oaseislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-5333841754460388994?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5333841754460388994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/5333841754460388994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/06/ketika-al-musthafa-berada-dihadapan_26.html' title='Ketika Al-Musthafa berada dihadapan ...'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-1478625560688497701</id><published>2009-07-05T01:49:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T01:59:36.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah dan Kajian'/><title type='text'>Wasiat Imam Ghazali Kepada Muridnya</title><content type='html'>Sabtu, Mei 26, 2007 oleh E-Cho Qintjai&lt;br /&gt;1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?&lt;br /&gt;2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?&lt;br /&gt;3. Apa yang paling BESAR di dunia ?&lt;br /&gt;4. Apa yang paling BERAT di dunia ?&lt;br /&gt;5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?&lt;br /&gt;6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?&lt;br /&gt;Jawabannya:&lt;br /&gt;————————————————————————————–&lt;br /&gt;Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al&lt;br /&gt;Ghozali bertanya….&lt;br /&gt;Pertama,&lt;br /&gt;“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab : “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.&lt;br /&gt;Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.&lt;br /&gt;Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.&lt;br /&gt;Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan&lt;br /&gt;mati (Q.S. Ali Imran 185)&lt;br /&gt;Kedua,&lt;br /&gt;“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid -muridnya menjawab : “negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”.&lt;br /&gt;Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu&lt;br /&gt;adalah BENAR. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;br /&gt;“Apa yang paling besar di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab : “gunung, bumi dan matahari”.&lt;br /&gt;Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.&lt;br /&gt;Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S. Al-A’Raf 179).&lt;br /&gt;Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;br /&gt;Keempat,&lt;br /&gt;“Apa yang paling berat di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Ada yang menjawab : “besi dan gajah”.&lt;br /&gt;Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah&lt;br /&gt;MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).&lt;br /&gt;Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.&lt;br /&gt;Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.&lt;br /&gt;Kelima,&lt;br /&gt;“Apa yang paling ringan di dunia ini?”&lt;br /&gt;Ada yang menjawab : “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.&lt;br /&gt;Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT.&lt;br /&gt;Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita meninggalkan sholat.&lt;br /&gt;Dan pertanyaan Keenam adalah,&lt;br /&gt;“Apakah yang paling tajam di dunia ini?”&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab dengan serentak : “pedang”.&lt;br /&gt;BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.&lt;br /&gt;Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan&lt;br /&gt;saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://arekqintjai.wordpress.com/2007/05/26/7/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1468148649939228959-1478625560688497701?l=muslim-info.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1478625560688497701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1468148649939228959/posts/default/1478625560688497701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muslim-info.blogspot.com/2009/06/wasiat-imam-ghazali-kepada-muridnya.html' title='Wasiat Imam Ghazali Kepada Muridnya'/><author><name>my info</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08777433580372330082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_15OXhjNfewc/SjeyPsOxy_I/AAAAAAAAAA0/GTjy2IoJBGc/S220/ale_jambezz+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1468148649939228959.post-8045400560074330807</id><published>2009-07-05T01:48:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T01:58:02.217+07:00</updated><title type='text'>Abu Bakar Shidiq R.A. Menceritakan Ke Islamannya dan Kesulitannya</title><content type='html'>Ketika ISLAM mulai berkembang, orang-orang yang baru memeluk Islam akan menyembunyikan keIslamannya. Memang Rasulullah SAW pun menganjurkan hal itu agar mereka tidak dianiaya. Setelah pemeluk Islam berjumlah 39 orang, Abu Bakr r.a. meminta izin kepada Rasulullah saw agar diperbolehkan mendakwahkan Islam secara terbuka. Tetapi Nabi saw melarangnya. Namun karena Abu Bakr r.a. mendesak Nabi saw, maka Rasulullah saw mengizinkannya. Kemudian Abu Bakr mengajak seluruh orang Islam berkumpul di Masjidil Haram. Ketika itulah Abu Bakr menyampaikan khutbahnya, dan itulah khutbah pertama dalam sejarah Islam. Pada hari itulah Hamzah r.a. paman Rasulullah memeluk Islam, dan pada hari ketiganya Umar bin Khaththab memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kutbah dimulai, ketika itulah kaum muslimin diserang oleh kaum kafir dari segala arah. Mereka menganiaya Abu Bakr Shiddiq r.a. hingga tubuhnya berlumuran darah. Padahal Abu Bakr r.a. adalah orang yang dimuliakan dan terkemuka oleh masyarakat Mekkah. Hidung dan telinganya mengeluarkan darah sehingga orang-orang tidak dapat mengenalinya lagi. Dia ditendang, dipukuli dengan sandal, dinjak, dan segala bentuk penganiayaan yang dapat mereka lakukan. Akhirnya Abu Bakr r.a. pingsan. Ketika Banu Taim (kaumnya Abu Bakr r.a.) mendengar hal itu, mereka segera mengangkat tubuh Abu Bakr r.a.. mereka segera naik ke Ka’bah dan mengumumkan ” Jika dalam kejadian ini Abu Bakr meninggal dunia, maka sebagai gantinya kami akan membunuh Utbah bin Rabi’ah !” mereka mengatakan hal itu karena Utbah bin Rabi’ah sangat berperan dalam peristiwaq tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr r.a. masih dalam keadaan pingsan sampai sore harinya, pada petang harinya Abu Bakr r.a. baru dapat berbicara, walaupun masih terasa sangat sulit. Ucapan yang pertamakali diucapkannya adalah ”Bagai mana keadaan Rasulullah saw?” walaupun sehari penuh ia pingasan dan hampir meninggal tetapi ketika dia sadar yang ditanyakan adalah Rasulullah saw. Ini adalah dikarenakan rasa Cintanya kepada Rasu
